18. TGFN

6.1K 289 6
                                        

Entah mengapa, aku semakin yakin kamulah orang yang membuatku semakin ingin mengusik duniamu
~Quotes18~

~oOo~

"Tumben adek kamu manyun gitu kek pantat ayam Ar?" sindir Keysa saat melihat putri bungsu nya jalan dengan lesu menuruni anak tangga satu persatu

"Au ah Mih, Ora capek," sahut Aurora membenamkan kepalanya diatas meja makan, "Napa lu tong? Lemes gitu abis ngapain?" tanya Aura sembari memoleskan selai coklat pada roti tawar miliknya

"Cabutin bulu ketek," sahutnya asal, "Iyuh, jijik bet sih kamu Ra," ucap Keysa menatap Aurora jijik

Namun yang ditatap hanya mengangkat bahu acuh dan kembali membenamkan kepala nya

"Mih, Papi mana?" tanya Aurora saat sadar bahwa Cavin tidak ada disana, "Ada meeting mendadak katanya," balas Keysa acuh, "Kan Sabtu mom? Masih kerja ya?" tanya Aurora kesal

"Monyet bego, ada perusahaan yang bermasalah, yakali bisa libur! " Sahut Aura menabok kepala Aurora asal, "Aish! Otak cantik gue ntar geger lho," kesal Aurora menatap tajam Aura

'Cih! Paling ketemu tu orang lagi, benci banget gue,'  batin Aurora menahan marah

"Ahm, yodah deh mom Ora berangkat dulu," izin Aurora dan berlari menuju kamarnya

"Ora! Sarapan dulu dek, jangan lupa mandi!" teriak Keysa yang dibalas anggukan oleh Aurora yang masih terlihat dari tangga

"Dasar bocah, sepagi ini mau kemana? Lagian juga kalian berdua kenapa manggilnya ga pernah netap sih! Kadang mommy, ibu, mami, mama, besok apalagi umi? Kenapa gak enyak ato emak sekalian" cerocos Keysa mendumel tidak jelas membuat Aura terkikik geli

'Btw Ora semalem kemana ya? Semoga aja gak ngelakuin hal apapun," batin Aura melihat tangga yang kosong

'Huff, bahagia banget gua, akhirnya cukup banyak bukti buat suatu hari nanti' batin Aurora tersenyum iblis

"Kesel gua ilang dong kalo gini mah!" gumamnya menatap diri sendiri dicermin

~oOo~

"Mau kemana lo dek? Pagi pagi udah rapi aja," tanya Aura membuat Aurora terlonjak kaget

"Saoloh tadi otak sekarang jantung, lu pengen gue cepetan mati ya! Ngagetin aja," kesal Aurora yang hanya dibalas cengiran kuda oleh Aura

"Oke oke, sekarang lo mau kemana?" ucap Aura menahan lengan Aurora agar berhenti

'Duh, gue harus jawab apa?' batin Aurora sembari menggigit kukunya

"Eh ditanya kok malah bengong, lo mau kemana?" tanya Aura lagi sembari mengernyitkan dahi

"Eh ehm, ini itu gue ma-mau ada janjian sama Orlin, iya janjian sama Orlin," sahut Aurora memaksakan senyumnya

"Gosah pake masker deh, mumpung ibu gak dirumah hoho," gumam Aurora tersenyum senang

"Kak gue berangkat ya!" ucap Aurora setelah mencium pipi Aura sekilas, "Dia mau kemana?" Aura melihat kepergian Aurora dengan tatapan bingung

"Orlin keluar kota sama Aline, gue ikutin deh," ucap Aura dan mengikuti Aurora menggunakan mobilnya.

"Eh beli makanan kok sebanyak itu? Buat siapa ya?" tanya Aura saat melihat Aurora keluar dari rumah makan Padang membawa tiga kantong besar yang dipenuhi makanan dan minuman

"Eh Ora kemana? Kok jalanannya sepi gini ouh, No! Jangan bilang dia mau tawuran ato balapan?" gumam Aura men-cerocos saat menatap tempat yang dilaluinya, ia sedikit merinding karena melalui jalanan kecil ditengah semak semak seperti hutan

AURORA : Beautiful but Dangerous!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang