Aku lupa bagaimana cara melupakan karena terlalu lama mengukir kenangan. Aku lupa bagaimana cara mengikhlaskan karena terlalu lama aku menyayangkan
~QuotesEnd~
~oOo~
Cklek
"Dokter gimana keadaan Aura?"
Dokter itu menunduk membuat pikiran buruk menari dikepala Aurora Keysia Rin dan ketiga sahabatnya yang lain
"Ma-maafkan saya, da-darah yang dikeluarkan Aura sangat banyak dan pasien terlambat dibawa kesini,"
"Maksudnya?" tanya Keysia cemas
"Au-aura pe-pergi saat masih diperjalanan menuju kesini," Aurora terdiam ia membolakan matanya dan menatap tajam dokter itu
"Maksud lo apa anjing! Lo pikir cuma karena kecelakaan bodoh itu kakak gue meninggal?! Jangan gila bangsat!"
"Bu-bukan hanya kecelakaan saja," mereka semua mengernyit heran
"Ada yang memberinya racun," Aurora menganga tak percaya begitupun Keysia
"AURA! HIKS!" keenam wanita itu berlari dan menerobos dokter itu
Hanya beberapa langkah dari mereka ada seseorang yang tertidur pulas, Keysia berlari sembari menangis sesegukan kearah Aura begitupun yang lain
Sementara Aurora? Ia bahkan tidak sadar bahwa kakinya berdiri kaku tanpa tenaga, gadis itu terduduk lemas dilantai menatap gadis yang sangat mirip dengannya
Seseorang yang selalu memanggilnya tarzan, seseorang yang akan memarahinya saat pergi tanpa pamit, teriakan menggelegar saat ia menjahili kakaknya
Seakan semuanya pergi bersamaan dengan wajah pucat pasi dan mata yang terpejam itu tanpa pernah terbuka lagi
Perlahan tapi pasti ia berdiri dan berjalan pelan menuju orang itu
"Kakak? Kakak jangan prank kayak gini dong, seneng banget liat aku mommy dan yang lain sedih, barusan kan kamu beliin Ora es krim ini masih lengket ditangan Ora bekas es nya lho!"
"Kakak bangun ya, kan udah janji akan selalu bareng Ora, kakak kan juga bilang sayang banget sama aku," ia berusaha tersenyum berharap ini hanya mimpi, gadis itu menggigit bibir bawahnya agar tangisnya tidak terlepas
"Kakak kok ga jawab Ora? Kakak maaf ya tadi udah jailin kakak," ia menunduk sembari menggenggam tangan Aura
Keysia benar-benar merasa teriris saat ini, ia yakin ini hanya mimpi dan saat ia bangun nanti semua akan seperti semula dengan teriakan kesal Aura dan kejahilan Aurora
Iya Keysia yakin ini mimpi, namun wanita itu pingsan
Rin berlari panik mencari dokter dan akhirnya mengiring Keysia untuk ke ruangan rawat
Sementara Aline membujuk Aurora, Adeeva dan Shea hanya bisa menangis sesegukan menatap wajah pucat Aura yang saat ini membatu dihadapan mereka
"Ora, jangan bikin Aura gabisa pergi, dia bakalan kesakitan karena air mata~"
"BANGSAT! SIAPA YANG BILANG KAKAK GUE PERGI?! HIKS! BARUSAN GUE DIBELIIN ES KRIM ANJING! HIKS! KA- KALIAN JAHAT!" semua menjadi gelap bersamaan dengan berhentinya Aurora berbicara
"Aurora?! Sadar Ra! Dokter! Dokter,"
Bertepatan dengan Aurora yang dipindahkan keruangan lain, Cavin Kenneth dan Kennafh datang
"Aura kenapa?!"
Adeeva dan Shea menunduk sembari menggeleng
Seperti kilat yang ganas mengenai tubuh Cavin, ia sangat sesak melihat pemandangan didepannya
KAMU SEDANG MEMBACA
AURORA : Beautiful but Dangerous!
Teen FictionAurora Huelva Garcia dan Aura Huelvi Garcia, gadis beruntung yang terlahir dari keluarga terhormat Mereka terpaksa pindah dari Perancis ke SMA favorite di Jakarta. Karena suatu hal, kedua gadis cantik itu harus berpenampilan nerd di sekolah yang dim...
