19. TGFN

5.9K 292 4
                                        

Mau kamu itu berubah jadi apapun, aku bakal tetep bela kamu dan ada dipihak kamu
~Quotes19~

~oOo~

"Aurora?" Aurora menegang saat mendengar Kenneth memanggil namanya, "Si-siapa yang lo panggil?" sahut Aurora cepat

"Lo Aurora kan? Yang waktu dibandara kenalan sama sepupu gue?" Aurora terdiam menatap seseorang yang terbaring diruangan serba putih itu dengan tatapan bingung

"Oh, sebelumnya kenalin gue Kenneth yang paling ganteng dan baik hati disekolah ini, dan gue kelas dua belas Mipa satu btw, kalo kangen bisa kesana kok," Kenneth memperkenalkan dirinya bangga

'Helleh, baik hati dari mana? Guru aja kewalahan ngadepin lu, dasar human,' batin Aurora mencibir

"Woy! Tangan gua pegel nih!" ucap Kenneth membuat Aurora kaget, "Ahm, iya gua bener Aurora, dan lo tepat sasaran," sahut Aurora meninggalkan Kenneth dengan anggota PMR yang menjaganya

"Dasar cewek, untung cantik kalo ga gua santet juga lo!" kesal Kenneth mendumel menatap punggung Aurora yang mulai menghilang dibalik pintu bercat putih tersebut

"Eh, kalo bener itu Aurora? Ngapain dia kesini? Apa benar dia sekolah disini? Kalo iya kok gak gempar ya? Pasti kembarannya juga ada disini kan? Ada yang gak beres deh keknya," gumam Kenneth mengeluarkan sederet pertanyaan yang entah pada siapa

Aurora berjalan semakin cepat saat mendengar teriakan teriakan yang memuji dan bahkan ada yang menatapnya dengan tatapan iri

Ia tetap acuh dan pergi meninggalkan GHS, Aura yang melihat itupun juga ikut pergi dari ruangan utama

Karena kejadian itu, semua siswa GHS dipulangkan begitu juga dengan Kenneth yang sudah ditangani Kennafh

"Eh Ora? Kok kamu udah pulang? Tadi gak sekolah ya?!" ucap Keysa kaget saat Aurora pulang dengan tatapan, "Kok anak gua horror gitu?" gumam Keysa menaikkan alisnya sebelah

"Seseorang mengacau di GHS mom, kayaknya gangster waktu itu ingin membalas dendam," sahut Aura yang berjalan tidak jauh dari Aurora

Keysa hanya ber-oh ria karena sudah biasa mendengar kabar bahwa Aurora berkelahi, awalnya tentu saja ia marah besar, bahkan putra terbesar di Perancis pun pernah dilawan oleh Aurora, dasar bar bar.

Keysa yang sudah lelah menceramahi dan memarahi Aurora hanya bisa pasrah ditambah lagi Cavin telah menenangkannya dan memberi kepercayaan untuk Keysa bahwa Aurora memang berbakat dibidang 'Perkelahian'

"Ora kenapa?" Tanya Cavin datar menatap lurus pada punggung Aurora yang kian menghilang dilekukan tangga, "Biasa Dad" Sahut Keysa menatap suami tercintanya yang baru keluar dari dapur

Aura mengurungkan niatnya untuk menyusul Aurora karena Cavin sudah berjalan menuju kamar Aurora, "Eh ayam copot ah!" latah Keysa saat pintu kamar Aurora ditutup keras

"Apa yang terjadi?" tanya Cavin dingin membuat Aurora membalikkan badannya cepat

"Daddy!" ucap Aurora berlari dan memeluk ayahnya yang menggunakan baju kaos hitam polosnya dan celana selutut

Aurora menangis dalam diam dibalik dada bidang ayahnya, "Kau kenapa? Katakanlah," ucap Cavin membelai sayang surai anak bungsunya itu

"Aku tidak apa apa, hanya saja aku merasa sedikit lelah dad," sahut Aurora tertahan berharap Cavin tidak mengetahui bahwa ia menangis

"Apa kau terluka?" tanya Cavin melepaskan pelukannya, Aurora segera menghapus air mata dan menatap Cavin dengan senyuman

"Aku tidak terluka, tetapi GHS mungkin mengalami kerusakan yang sedikit parah, karena aku sedikit telat datang," jelas Aurora yang sudah duduk disofa kamarnya dan diiringi Cavin

AURORA : Beautiful but Dangerous!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang