12. TGFN

6.8K 356 20
                                        

Aku pikir semakin waktu berlalu kamu semakin menjadi lebih baik, tapi kamu masih tetap sama dan mungkin tak kan pernah berubah
~Quotes12~

~oOo~

Sejak pulang sekolah tadi Aura memilih untuk tidur di queen size bed kesayangan nya dengan memeluk boneka doraemon miliknya

Drrt..drrt

Aura terbangun saat ponselnya bergetar, dengan mata yang masih terpejam ia meraba-raba sekitar dan mengangkat telfon tanpa melihat terlebih dulu

“Ara bangun kebo, gua dari tadi gedor pintu lo nyet!” reflek Aura membulatkan matanya sembari terjun dari queen size

Ia mengusap telinganya karena mendengar teriakan seseorang dari seberang sana

“Duh apasi gangguin gua tidur aja lu!” kesal Aura berjalan membuka pintu kamarnya sembari mematikan telfon

“Sejak kapan pintu lo dikunci kalo tidur!” ketus Aurora berkecak pinggang

“Gua gak ngunci pintu kali ra, lo aja yang gak ngebuka,” dengus Aura memutar bola matanya malas

“Eh hehe kagak tau gua, udah ah temenin gua keluar bentar dong,” ucap Aurora sembari memasukkan ponsel kedalam jeans yang ia kenakan

“Mau ngapain? Tumben banget,” Aura mengernyitkan dahi bingung, pasalnya ia tau Aurora adalah orang yang suka ngeboan kalau lagi santai

“Gua mau ke mini market depan, snack gua abis hehe,” sahut Aurora dengan cengirannya

“Huff males ah gua ngantuk,” sahut Aura berbalik menutup pintu kamarnya

“Ish Ara ayok,” rengek Aurora mengikuti Aura dan mengeluarkan puppy eyes nya,
Aura kembali tertidur tanpa menghiraukan Aurora yang merengek tidak jelas di sampingnya

“Yodah gua pergi sendiri aja, ntar klo gua ilang gak usah lo cariin gua!” kesal Aurora berjalan keluar kamar Aura dengan menghentakkan kedua kakinya.

Aura yang mendengar itu pun menahan tawa susah payah “Gua pen tidur siang digangguin terus sih,” gumam Aura dan kembali mencari tempat yang nyaman, beberapa menit kemudian Aura sudah pergi menjelajahi alam mimpinya kembali.

~o0o~

Aurora keluar dengan menggunakan jaket jeans dilapisi kaus putih polos sepinggang dan celana jeans sepaha dengan rambut nya yang dibiarkan terurai

Ia mengeluarkan Lamborghini sport red yang ber-stiker petir black kesayangannya dan berjalan dengan kecepatan diatas rata rata

Aurora memang suka ngebut jika sudah berbau kendaraan, ia adalah pembalab terkenal di Perancis, meskipun puluhan kali keluarga nya melarang.

“Punya kembaran pelitnya minta ampun, taik emang!” gumam Aurora kesal

“Ck bosen banget lagi,” dengus Aurora menggebrak stire mobilnya

Ia melewati supermarket yang menjadi tujuan awalnya dan memilih untuk bersantai  di caffe Garcia yang letaknya tidak terlalu jauh dari GHS

Aurora masuk tanpa memikirkan pandangan sekitar yang menatapnya kagum, banyak yang menatap dengan mata yang berbinar, berharap Aurora akan menegurnya, namun Aurora terus berjalan menuju lantai 3 caffe tersebut

Ia tersenyum kecil melihat betapa indahnya kota Jakarta karena Aurora memilih untuk duduk didekat jendela yang langsung menghadapkannya dengan pemandangan luar

“Eh nona Ora sudah pulang ke Indonesia?” tanya salah satu pelayan yang menghampirinya membawa daftar menu di Caffe tersebut

“Udah ini udah duduk disini haha,” sahut Aurora tertawa

“Mau pesan apa nona?” sahut pelayan tersebut ramah

“Gua mau minum Chocolatos Matcha sama nasi goreng spesial nya satu,” pinta Aurora

“Baik nona, sebentar ya,” ucap pelayan itu tersenyum ramah

Aurora kembali memainkan ponsel dan mengotak atik sesuatu disana, beberapa saat kemudian ponselnya kembali berbunyi

My daddy😘
Daddy lagi meeting, jadi pulangnya abis maghrib sayang

Ia menghela nafas namun tetap tersenyum

Aurora_Grca
Daddy jangan lupa bawain Ora si panda ya, yang lebih gede dari kemaren lho

My daddy😘
Jangan pelihara kebanyakan, ntar kamunya dimakan kalau kamu ga kasih mereka makan:v

Aurora tertawa kecil melihat pesan terakhir Cavin, ia tau sesibuk apapun Cavin pasti akan meluangkan waktu untuk keluarganya

Ia tak lagi membalas pesan Cavin dan memilih untuk menikmati pesanannya yang baru datang beberapa waktu lalu

Setelah menghabiskan pesanannya, Aurora memilih untuk kembali, namun ia terhenti saat melihat seseorang duduk tak jauh dari nya

Ia menutupi wajahnya dengan buku menu agar tidak ketauan

“Maaf om, aku harus ngajakin om kesini,” gadis itu tersenyum

“Ga masalah, maaf om agak telat karena barusan ada meeting,”

Iya om gapapa,”

Aurora kembali mengintip dan menajamkan matanya, ia kaget karena orang itu adalah Cavin, selain kata maaf tak banyak yang terdengar jelas oleh Aurora karena orang yang datang bertambah ramai

Namun Aurora melihat jelas bahwa Cavin memberikan kartu yang pastinya adalah kartu kredit kepada seseorang yang duduk didepan Cavin

Saat Aurora mencoba berjalan sembari melirik, ia benar benar kaget dengan apa yang dilihatnya!

‘Ternyata daddy ga berubah,’ gumamnya tersenyum getir

Ia semakin marah saat dua orang itu tertawa riang

~oOo~

To be Continue

Gimana gaes?
Terus baca, vote, dan comment ya gais! Jangan jadi sillent reader, tinggalin jejak ya

Revisi
13 Des 2020

AuristelaAnna_

AURORA : Beautiful but Dangerous!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang