Kamu itu gadis unik, ada aja yang bikin aku tertarik dengan semua keanehan kamu dan, aku suka.
~Quotes30~
~oOo~
15 menit lamanya mereka melintasi ibukota yang cukup ramai malam ini, sesekali diiringi oleh perdebatan yang biasa dilakukan Kenneth dan Aurora saat bertemu
"Kok ancur," gumam Kenneth heran menatap suasana base camp yang kacau menurutnya, batu dimana mana dan kaca yang pecah
"Udah eh diem," ucap Aurora santai
Mereka memasuki sebuah bangunan yang berada tepat didepannya, Aurora kaget karena melihat kondisi laptop milik Parka hancur diatas meja
"Ora untung aja lo dat~"
"teng, woy Kenneth apa kabar lo?" sorak Zidan yang ucapannya sempat terpotong karena kaget sekaligus senang
"Zidan! Huaa gua kangen elu bangsat!" histerir Kenneth tak kalah senang, disambut juga dengan Parka dan yang lainnya, mereka berpelukan layaknya teletubis
Aurora diam menatap mereka cengo, hal tidak terduga bukan rombongan cowok ganas dan sangar akan terlihat seperti anak kecil jika begini
"Udah berapa abad lo pada ga ketemu sih? Gitu banget ampe cecan ga disambut," sindir Aurora membuat semuanya cengengesan
Seketika mereka terdiam menatap Aurora dari atas sampe bawah, yang ditatap juga heran apa ada yang salah pada dirinya
"Kenapa sih, kok pada cengo gitu awas ileran," ucap Aurora heran, menurutnya tidak ada yang salah kecuali pakaian yang sedikit berbeda
"Sumpah lo cantik banget!" gumam Zidan yang diangguki semua, "Heleh, lebay," cibir Aurora sembari melempar Zidan dengan kacang yang ada dimeja
Kenneth menatap Zidan tak suka dan memilih untuk mengalihkan pembicaraan kearah lain
"Tujuan lo kesini apa sih? Cuma pen dipuji doang?" tanya Kenneth menatap Aurora sinis
"Lo kalo ngomong dicatet dulu bisa gasih? Nyolot banget jadi orang," sahut Aurora kesal
Mereka saling memberikan tatapan membunuh seraya mengibarkan bendera permusuhan
"Udah gosah ribut, tapi sumpah Ra lo beda banget kali ini gua ga nyangka kalo lo dandan bisa jauh lebih cantik dari bidadari sekalipun," puji Parka tak kalah heboh
"Bacot lo pada! Tujuan lo kesini apa sih?!" sahut Kenneth semakin kesal, bagi Kenneth Aurora hanya boleh dipuji oleh dirinya
"Ck, ko lo ngegas sih? Auah gua ganti baju dulu Gan pinjem baju lo," ucap Aurora sembari pergi menuju kamar terdekat dari sana
"Ra kaos putih gua yang ada bordir 'Bastard!' jangan dipake!" teriak Zidan dari luar, "Kenapa?!" sahut Aurora tak kalah teriaknya
"Baju dia ada darahnya nembus kali," timpal Petter yang sedari tadi hanya diam, "Lo kira gua gadis apa? Sembarangan!" dengus Zidan menatap Petter tajam
"Tuhkan gampang marah kek perawan," sahut Petter sembari berjalan menuju Kenneth
"Bacot lo pada!" ucap Aurora yang sudah mengganti pakaiannya dengan kaos putih yang dipadukan dengan celana jeans hitam dan sneakers putih
"Ora! Kenapa lo pake sih udah dibilang gaboleh ya gaboleh!" Zidan menatap Aurora kesal
"Kenapa sih? Gitu banget, gue cuma minjem ga ngambil," ucap Aurora santai
"Baju itu dikasih cewek gue," gumamnya pelan namun masih didengar oleh Aurora
"Sejak kapan lo pacaran?" tanya Aurora sembari menaikkan alisnya sebelah, "Se-sejak udah ah kepo banget, sekarang gini deh kenapa lo bisa dateng bareng Kenneth?" cap Zidan mengalihkan pembicaraan
KAMU SEDANG MEMBACA
AURORA : Beautiful but Dangerous!
Teen FictionAurora Huelva Garcia dan Aura Huelvi Garcia, gadis beruntung yang terlahir dari keluarga terhormat Mereka terpaksa pindah dari Perancis ke SMA favorite di Jakarta. Karena suatu hal, kedua gadis cantik itu harus berpenampilan nerd di sekolah yang dim...
