05. TGFN

8.4K 407 5
                                        

Didepanmu aku bahagia, tapi andai kamu tau aku terluka dan ingin berteriak untuk mengatakan, 'Dia pelakunya'
~Quotes5~

~oOo~

Hari yang cerah dan sangat mendukung akitivitas dipagi ini, tapi masih tetap pagi yang menyebalkan bagi gadis kembar yang tengah duduk bersama ayah dan ibunya di meja makan.

“Kalian kok cemberut gitu hm?” tanya Keysa yang sedang mengoleskan selain kacang pada roti tawar

“Mommy kita capek banget, kayaknya aku sakit deh jadi sekolahnya diundur dulu ya mom.” rengek Aurora sembari bergelayut manja pada Keysa

“Eh apaan! Kalian itu udah kelas dua belas! aturannya hari senin kemarin kalian sekolah, ini malah udah cuti tiga hari minta libur tambahan pula,”

Cavin yang sedari tadi sibuk dengan koran hanya menggeleng sambil tersenyum simpul, baginya sudah biasa selalu ada keributan dan aksi konyol jika Aurora dan Keysa bersama

“Hm, Ora sama Ara berangkat dulu Mom Dad Assalamualaikum,” ucap Aura pasrah sembari mengerucutkan bibirnya dan berjalan menciumi punggung tangan Keysa dan Cavin yang diikuti oleh Aurora

“Walaikumsalam, hati-hati ya, jangan ngebut bawa mobilnya,” sahut Keysa memperingatkan

“Yakali ngebut, orang daddy nyuruh hari ini diantar Mang Ujang kok,” ucap Aurora memutar bola matanya malas

“Hehe, Mommy lupa,” ucap Keysa menyengir sembari mengggaruk tengkuknya yang tidak gatal

“Dimaklumin mah kalau udah tua suka lupa,” sahut Aurora dan segera berlari sembari menutup telinganya

“Siap-siap nih singa betina mengaum gegara ngam-”

“AURORA! MOMMY GAK TUA YAAMPUN ANAK DURHAKA KAMU YA!”

Aurora tertawa lantang mendengar teriakan Keysa yang telah diduganya, “Ara cepetan!” teriaknya dan menarik Aura masuk kedalam mobil

“Mommy ngomel gajelas tuh gegara lo,” timpal Aura yang juga tertawa

“Hahaha biarin deh, pak jalan!”

~oOo~

“Duh ini lampu merahnya kelamaan bikin gue makin males sekolah aja!” gerutu Aurora melirik arloji yang melingkar ditangannya

“Bacot lu Ra, ganggu gua baca novel aja deh,”

Aurora memutar bola matanya kesal kearah jendela, dan--

Deg

Jantungnya berdetak kencang karena sesuatu yang dilihatnya diluar jendela, ‘Engga-engga, mungkin gua salah liat!’ batin Aurora

Ia melirik sekilas kearah Aura dan kembali melirik kearah luar jendela,

“Gadis itu-”  matanya mulai berkaca-kaca

“Kenap--” ucapan Aura juga terhenti saat melihat seseorang yang berada di mobil sebelah mereka, seketika senyum Aura mengembang tanpa mengetahui Aurora telah menitikkan air mata

“Megi,” gumam nya lagi yang ingin menyapa gadis itu, namun Aurora lebih dulu mencekal tangan Aura, “Ora lo kenapa nangis?” tanya Aura kaget dan juga cemas

“Gapapa.” Ia mengedipkan matanya beberapa kali sembari mengusap matanya untuk menghilangkan jejak air mata

“Lo yakin gak papa?”

Aurora hanya menjawab dengan anggukan kepala disertai senyuman, Aura memperhatikan dan akhirnya mengangguk percaya

“Ra, Megi satu sekolah sama kita,” ucap Aura antusias sembari mengguncang bahu Aurora

'Dan gue benci kenyataan itu,' batin Aurora

“Gue tau, dan gue gak mau kita kesekolah hari ini,” sahut Aurora dingin membuat Aura mengernyit

“Tap~”

“Pak anterin kita ke Caffe Caramel sekarang!” perintah Aurora dingin memotong ucapan Aura

“Tapi non--”

“Gue gak terima penolakan dan gak suka ditolak!” potong nya dingin dan berhasil membuat nyali Aura menciut

Aura hanya bisa diam karena tak ingin berakibat fatal jika ia membantah

‘Apa sebenci itu lo liat gue deket sama Megi sehingga lo selalu bikin jarak sama gue Ra?’ batin Aura melihat Aurora yang kini hanya melihat keluar jendela dengan tatapan kosong

~

Setelah sampai disana mereka memilih duduk didekat jendela yang menghubungkan langsung pemandangan ibu kota

'Karena elo bangsat! Kenapa gue harus liat wajah biadab lo lagi anjing! Gue utang dendam sama lo Megi!’  batin Aurora geram, tanpa sadar tangan nya ikut mengepal menahan amarah

“Ora lo kenapa?”

“...”

“Ora hey?” Aura melambaikan tangannya didepan wajah Aurora yang sudah merah padam

“...“ masih tidak ada jawaban

“Or~”

“Maaf mbak ini pesanannya,” barulah Aurora tersadar karena pesannya sudah datang, mereka menerima dengan senyuman ramah yang diikuti ucapan terima kasih

“Dek lo kenapa sih?!” kesal Aura yang hanya dibalas senyuman oleh Aurora

“Gapapa,”

‘Gue takut Ar, karena gue rasa Megi akan melakukan sesuatu sama keluarga kita kalau dia tau kita disini.’ batin Aurora menjerit ingin mengatakan itu pada Aura, namun ia sangat yakin bahwa Aura tak kan pernah percaya padanya tentang keburukan Megi

“Ora kenapa si? Ngelamun mulu!” Aurora tersadar karena panggilan Aura untuk yang kesekian kali nya

“Ar gua boleh minta sesuatu ga?” Aura menaikkan alisnya sebelah membuat Aurora mendekat untuk membisikkan apa yang dia inginkan

“Lo gila ya!” teriak Aura kaget, karena ini masih pagi dan bukan hari libur jadi tidak ada orang yang terganggu karena teriakan gadis itu

Please gua mohon,” senjata ampuh Aurora atau biasa dikenal dengan puppy eyes, berhasil menaklukan hati Aura.

Gadis itu mengangguk yang disambut dengan senyuman sumringah sang adik

Arigato gamsahamida xiexie thank you dan terima kasih muah hehe” Aura menggelengkan kepala mendengar ucapan terimakasih dari berbagai negara itu

Misi selanjutnya mereka akan meyakinkan Cavin dan Keysa.

~oOo~

To be Continue
Gimana gaes?

Terus baca, vote, dan comment ya gais!
Jangan jadi sillent reader ya, tinggalin jejak oke

Revisi
04 Des 2020

AuristelaAnna_

AURORA : Beautiful but Dangerous!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang