03. TGFN

10.3K 486 2
                                        

Aku rindu, tapi ucapan itu membuatku ingin pergi lagi dan berlalu
~Quotes3~

~oOo~

“Samlekom! Yang kangen Ora merapat! Gak ada yang mau dipeluk gitu?!” teriak seorang gadis didepan pintu mansion yang megah bergaya Eropa modern

Pletak!

“Aduh! Sakit anjer, hobi banget nyakitin gue.” sahut Aurora sembari memegang kepalanya yang terkena jitakan manis

“Jadi cewek anggunan dikit napa? Rusuh banget,”

“Gue Aurora dari langit utara bukan anggun jadi ngapa harus anggunan coba?” Aura hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan Aurora

“Tuh kan lo gabisa jawab gue,”

“Tarzan,” gumam Aura yang masih terdengar sang empu

“Mata lo katarak? Masa cewek cantik lo bilang tarzan, kalo iya pun berarti lo juga dong secara kan lo kembaran gu~” cerocos Aurora terhenti saat mendengar pintu mansion dibuka.

“Non Ora Non Ara! Mbok kangen kalian!” antusias seseorang dengan membawa kemoceng dan membuka pintu dengan tergopoh-gopoh

“Simbok! Aaa Ora kangen!” teriak Aurora dan langsung memeluk mbok, pembantu Garcia sedari dulu sebelum tegaknya mansion Garcia

Aura yang melihat itu hanya tertawa geli, karena wajah mbok yang susah payah melepaskan pelukan Aurora dari lehernya.

“Non-Ora simbok ga bi-sa na-pas non,” ucap mbok berusaha melepaskan tangan anak majikannya yang satu ini.

“Eh hehe maap mbok abisnya Ora kangen!” Aurora melepaskan pelukannya sembari menggaruk kepala yang tak gatal sambil menyengir

“Hehe gak papa non, mbok seneng kalian tinggal disini lagi,”

“Daddy sama mommy?” tanya Aura yang sedari tadi hanya ikut tertawa

“Ada non di dalam,”

“Yaudah, nanti panggil pelayan buat bantu ambil barang di mobil ya,”

“Baik non,”

~oOo~

“Aaa mommy daddy, Ora kangen ini!” teriak Aurora saat melihat pria dan wanita paruh baya yang baru turun dari lantai atas.

“Sayang kalian udah dateng!” teriak Keysa mommy Aura dan Aurora antusias, ia melepaskan pagutan dari suaminya dan berlari menuruni tangga untuk memeluk putri kembarnya

“Unch mommy kangen kalian!” ucap Keysa disela-sela pelukan mereka. “Kita juga, mommy and daddy apa kabar? Daddy sini sama kita ayo!” ajak Aurora dan melepas pelukan mereka.

I'm fine, how about you?” jawab Cavin tenang sembari mendekati keluarga kecilnya

Padahal jauh di lubuk hatinya ia sangat bahagia karena kedua putri kembarnya akan tinggal bersama mereka, setidaknya begitu untuk saat ini

Sebenarnya Aura dan Aurora lah yang memohon kepada Keysa dan Cavin untuk tinggal di Perancis bersama Opa dan Oma mereka, dengan alasan ingin merawat mereka

Walaupun faktanya hanya membuat pasangan baya itu pusing tujuh keliling dengan sikap mereka

Yeah, we are good my daddy!” jawab Aura. Aura dan Aurora beralih kepada Cavin dan memeluk pria tampan yang sudah berumur itu

“Yaudah makan malem yuk! Kalian belum makan kan?”

“Wah mommy the best deh makin sayang gue punya emak kelewat baik, gajadi nyesel dong dilahirin mommy yang susah payah dibantu daddy tersayang,” ucap Aurora ngelantur.

“Mulut lu bocah, giliran makan aja sayang, bukan anak gue.” Gumam Keysa, namun masih didengar Aurora

“Aku anaknya kuntilanak yang beranak dalam kubur!” kesal Aurora menghentakkan kakinya sembari  berjalan menaiki tangga

“Eh baru pulang udah ngambekan aja si,” ucap Keysa sembari pergi meninggalkan Cavin dan Aura

Cavin dan Aura menatap satu sama lain lalu menggeleng heran sembari tertawa kecil

Mereka berjalan ke ruang keluarga dan bercerita pengalaman masing-masing sambil menunggu Keysa dan Aurora untuk makan malam

Lima belas menit kemudian mereka sudah berkumpul dimeja makan untuk menyantap makan malam bersama.

Selama acara makan tidak ada suara selain bunyi garpu dan sendok yang bersentuhan dengan piring, setelah selesai makan Cavin tidak langsung membiarkan putrinya beristirahat.

“Ara Ora ada yang ingin daddy bicarakan dengan kalian!”

“Mau ngomong apa dad?” tanya Aura mengernyit dan menatap Aurora yang menampilkan tatapan bertanya

“Hari Kamis, kalian harus kembali sekolah, dan juga 2 bulan lagi kalian akan segera menikah! Kalian daddy daftarin di Garcia High School.” ucap Cavin menjelaskan semua pada Aura dan Aurora

“WHAT THE~!” teriak mereka bersamaan.

Daddy, tapi kan kita baru nyampe!” teriak Aura reflek berdiri. Cavin menatap Aura sembari menaikkan alisnya sebelah, tatapan tajam itu membuat nyali Aura menciut dan segera kembali duduk

“Dan tentang nikah, papa bercanda kan?” sahut Aurora tak kalah syok nya

“Ini serius,”

“Ora ga mau, Ora sama Ara kan masih bocah, 17 tahun lho dad!”

“Bukan pilihan! Tapi perintah!” setelah mengambil keputusan Cavin langsung pergi dengan tatapan dingin membuat Keysa tak bisa berkutik dan memilih mengikuti Cavin setelah mengusap bahu kedua putrinya dengan wajah sedih

“Huuf, gimana nih Ar?”

Beginilah jadinya jika Cavin telah angkat bicara, perintah itu pasti absolute, tidak ada yang bisa membantah.

“Gatau gue!” balas Aura pasrah

“Argh Shit!” umpat Aurora tak terima, ia tidak terima kalau masa muda yang penuh dengan keceriaan akan segera berakhir

~oOo~

To be Continue
Gimana gaes?

Terus baca, vote, dan comment ya gais!
Jangan jadi sillent reader ya, tinggalin jejak oke

Revisi
26 Nov 2020

AuristelaAnna_

AURORA : Beautiful but Dangerous!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang