04. TGFN

9.3K 456 8
                                        

Kamu kayak aktor yang pinter banget bikin drama, tapi jangan lupa aku sutradaranya
~Quotes4~

~oOo~

Aura berjalan kearah queen size bed-nya, gadis pecinta doraemon tersebut duduk dan memeluk bonekanya, sesekali Aura tersenyum simpul dan menatap pemandangan luar jendela

“Kennafh, nama yang indah,”

“ARGH! Sial kenapa gue harus di jodohin sih! Emang ini masih jamannya Siti Nurbaya apa?!” teriak Aura sembari melempar bonekanya kesembarangan arah

Ia benar benar kesal mengingat perkataan Cavin kemarin malam yang harus ia terima

Begitupun kenyataan bahwa saat ia ingin tulus menyukai seorang pria, ia akan dijodohkan dengan pria lain

“Uh, Kennafh~” hilang bagai di hembus angin, dengan memikirkan tatapan dingin itu entah mengapa membuat ia ingin menggapainya lebih jauh

“Cie~

“Se-sejak kapan lo disini?” tanya Aura gelagapan melihat Aurora yang tersenyum jahil

“Eh lo blushing parah, kayaknya gue bakal punya ipar beneran nih, blasteran pula,” ucap Aurora semakin bersemangat

“Ap-apaan sih lo! Ngawur banget jadi orang!” elak Aura memalingkan wajah nya malu

“Udah ah gue mau tidur keluar sana!” sahut Aura sembari menutupi seluruh badannya dengan selimut.

Aura tidak langsung tidur, ia merasa ada seseorang yang memperhatikan

“Ngapain lo masih disitu?” tanya Aura membuka selimut biccafer-nya.

“Lucu aja sih gue juga seneng, pertemuan kalian terlalu persis sampai gue bingung harus gimana,” ucap Aurora tenang dengan senyuman manis menghiasi bibir tipisnya

Wajah Aurora berubah menjadi serius tanpa ekspresi jahil

Aura yakin senyuman manis itu hanyalah isyarat penutup air mata saja, Aura tahu betul bahwa kini Aurora sedang tersenyum sendu

Pertemuan tak terduga di Bandara yang sama persis saat Aurora pertama kali menginjakkan kaki di tanah Perancis, pertemuan yang ternyata amat sangat membekas dalam hati Aurora

“Maafin gue Ra, gue gak maksud buat lo keinget sama 'dia' lagi,” ucap Aura menundukkan kepalanya dan memainkan jari-jari tangannya.

“Hey lo kenapa minta maaf? Santai aja sih, malah gue seneng banget denger lo mau tulus lagi sama seseorang ,” balas Aurora tersenyum lebar dan mengangkat dagu Aura dengan tiga jari tangan kanannya

“Maaf Ra, gue tau apa yang lo rasain maafin gue,” jawab Aura jujur, ia menatap Aurora sendu dengan wajah bersalah

Aurora yang melihat itu pun juga merasa bersalah, matanya mulai berkaca-kaca

Sesegera mungkin Aurora menarik Aura dalam dekapannya agar Aura tidak dapat melihat air matanya lagi

Aurora menumpahkan semua kelelahan pada bahu kakaknya, ia tidak terisak namun mengeluarkan air mata dalam diam

AURORA : Beautiful but Dangerous!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang