Tanpa sadar, sikap bekumu membuat aku ingin tau lebih banyak tentangmu
~Quotes8~
~oOo~
"Kalian masuk ke kelas XII MIPA 2, apa kalian perlu Aunty anter?" tawar Sheila kembali melihat kearah Aura dan Aurora, namun pandangannya terfokus pada Aurora yang menganga lebar
"Aun-aunty serius!" tanya Aurora tak percaya
"Hahaha! Wajahnya tolong dikondisikan dong sayang, bikin malu aunty aja,"
Mereka tertawa melihat Aurora yang mengerucutkan bibirnya kesal, bagaimana mungkin ia bisa tahan dengan kelas yang hanya mengukur benda jatuh dan benda berjalan setiap saat
"Syukuri aja, sekarang lo itu ibaratkan anak pungut yang mendapatkan beasiswa karena otak," sahut Aura sembari pergi
"Iya bersyukur, masalahnya itu peraturan dikelas bakal bikin gue terserang penyakit penurut dadakan." gumam Aurora membuat Sheila terkikik geli
"Hmm aunty aku nyusul Ara dulu ya,"
"Perlu aunty anterin?" sahut Sheila takut keponakannya akan tersesat, berbeda dengan Aura yang tentu saja memiliki kemampuan bertanya yang sopan, jadi ia rasa cukup aman dengan melepas Aura sendiri
"Gak usah aunty, lagian aku masih inget kok jalannya hehe,"
"Yaudah, aunty juga udah kasih tau wali kelas yang kebetulan lagi ngajar dikelas kamu sekarang, jadi nanti tinggal masuk aja ya," Aurora mengangguk dan keluar dari ruangan Sheila
Cukup lama ia berkeliling namun masih belum memperlihatkan tulisan 12 Mipa 2. "Nyesel gue sok tau," gumamnya sembari melihat kanan-kiri, namun nihil tidak ada siapapun disepanjang koridor
Aurora kembali berjalan sembari menghentakkan kakinya cukup keras, namun ia berhenti tak jauh dari lapangan yang memperlihatkan beberapa siswa di sana.
"Dihukum kali ya mereka?"
Ia mendekati siswa tersebut tak lupa dengan gaya polos nan lugunya, meskipun terpaksa mengingat penyamarannya yang cukup menampilkan kesan 'anak baik'
"Ahm permisi gu-eh saya boleh bertanya tidak?" ucap Aurora pelan sembari menunduk, sontak membuat kelima lelaki itu melihat kearahnya
"Eh sejak kapan ada cupu disekolah kita?"
sahut salah satu dari mereka sembari memperhatikan Aurora dari atas sampai bawah
Aurora yang mendengar itupun mengangkat kepala dengan mata tajamnya yang menusuk sembari mengepalkan kedua tangannya
'Duh gemesin bet ya pen cubit ginjalnya,' batin Aurora sembari tersenyum geram
Perlu digaris bawahi Aurora paling tidak suka jika ada yang memanggilnya cupu atau nerd, entah apa alasannya walaupun dia sendiri yang melakukan penyamaran itu
"Widih, serem banget deh matanya udah kebelet keluar ya neng?" sahut yang lainnya sembari menyikut lengan teman sebelahnya
"Oh! Lo yang tadi nabrak gue kan?" Aurora tetap diam, menahan agar emosinya tidak meledak
'Masih gue pantau,' batin Aurora setelah menyadari salah satu siswa yang sedang hormat di sana, ia menghembuskan nafas kasar dan bertanya sekali lagi
"Maaf kedatangan saya kesini ingin bertanya, dimana letak kelas dua belas mipa dua?" tanya Aurora lagi dengan suara yang sedikit lebih tegas
Kelima lelaki itu memandang satu sama lain dan kembali melihat Aurora dengan tatapan yang sulit diartikan
KAMU SEDANG MEMBACA
AURORA : Beautiful but Dangerous!
Genç KurguAurora Huelva Garcia dan Aura Huelvi Garcia, gadis beruntung yang terlahir dari keluarga terhormat Mereka terpaksa pindah dari Perancis ke SMA favorite di Jakarta. Karena suatu hal, kedua gadis cantik itu harus berpenampilan nerd di sekolah yang dim...
