"Aku yakin dengan apa yang ku pikirkan sejak lama, tapi kalau hanya dengan keyakinan saja akankah kita kembali bersama?"
~Aurora~
~oOo~
Aurora masih dengan raut wajah yang sama, 'Kesal'.
Ia berjalan sembari menghentakkan kakinya tanpa berniat mengajak Kennafh yang susah payah membawakan barang belanjaannya untuk berbicara
"Balikin!" pinta Aurora saat mereka duduk disalah satu bangku taman yang tak jauh dari pameran
"Buat?" tanya Kennafh peka terhadap apa yang diminta Aurora
"Balikin mana punya gue ah! Dasar pelit?" kesal Aurora yang dengan mudah merebut dompet itu dari Kennafh
"Dasar bencong, masak gua rebut dompetnya langsung dapet, lemah lo," cibir Aurora bangga
"Lo galiat ditangan gue ada apa?" tanya Kennafh kesal, Aurora melirik Kennafh dan mengeluarkan cengiran kudanya sembari membentuk tanda 'V' dijarinya
Kennafh menghela nafas kasar dan kemudian menatap Aurora yang sangat antusias dengan sesuatu yang tak jauh dari mereka
Saat Aurora kembali ia membawakan dua kotak es krim coklat dan membaginya dengan Kennafh
"Gue ikhlas, anggep aja rasa makasih gua karena lo udah nemuin dompet gua," ucap Aurora dan kembali fokus pada es miliknya
Kennafh tidak berniat memakan es krim itu, ia terus memperhatikan Aurora yang tidak memperdulikan sekitarnya saat memakan es krim
'Lucu banget, yatuhan perasaan apa ini?' gumam Kennafh tersenyum tulus
Aurora yang merasa diperhatikan segera melihat kearah Kennafh dan mendapati laki laki itu tengah menatapnya sembari tersenyum
"Woy! Tau gue cantik tapi liatinnya jangan sekarang napa? Gua lagi makan ini?" ucapan Aurora berhasil membuat lamunan Kennafh buyar
"Hm ekhem, lo jadi pacar gua!" ucap Kennafh to the point, Aurora mengangkat alisnya sebelah, "Bego! Lo nembak apa gimana sih? Gaada manis manisnya," sahut Aurora sedikit gugup
"Gua gaterima penolakan dan gasuka ditolak!" tegas Kennafh dan pergi meninggalkan Aurora setelah ia meletakkan barang belanjaan gadis itu dikursi yang tadi ia duduki
"Eh kampret, lo nembak apa maksa sih?!" kesal Aurora sembari melahap es krimnya paksa, Kennafh yang mendengar ucapan Aurora pun hanya tersenyum sekilas
"Kenapa harus gadis kaya dia yang bikin gue lemah?" gumam Kennafh sembari masuk kedalam mobilnya
Kennafh tidak menyesal karena tadi ia ditipu oleh Kenneth yang mengatakan bahwa ia lupa jalan pulang dari taman itu
~oOo~
"Gue Beneran jadian sama kutub es?" gumam Aurora setelah sampai dalam kamarnya
"Tapi Ara kan naksir ama dia? Gua juga ga punya rasa tuh, cowokkan semuanya nyakitin, ck! Gue harus bilang apa ni kalo Ara tau?" Aurora berusaha tenang namun pikiran yang membuatnya gelisah selalu saja muncul
"Tau apa Ra?" tanya Aura yang entah sejak kapan sudah berdiri dibelakang Aurora, gadis itu kelabakan sendiri melihat kembarannya datang tiba-tiba
"Ehm, itu anu lo sej-sejak kapan disini?"
"Baru, kenapa?" tanya Aura menaikkan alisnya sebelah
KAMU SEDANG MEMBACA
AURORA : Beautiful but Dangerous!
Teen FictionAurora Huelva Garcia dan Aura Huelvi Garcia, gadis beruntung yang terlahir dari keluarga terhormat Mereka terpaksa pindah dari Perancis ke SMA favorite di Jakarta. Karena suatu hal, kedua gadis cantik itu harus berpenampilan nerd di sekolah yang dim...
