Gini ya rasanya liat orang yang selama ini hanya mementingkan kita berpaling?
~Quotes27~
~oOo~
Seperti hari biasanya Aurora dan Aura selalu datang lebih awal agar penyamaran mereka tertata dengan rapi
"Apa yang harus gue lakuin?" gumam Aurora sembari menggigit kuku jarinya
"Kenapa dek?" tanya Aura menatap kegelisahan Aurora, "Eh itu Ar, gu-gue lupa bawa powerbank," sahut Aurora meyakinkan
'Apa lagi ini Ra?' batin Aura sembari mengalihkan pandangan dari Aurora, Setaunya gadis itu tidak pernah memikirkan masalah kecil yang tidak masuk akal
"Ehm, Ar gua cabut dulu ya," izin Aurora yang dibalas anggukan sang kakak, tentu saja setiap gerak gerik gadis itu dicurigakan Aura
Ia bahkan tidak bisa menyembunyikan bangkai semut yang cukup lama dari Aura
~oOo~
Saat bel istirahat berbunyi, kelima gadis yang selalu menjadi sorotan GHS berjalan santai menuju tempat pengisian bensin mereka, Kantin.
Hanya bertiga yang dipuji sementara yang berdua, mereka akan selalu menjadi bahan tawaan dan hinaan disekolah
"Dev, lo tadi tumben dateng pagi?" tanya Shea sembari mengernyitkan dahi, "Heh heh, suki suki mi dung," sahut Adeeva mengibaskan rambutnya
"Buset bahasa apaan tu njing?" sambung Aline heran, "Udah jelas tu bahasa anjing, babi mana ngerti," timpal Aurora sok sibuk
"Etdah bocah, enak ae lu ngatain gua," ucap Aline tak terima
"Gua tadi bilang apa?" tanya Aurora balik
"Lo bilang gini 'Udah jelas itu bahasa anjing, babi mana ngerti' gitukan tadi lo bilang," ucap Aline tak terima
"Nah bener, terus tadi yang ngulangin omongan gue siapa?" tanya Aurora sembari meletakkan hpnya
"Gue," ucap Aline jujur
"Berarti yang bilang lo babi siapa?" tanya Aurora lagi
"Ya gu-aish mehong, ko jadi nyalahin gue, kan lu yang bilang kalo gua babi," sahut Aline tak mengerti
"Tapikan lu yang jujur akhirnya, dasar babi," ucap Aurora membuat Aline geram
"Ergh! tunggu pelambasan gua," sahut Aline membuat mereka tertawa
"Bukan pelambasan bi tapi pem.bala.san," ucap Aurora membenarkan
"Pesambalan eh pebablasan ah maksud gua pesamblasan ah! bodo amat! gua gadenger! Ni lidah susah amat ngaturnya," kesal Aline memaki maki lidahnya sendiri
"Hahaha! Gila anjer muka kek babi gitu malah jadi monyong kek bebek," sahut Shea tertawa lantang
Mereka tak menghiraukan tatapan semua orang yang tengah memperhatikan mereka yang seperti toa jalanan, jika ada.
Aura tidak terlalu mengeluarkan suaranya, ia hanya sedang memikirkan apa yang sebenarnya disembunyikan Aurora
"Lo dari tadi kenapa diem gitu?" tanya Aline membuat mereka sama sama beralih menatap Aura
KAMU SEDANG MEMBACA
AURORA : Beautiful but Dangerous!
TeenfikceAurora Huelva Garcia dan Aura Huelvi Garcia, gadis beruntung yang terlahir dari keluarga terhormat Mereka terpaksa pindah dari Perancis ke SMA favorite di Jakarta. Karena suatu hal, kedua gadis cantik itu harus berpenampilan nerd di sekolah yang dim...
