44. TGFN

3.5K 210 142
                                        

Kamu itu seperti benda langit yang memabukkan
~Quotes44~

~oOo~

"Untuk apa kau membantuku? Belum puas kau merenggut segalanya dariku?!" ucap Aurora dingin sembari menatap tajam seseorang yang berdiri tak jauh dari nya

"Aku mohon dengarkan penjelasanku, bukan aku yang merenggut Rin darimu,"

"Lalu aku akan percaya dengan seorang bajingan sepertimu?"

"Ikut aku jika kau ingin tau segalanya," tanpa babibu Jastin menarik lengan Aurora sebelum gadis itu menerima tawarannya

Cukup lama hingga Aurora tersadar kemana Jastin membawanya, "Tempat Ini?" gumam gadis itu sendu, hampir saja air matanya lolos mengingat semua kejadian yang pernah ada disini

"Menangislah jika itu yang membuatmu tenang," ujar Jastin masih tetap dengan stire ditangannya

"Apalagi yang kau rencanakan Jastin!" balas Aurora penuh penekanan, ia mengingat semua ini jelas, bahkan sangat nyata!

Flashback On..

"Ora! Are you oke?" Aura berlari kecil mendekati adiknya yang tengah bertekuk lutut didepan gubuk kecil tak jauh dari danau yang asri

"Hiks! Hiks ka-katakan padaku bahwa Rin masih hidup!" Aurora berusaha untuk berteriak meskipun ia sesegukan

Aura mengernyitkan dahi dan melirik kearah pintu gubuk itu, ia mendengar suara lemparan kayu yang membuatnya semakin penasaran

Aura berjalan perlahan memasuki ruangan tersebut dengan langkah pelan, "Tenanglah aku akan melihat kedalam," gadis itu berusaha mendekat meskipun langkahnya gemetar mendengar pukulan-pukulan yang semakin keras

"Apa yang ter-Hmm!" seseorang membekap mulut Aura dan mengikat tangannya kebelakang

"Hmm!"

"Diam atau kau akan ikut bersamanya!" ancam seorang lelaki yang sangat dikenal Aura

'Edward,' gadis itu membantin sembari menitikkan air matanya

"Hay sayang, akhirnya kita bertemu lagi," desis Edward membelai pipi chubby Aura, "Ap-apa yang kau lakukan disini!" balas Aura tajam

"Hanya bermain main dengan gadis kecil disana," Aura melirik tempat tidur kecil tak jauh dari tempat ia berdiri, disana ia melihat Rin tergeletak tak berdaya dengan darah dibagian 'Intim' nya

Mata Aura terbelalak hebat dan kembali menatap tajam Edward yang berstatus sebagai 'Mantan Kekasihnya'

"APA YANG KAU LAKUKAN! BELUM PUAS KAU BERSELINGKUH DARI KU?! DAN KINI KAU MENYAKITI SESEORANG YANG SANGAT PENTING BAGI ADIKKU?!" teriak Aura menggebu

Aurora mendengarkan teriakan Aura namun tak berniat untuk masuk, tubuhnya kaku seperti batu kakinya lemas tak berdaya entah apa yang telah terjadi pada sahabatnya

"Ssst! Jangan berisik sayang nanti adikmu semakin menangis," gumam Edward membuat Aura muak!

Bugh!

"Hey! Berhati hatilah dengan bangkai itu," ucap Edward saat seseorang melompat dari jendela belakang

"Huuf, ap-apa yang harus kulakukan sekarang?" itu, Jastin.

"Diam disana sampai aku memberi mu perintah!" Jastin mengangguk cepat dan duduk di tempat tidur Rin yang dibaringkan

Edward membelai leher Aura yang mengeluarkan keringat sembari berusaha mengelak

AURORA : Beautiful but Dangerous!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang