Masa remaja memang menyenangkan tapi jika menyangkut keluarga, aku akan mengorbankan segalanya
~Quotes26~
~oOo~
"Apa yang gue boongin sih? Gua ga pacaran kok sama dia," sambung Aurora meyakinkan
"Yang deket jenjang? Ngapain lo disana?," tanya Aura tepat sasaran
~~
Jleb.
'Mampush! Kok dia bisa tau?' batin Aurora kaget
"Ehm, itu apa gu-gua tadi mau lewat terus dia nanya ten-tentang tugas semalam, iya tugas semalam," ucap Aurora sedikit ragu, ia kembali melajukan mobilnya pelan
Aura yang melihat ada keraguan pada Aurora merasa ada sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuannya
"Lo yakin?" tanya Aura sekali lagi, Aurora menjawab dengan anggukan kepala dan senyuman yang dipaksakan
'Sejak kapan Ora ngomong gagu?' batin Aura sembari mengernyitkan dahinya
"Lo kenapa liatin gue kek gitu sih?" sahut Aurora santai sembari tersenyum palsu
'Mommy Ora ganiat boong' batin Aurora memohon, Aura hanya membalas dengan anggukan kepala dan melanjutkan dengan cerita cerita konyol yang menemani mereka sepanjang perjalanan
"Assalamualaikum!" sahut mereka saat melihat Keysia dan Cavin tengah bersantai di ruang keluarga
"Walaikumsalam, dari mana kalian?" tanya Cavin melihat kedua putrinya pulang sedikit larut
"Tadi kami di sekolah dad, kita istirahat di GHS karena pengen aja hehe," ucap Aura tersenyum
"Oh baiklah, ada yang ingin daddy bicarakan," sahut Cavin menatap Keysia sesaat
"Bicaralah daddy, ada apa?" tanya Aura melihat Keysa dan beralih pada Cavin
Cavin menatap kedua putrinya dan menarik nafas kasar "Kalian ingat apa yang daddy ucapkan beberapa bulan lalu?" tanya Cavin membuat Aura dan Aurora memutar memorinya kembali
'Oh Shit!' batin Aurora mengumpat, ia ingat bahkan sangat ingat apa yang akan dibicarakan Cavin padanya dan Aura
Mereka menganggukan kepala ragu mengingat ucapan Cavin waktu itu
"Besok malam adalah hari dimana kalian dipertemukan dengan orang yang akan menjadi imam kalian," ucap Cavin datar dan pergi meninggalkan wajah tak percaya dari putri kembarnya
Keysia yang melihat Cavin pergi juga ikut pergi mengikuti Cavin dari belakang
Kedua gadis itu terdiam mendengar keputusan lama yang kembali teringat, Aura pergi dalam diam meninggalkan Aurora dengan beribu pikirannya
"Apa yang akan terjadi? Bahkan aku dan Aura belum sempat membantah satu kata pun dari daddy," gumamnya cemas sembari berjalan meninggalkan ruang keluarga
~
Keysia sedikit berlari kecil melihat Cavin yang tengah duduk ditaman belakang menatap bulan sabit
"Ka-kau mengambil keputusan begitu cepat," ucap Keysia memegang bahu Cavin
"Sudah kuputuskan besok malam tepatnya sejak dua bulan lalu," sahut Cavin datar
"Aku tau, tapi ini masih sangat muda untuk mereka menikah dan menjalani hidup masing masing," ucap Keysia menjelaskan apa yang ada dihatinya
"Apa kau pikir aku akan melepaskan mereka begitu saja? Aku sangat tidak ingin jika pernikahan itu terjadi, aku sangat menyayangi kedua putriku, tapi perjanjian itu? Aku tidak habis pikir dengan keputusan ayah," sahut Cavin menjelaskan
KAMU SEDANG MEMBACA
AURORA : Beautiful but Dangerous!
Teen FictionAurora Huelva Garcia dan Aura Huelvi Garcia, gadis beruntung yang terlahir dari keluarga terhormat Mereka terpaksa pindah dari Perancis ke SMA favorite di Jakarta. Karena suatu hal, kedua gadis cantik itu harus berpenampilan nerd di sekolah yang dim...
