Dia melirik Sehun yang berdiri di hadapanya, kemudian menatap lelaki paruh baya yang ada di sampingnya. Tangannya yang memegang tangan Kyu Han dipererat, kemudian dia menatap anak itu yang kini juga menatapnya.
"Kyu Han, beri salam padanya."
Kyu Han mengerjapkan matanya tak mengerti, namun dia mengikuti perkataan Baekhyun dengan memberi salam pada lelaki itu seperti yang Soo In noona ajarkan padanya.
"Setelah pergi hampir tiga tahu dan mengacaukan keluarga Byun, kamu kembali lagi kesini dengan seorang anak?"
"Jadi, ini alasanmu pergi waktu itu?"
Baekhyun menghela napasnya lelah mendengar suara lelaki itu.
"Berapa umurmu, nak?"
Kyu Han melirik Baekhyun kemudian menatap pria yang tak dikenalnya itu. "Tujuh tahun."
"Siapa nama Papamu?"
Kyu Han mencengkram tangan Baekhyun kemudian mundur dan bersembunyi di belakang perempuan itu.
"Papa, kenapa Papa bisa disini dan bersama Sehun?"
"Aku memaksanya untuk memberitahuku dimana keberadaanmu." Pria itu mentaoa Sehun yang berdiri disampingnya, "Terimakasih, Nak Oh, anda sudah bisa pulang, saya ingin berbicara dengan putri saya."
Sehun menatap Baekhyun dengan tatapan penyesalan, namun perempuan itu menatapnya dengan tak peduli.
"Jadi, apakah kamu akan membiarkan orang tua ini berbicara di depan pintu apartemenmu saja?"
Baekhyun menutup matanya sebentar kemudian menatap Sehun, "Tolong temani Kyu Han sebentar, akan kuhubungi jika sudah selesai."
"Mom!"
Baekhyun menatap Kyu Han meminta pengertian, "Aku akan mengambil mantelmu agar tidak kedinginan, tunggulah sebentar." Kemudian dia menatap pria paruh baya itu, "Silahkan masuk, dan duduklah dimanapun yang anda suka."
*
"Setelah pergi selama tiga tahun, apa yang kamu lakukan? Melukis kembali, seperti ibumu?"
Baekhyun tak menjawab, membiarkan pria paruh baya itu melanjutkan perkataannya.
"Setelah mengacaukan hubungan keluarga Byun dengan Ohm, kamu pergi begitu saja dan tak bertanggung jawab, apa yang sebenarnya kamu inginkan?"
"Bukankah nenekmu sudah memperingatimu untuk bertindak lebih baik?"
"Setelah keluarga Ohm, aku tidak menyangka Park Chanyeol juga akan mengacaukan pernikahannya dengan Ji Hyo yang tak lama lagi."
"Kalian membuat nama keluarga Byum sangat malu, terlebih lagi kamu Baekhyun."
"Dan ketika kamu pulang kesini, kamu membawa seorang anak kecil berumur tujuh tahun, siapa Papanya?"
Baekhyun mengalihkan pandangannya menatap langit malam yang ada di balik jendela besar apartemennya.
"Dia anakku, Papa tidak perlu tahu apapun."
Byun Jinki tersenyum miring, "Jadi, Park Chanyeol Papanya?"
"Kenapa Papa bisa menyimpulkan seperti itu? Aku dan Chanyeol tidak ada hubungan apapun, dan Chanyeol adalah kekasih Ji Hyo, apakah Papa lupa?"
"Tidak perlu pura-pura, Baekhyun, aku sudah tahu semuanya. Alasan dibalik Chanyeol membatalkan pernikahannya dengan Ji Hyo adalah kamu."
Baekhyun menyipitkan matanya saat Jinki menatapnya dengan tajam.
"Sudah membuat nama Byun hancur, sekarang kamu membuat kehidupan adikmu hancur juga."
"Kehadiran kamu di keluarga ini memang sudah membuat hancur nama baik Byun, aku tidak terlalu terkejut ketika kamu melakukan ini semua."
"Berpura-pura tidak tahu bahwa Chanyeol kekasih adikmu, menggodanya meskipun kamu tahu mereka akan menikah."
"Kamu mengharapkan Chanyeol untuk mengingatmu lagi bukan?"
"Kamu sangat egois, Baekhyun."
"Chanyeol sudah memilik Ji Hyo dan mereka hidup sebagai pasangan yang bahagia."
"Namun kamu menyelinap diantara mereka dan berusah membuat Chanyeol kembali mengingatmu, lalu menghancurkan semuanya."
"Kamu menghancurkan Chanyeol."
"Kamu juga menghancurkan Ji Hyo."
"Sekarang apa yang akan kamu lakukan?"
"Kamu sangat kacau Baekhyun."
KAMU SEDANG MEMBACA
Chasing You
FanfictionBisa di bilang. Dirinya sangat bodoh. Mengejar orang yang jelas-jelas sudah membohonginya selama dua belas tahun lebih. Namun dia tidak peduli itu. Karena dia selalu mengejar. Mengejar perempuan itu yang selalu menghindarinya- - Sejak awal mereka me...
