Harusnya kamu paham bahwa yang namanya menyakiti bukan harus membunuh atau mencari mati
~Quotes14~
~oOo~
Aurora memejamkan matanya menikmati semilir angin yang menembus celah-celah jendela diruangan khusus GHS
Cklek
Aura membuka pintu dengan tatapan datar yang diikuti oleh ketiga sahabatnya dengan wajah yang sama, kaget kagum dan tak percaya dengan siapa yang saat ini didepan mereka
"Ora, mereka udah tau," ucap Aura berjalan mendekati Aurora, "Hmm," sahutnya singkat
"Sumpah gila ini tempat keren banget! Kok gue baru tau ya kalau ada ruangan semegah dan sebagus ini di GHS," ucap Adeeva takjub yang diangguki Shea dan Aline
"Lo pada udah tau kan?" tanya Aurora masih dengan mata terpejam, ketiganya mengangguk sebagai jawaban, "Udah, Aura juga udah jelasin semuanya ke kita,"
"Good, gue harap kalian gabakal kasih tau siapapun," sahut Aurora sembari berjalan menuju kamar mandi
"Dia selalu gitu ya?" tanya Shea memperhatikan pintu kamar mandi
"Kalo lagi ada sesuatu pasti bakal gitu," ucap Aura seadanya, Aura tau Aurora marah karena dibohongi hanya karena ingin mengetahui identitas aslinya, ia sudah diberitahu Aura saat sebelum mereka kesana
Aurora keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sangat tidak feminim, ia memakai celana jeans hitam panjang dengan sedikit lipatan di ujungnya
Baju kaos putih polos yang dibalut dengan jaket jeans coklat serta sneaker putih yang memang sejak pindah kesini ia sudah membeli beberapa yang ia perlukan untuk ruangan itu
"Kemana lo?" tanya Aura melihat Aurora yang sedang mencepol rambutnya asal "Ada yang nyari ribut," balas Aurora singkat
Tanpa basa basi ia segera keluar meninggalkan tatapan bingung dari teman tenannya dan berjalan menyusuri koridor yang sangat sepi
~oOo~
Sejak tadi mereka memang belum ada niatan untuk pulang, meski jam sudah menunjukkan pukul enam sore
"Dia kemana Ra?," tanya Aline yang sedari tadi hanya diam, "Ga tau," sahut Aura singkat
"Lo pada nginep sini aja, gue bakal kabarin Aurora buat nginep disini juga," titah Aura yang diangguki mereka
"Ra, sebenernya kita udah curiga sama lo sejak awal kalian disini," ucap Shea jujur, Aura menatap Shea sembari mengangkat alisnya sebelah
"Kita tau, karena kalian susah untuk nutupin sifat asli pada diri kalian masing-masing," sahut Aline membenarkan
Aura terdiam, mungkin apa yang mereka katakan tidak ada yang salah, "Kalian gasalah buat cari tahu tentang kita, tapi caranya yang salah," ucap Aura menatap teman-temannya satu persatu
"Sorry Ra karena cuma itu ide yang kami dapet," jelas Adeeva yang diangguki Aura
"Sans ae, tapi lo harus tau Aurora bukan cewek sembarangan, gue harap kalian tau maksudnya," lanjut Aura lagi memperingatkan dan dibalas anggukan semangat dari mereka
Mereka sudah tau arah perkataan Aura, ia memperingati karena Aurora yang bad girl, takut sewaktu waktu akan diintai mode singanya oleh salah satu antara mereka
"Huaa gue seneng banget! Ternyata papi ga boong kalo kalian bakal kesini," teriak Aline sembari memeluk Aura, Aura membalas pelukannya meskipun sedikit bingung
KAMU SEDANG MEMBACA
AURORA : Beautiful but Dangerous!
Teen FictionAurora Huelva Garcia dan Aura Huelvi Garcia, gadis beruntung yang terlahir dari keluarga terhormat Mereka terpaksa pindah dari Perancis ke SMA favorite di Jakarta. Karena suatu hal, kedua gadis cantik itu harus berpenampilan nerd di sekolah yang dim...
