Menurutku ini pertemuan yang menguntungkan dengan kamu yang tidak menilai hanya dari tatapan
~Quotes9~
~oOo~
“Kalian lagi, kapan toh kalian gak telat,” Lelah Bucin memijit pelipisnya.
~~
“Ehehe hmm itu buk anu tadi~” sahut salah satu cewek dengan rambut lurus coklat sepunggung
Belum selesai menjelaskan, ucapannya telah dipotong oleh Bucin yang sudah berdiri didepan ketiga gadis cantik itu.
“Tidak ada alasan, kalian bertiga pergi kelapangan dan hormat sampai jam pelajaran saya selesai, S.E.K.A.R.A.N.G!” tegas Bucin menekankan ucapannya diakhir kalimat
“Yah ibuk, capek buk, gerah lagi, aduh ibuk ntar aja ya, ini kulit saya item gimana bu, kan kasian duit yang saya gunain buat lulurannya kebuang sia sia,”
Keluh gadis yang berdiri disamping kanan dengan rambut blow panjang yang berwarna coklat kehitaman dikuncir menjadi satu kebelakang
“Tidak ada alasan, pergi sekarang atau hukuman kalian saya tambah!” tegas Bucin tak terbantahkan
“Aduh buk, ibuk gak kasian sama kita ya, secara kita kan most wanted disekolah ini trus kalau kita sakit, pingsan atau mati gimana? Stok cecan kan jadi berkurang buk!” cerocos gadis yang berdiri disamping kiri dengan rambut blow gelap sebahu
“Baik kalau itu yang kalian mau, ibu minta kalian bertiga bersihkan seluruh kamar mandi kelas dua belas termasuk kamar mandi guru!” habis sudah kesabaram Bucin menghadapi tiga siswi yang baru saja datang
“Iya iya ini otw bu,” ucap salah satu mereka acuh, “Otw kemana kalian?” tanya Bucin mengernyitkan dahinya
“Mau kekantin bu laper,” ceplos mereka dan langsung ngacir sebelum singa betina mengaum
“Aline! Adeeva! Shea! Kalau tidak kalian bersihkan saya tunggu kalian diruang Bk!” teriak Bucin lebih keras dari nada yang sebelumnya.
“iyaa bu iya!” teriak mereka tak kalah kerasnya disela koridor mereka berlari
Seluruh siswa susah payah menahan tawa melihat wajah Bucin yang sudah merah padam dengan nafas yang terengah-engah
Hidungnya yang sudah kempas kempis dengan mata yang melotot tajam membuat wajah keriput nya sedikit seperti genderuo menurut mereka
Dibelakang sana Aura lebih memilih menggunakan earphone dibanding memperhatikan kejadian UnFaedah didepannya
Sedangkan Aurora ia sudah tertawa terbahak-bahak bahkan ia tidak sadar bahwa seluruh perhatian sudah mengarah padanya
“Ekhem ekhem!” Aurora menghentikan tawanya karena mendengar suara deheman seseorang di sebelah meja Aura
‘Mampus!’ batin Aurora melihat siapa yang berdiri di dekatnya
Bucin disana berdiri dengan berkecak pinggang jika di film kartun mungkin sudah keluar asap dari telinga dan hidung wanita itu
Aurora kembali menundukkan kepalanya, Aura yang baru sadar akan hal itu face palm karena tingkah gadis itu.
‘Yaampun mampus bisa ketauan penyamaran ini kalo sifatnya Ora gak bisa dikondisikan gini, ck bego!’ batin Aura kesal.
“Apa yang kamu tertawai!” bentak Bucin lantang
“Hmm Itu buk-anu ng~”
“Dia ketawa karena kaca mata saya kebalik buk,” sahut Aura memotong ucapan Aurora
KAMU SEDANG MEMBACA
AURORA : Beautiful but Dangerous!
Novela JuvenilAurora Huelva Garcia dan Aura Huelvi Garcia, gadis beruntung yang terlahir dari keluarga terhormat Mereka terpaksa pindah dari Perancis ke SMA favorite di Jakarta. Karena suatu hal, kedua gadis cantik itu harus berpenampilan nerd di sekolah yang dim...
