Niatku bukan untuk menipumu, tapi ingin memberitahukan mu bahwa aku bisa menjadi yang aku mau
~Quotes7~
~oOo~
Disinilah mereka sekarang, Garcia High School. sekolah yang didambakan setiap siswa siswi dijaman ini
Baru saja Aura dan Aurora berdiri didepan gerbang sekolah, sudah banyak pasang mata yang memandang mereka rendah dan menjijikan
“Anak beasiswa ya itu?”
“Ilfeel deh gue liat orang menjijikan itu.”
“Gue harap ga sekelas sama mereka.”
Dan masih banyak lagi bisikan yang terngiang ditelinga mereka. Aura hanya menghela nafas kasar, sedangkan Aurora sudah tidak tahan dengan sifat anak didik sekolah yang katanya bagus ini
Ia mengepalkan tangannya hingga memucat, saat Aurora ingin menghampiri cabe pasar itu, tangan Aura lebih dulu menahan lengannya
“Udah biarin aja, mereka juga gatau kan kita siapa?” bisik Aura berusaha menenangkan Aurora
“Cih dasar fake friends!” kesal Aurora melepaskan tangan Aura
“Yayasannya bikin gue kagum karena terlalu sempurna, tapi orangnya menjijikan semua ya?” ucap Aurora yang entah kagum atau kesal dengan lingkungan baru mereka
“Hem Ara,” Aura melihat Aurora yang baru saja memanggilnya
“Kita ga salah alamat kan? Ini bener yayasan bokap kan?” kagum Aurora mengabaikan kekesalannya
“Ga lah bego, lo galiat itu disana ada tulisan GARCIA HIGH SCHOOL!” sahut Aura jengah dengan sifat adiknya yang cukup persis dengan bunglon ini
“Hehe bener si, tapi beda banget waktu terakhir kali kita kesini kan ya?” ucap Aurora sembari memperhatikan indahnya yayasan itu
“Kita kesini waktu jamannya Siti Nurbaya lah iya beda.” sahut Aura geram
“Ga nyangka gue lo lebih tua berpuluh puluh tahun dari gue Ra” kagum Aurora polos
“Ck! Gatau kata ibaratkan ya lo, udah ah yuk masuk kita ke ruangan tante Sheila dulu,” ajak Aura yang tak tau harus berkata apa lagi agar Aurora paham
“Salah sendiri ga pake ‘ibaratkan’ dulu,” gumam Aurora sembari menghentakkan kaki nya mengikuti Aura
Baru beberapa saat mereka berjalan, Aurora tak sengaja menabrak seseorang
Bruk
“Aduh! Eh Anj~”
“Mm--maafin kita ya,” ucap Aura memotong kalimat Aurora sambil menundukkan kepala
“Eh cupu! Lain kali kalo jalan pake mata bisa?” ketus seseorang dengan tatapan tajam. Ia memperhatikan penampilan mereka dari atas sampai bawah kemudian melenggang pergi
Aurora menggertakkan giginya sembari mengepalkan tangannya
“Anjing! Dimana-mana orang jalan pake kaki sialan! Lo juga kenapa harus potong-potong omongan gue? Dikira wortel apa!” sahut Aurora menatap Aura sinis
“Kalo bego jangan sampe akar dong Ra! Sadar diri lo itu lagi nyamar dasar cupu,” sindir Aura dan pergi meninggalkan Aurora
“Lo juga kali,” gumam Aurora sembari menunduk, namun kepalanya terbentur saat Aura tiba-tiba berhenti dan berbalik
“Kenapa penampilan kita harus gini sih? Gue kan gabakal bisa dapetin cowok ganteng lagi,”
“Lo udah tau jawaban nya kan?!” ketus Aurora dan pergi meninggalkan tatapan cengo dari Aura
KAMU SEDANG MEMBACA
AURORA : Beautiful but Dangerous!
Teen FictionAurora Huelva Garcia dan Aura Huelvi Garcia, gadis beruntung yang terlahir dari keluarga terhormat Mereka terpaksa pindah dari Perancis ke SMA favorite di Jakarta. Karena suatu hal, kedua gadis cantik itu harus berpenampilan nerd di sekolah yang dim...
