Ini kehidupanku aku tidak peduli tanggapan mereka, yang aku pedulikan hanyalah kesenangan ku dan keinginanku
~Quotes15~
~oOo~
"Woy! Ada yang nyerang woy!" teriak seseorang menggema ditelinga lima gadis yang masih bermain dialam mimpinya, "Ck! Apasih tu berisik bener!" kesal Aline sembari menutup telinga nya dengan bantal
Prang!
"Eh buset pecah!" kaget Adeeva sembari menarik kaki teman teman nya untuk berdiri, "Eh apaan sih!" kesal Aurora menatap Adeeva sengit
"Itu ada yang nyerang GHS bego!" kesal Adeeva yang membuat mata Aurora membola, "Kok bisa kaca yang pecah?" sahut Aura yang menatap kaca yang sudah pecah melewati celah jendela ruangan itu
Aurora segera berlari keluar ruangan dengan muka bantalnya tanpa mendengarkan teriakan keempat gadis yang tampak panik
Aurora masih menggunakan piama hitam putihnya tanpa mencuci muka sedikitpun
'Bodo amat sama penampilan! Tetep cantik gue mah,' batin Aurora sembari berlari sekencang mungkin
Bugh!
Aurora mulai menyerang membantu anggota GHS (Garcia High School) untuk menghajar musuh yang datang tanpa diundang
Mereka sempat tertegun dan kaget melihat gadis bermuka bantal datang ditengah kerumunan laki-laki yang sedang brutal
"Eh siapa lo?" tanya cowok bertubuh jangkung sembari tetap menghajar lawannya, "Bacot til! serang!" titah Aurora kembali menghajar
Bugh! Bugh!
"Apa tujuan lo nyerang GHS Anjing!" umpat Aurora disela-sela tangannya yang sibuk bermain dengan brutal
"Tentu saja ingin bermain-main sayang," ucap seseorang memakai seragam yang berbeda sembari tersenyum manis pada Aurora
"Cih! Receh!" sahut Aurora meremehkan, ia semakin brutal dengan wajah yang merah padam
Beberapa murid Garcia yang baru berdatangan terperanga melihat gadis cantik bermuka bantal menggunakan piama hitam putih yang ikut membela GHS itu
Bahkan Aurora terlihat sangat lihai bermain dengan benda-benda tajam yang dilayangkan musuh-musuhnya
Dor! Dor!
Mereka semua berlari untuk bersembunyi saat mendengar suara tembakan keudara yang berasal dari beberapa polisi
Aurora tau bahwa ada polisi namun ia tetap santai memukul musuhnya yang memakai jaket dengan bordiran leader
"Woy bego! Polisi!" teriak seseorang yang tadi juga mengajaknya berbicara, itu Kenneth yang sudah bersiap untuk mengajaknya berlari
Namum setelah Aurora berhasil membuat musuhnya terkapar ia mencekal lengan Kenneth dan menunggu polisi datang menghampirinya
Kenneth menegang seketika sembari meneguk salivanya susah payah melihat polisi yang sudah berada didepannya
"Gadis sialan!" umpatnya yang masih didengar Aurora, namun siempu masih terlihat santai dan tersenyum manis pada polisi
"Ada apa ini?" tanya polisi itu pada Aurora, "Ehehe Itu om, tadi ada suara heboh gitu, mereka bego nyerang GHS kok masih pagi mau bikin aku rugi apa ya mereka," jelas Aurora tanpa berniat melepaskan cekalan tangannya pada Kenneth
Polisi tersebut tersenyum sembari mengacak rambut Aurora halus, "Kamu baru bangun langsung ikut-ikutan, pake piama gini muka bantal lagi," ucapnya memperhatikan Aurora dari atas sampai bawah
KAMU SEDANG MEMBACA
AURORA : Beautiful but Dangerous!
JugendliteraturAurora Huelva Garcia dan Aura Huelvi Garcia, gadis beruntung yang terlahir dari keluarga terhormat Mereka terpaksa pindah dari Perancis ke SMA favorite di Jakarta. Karena suatu hal, kedua gadis cantik itu harus berpenampilan nerd di sekolah yang dim...
