“Kamu itu ganteng, jadi wajar aku suka. Tapi kamu bukan penyihirkan? Yang datang saat aku tak menginginkan”
~Quotes2~
~oOo~
“Ganteng!” gumam Aura sembari memegang kedua pipinya gemas, ia terus saja tersenyum bahkan tak menyadari Aurora yang sedari tadi melambaikan tangan didepan wajahnya
“Woy Ara!” teriak Aurora geram tapi tidak ada sahutan dari Sang empunya, bukan Aurora namanya jika dia tak mempunyai akal untuk bertindak sesuatu
Gadis itu berjalan dengan langkah cepat ke tempat dimana seorang lelaki blasteran Indonesia-Perancis tampan yang bahkan tidak pernah dikenal sebelumnya. “Eh! Stop stop stop!” Aurora merentangkan tangan di depan motor sport merah hitam milik lelaki tadi guna menghambatnya.
Aura tersadar akan hal itu sangat kaget dan melototkan matanya
Cowok itu mengernyitkan dahi melihat Aurora yang berdiri didepan motornya dan memilih turun dari motor
“Hm, gue boleh minta tolong gak?” Aurora merubah raut wajahnya menjadi sedatar mungkin dan memperlihatkan sisi cueknya.
“Lo siapa?” tanya cowok itu sembari memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana sembari mengangkat alisnya sebelah
“Oh ya gue Aurora bisa dipanggil Ora juga sih,” kata Aurora menjulurkan tangannya yang juga dibalas cowok itu. Tiba-tiba saja sisi cuek Aurora hilang entah kemana
“Gue Kennafh, so? lo mau apa?” Kennafh melepaskan jabat tangan mereka
“Hm gua minta tol-”
“ORA!” ucapan Aurora terhenti saat Aura datang dan berteriak di telinga Aurora.
“Ck aduh! berisik banget si, budek nih kuping gue!” ketus Aurora kesal
“Ngapain lo disini?”
“Kan tadi lo liatin cowok ini mul-” ucapan Aurora terhenti saat Aura membekap mulutnya yang ngawur, lebih tepatnya terlalu jujur.
“S-sorry ya kembaran gue emang suka ngawur kalo ngomong,” ucap Aura tersenyum canggung yang hanya dibalas dengan tatapan dingin
Aura berjalan menyeret Aurora ketempat coper yang tadi ia tinggalkan. Namun langkahnya terhenti saat ada tangan kekar menahan bahunya. Gadis itu memilih untuk berbalik dan tentu saja kaget karena jarak wajah mereka yang cukup dekat, ia segera menunduk karena tak tahan melihat wajah lelaki itu
“Hmpt hmpt!” Aura tersadar dari lamunan nya dan segera melepaskan bekapan tangan dari mulut Aurora
“Lo kalo lagi baper jangan bikin kembaran lo yang paling cantik gak ketulungan nan kece badai ini hampir kehabisan nafas dong! Kalo gue mati gimana? Secara kan gue kembaran kesayangan lo bisa berabe dong kalo gue ga ada!” cerocos Aurora panjang lebar
“Bacot!”
“Ngeselin,” gumam Aurora menanggapi ketusan Aura
Aurora tak sengaja melihat Kennafh yang masih berdiam diri menyaksikan pertengkaran ringan itu pun segera memilih untuk meninggalkan mereka berdua.
“Kalian berdua disini dulu ya, gue laper banget mau ke toilet dulu,” ia berlari tanpa menunggu persetujuan dari Aura
Aura dibuat cengo namun detik berikutnya ia memilih untuk berbalik dan lagi-lagi tak sengaja menatap wajah tampan Kennafh yang terpapar sinar matahari
“Ehm hai, nama lo siapa?” ia segera mengalihkan pandangannya meskipun sedikit gugup memberanikan diri untuk bertanya
“Kennafh Grazdhan Williams, Kennafh.” Kennafh menampilkan wajah datarnya
‘Williams?’ batin Aura berpikir
Kennafh mengangkat alisnya sebelah membuat Aura gelagapan sendiri dan segera membalas jabatan tangannya
“Oh gu--gua Au-” ucapannya terhenti saat ada suara dari arah belakangnya.
“Woy! Dicariin malah disini, ngapain aja sih lo!” teriak seseorang dari belakang Aura
“Dia Kenneth karib gua,” Aura tersenyum canggung dan menganggukkan kepalanya.
“Cewek lo?” Kennafh pergi tanpa menjawab pertanyaan sahabatnya, “Kebiasaan!” kesal cowok itu membuat Aura terkikik geli
“Eh hai, kenalin gue-”
“Cepet atau gue tinggal!”
“Aelah, sorry ya gue harus pergi, dia emang gitu perjuangin kalo lo suka,” cowok itu tersenyum sembari menepuk pundak Aura
‘Kamu itu ganteng, jadi wajar aku suka. Tapi kamu bukan penyihirkan? Yang datang saat aku tak menginginkan,’ batin Aura tersenyum melihat motor yang kian menjauh
~oOo~
~To be Continue~
Gimana gaes?
Terus baca, vote, dan comment ya gais!
Jangan jadi sillent reader ya, tinggalin jejak oke
Revisi
Revisi 25 Nov 2020
AuristelaAnna_
KAMU SEDANG MEMBACA
AURORA : Beautiful but Dangerous!
Teen FictionAurora Huelva Garcia dan Aura Huelvi Garcia, gadis beruntung yang terlahir dari keluarga terhormat Mereka terpaksa pindah dari Perancis ke SMA favorite di Jakarta. Karena suatu hal, kedua gadis cantik itu harus berpenampilan nerd di sekolah yang dim...
