Sebagai permintaan maaf rei karena kemaren gak sempet update. So, hari ini rei bakalan double up. Untuk yg ini pengganti hari sabtu. Buat yg pengganti hari minggu msih on going. Enjoy the reading.
Hari ini adalah hari yang cerah. Seorang namja sudah siap dengan seragam sekolahnya. Jas almamater yang sudah dipakainya. Membuat tubuhnya terlihat tenggelam. Namja kelinci itu hanya bisa menghela nafas panjang melihat pantulan dirinya di cermin kamarnya.
"Seragamku sepertinya tertukar. Ini terlalu besar untukku." Jungkook mengamati seragam yang di pakainya. Itu terlihat besar. Apalagi jas almamaternya.
Cklek..
Jungkook tak menoleh ketika pintu kamarnya terbuka. Orang yang membuka pintu kamar Jungkook, berjalan sembari mengulas senyum sendunya.
"Kau sudah siap berangkat sekolah, Kookie-ya?"
"Oh, hyung? Kapan hyung masuk?" Jungkook terkejut dengan keberadaan Sungjin di kamarnya.
"Ketika kau sibuk berkaca." Sungjin terkekeh.
"Ah, hyung. Seragam ini sepertinya mengembang. Lihatlah." ucap Jungkook sambil melihat pantulan bayangannya di cermin.
Sungjin ikut menatap cermin. Menatap pantulan adiknya disana. Tubuh yang terlihat lebih kurus dari sebelumnya. Seragam itu bahkan tak seperti dulu ketika Jungkook memakainya. Terlihat sedikit kebesaran pada Jungkook.
"Mungkin kau menyimpannya dengan baking soda. Seragammu bisa mengembang seperti ini." ucap Sungjin, sambil merangkul Jungkook.
"Mungkin. Tapi, apa aku terlihat tampan, hyung?"
"Geureomyo. Adikku tak pernah terlihat jelek. Kau selalu tampan, Kookie-ya."
Jungkook mengulas senyumannya. Senyum kelinci yang tak akan pernah berubah. Meski pipi itu sudah tak seberisi dulu.
"Kajja, hyung akan mengantarmu ke sekolah." ajak Sungjin.
"Chamkanmanyo, hyung."
Sungjin melihat Jungkook berjalan menuju ke meja belajarnya. Mengambil bennie berwarna hitam. Namja kelinci itu kembali menghadap cermin dan memakai bennie di kepalanya. Menutupi rambut hitamnya yang terlihat tak selebat dulu. Menyisakan poni di dahinya.
"Selesai. Kajja, hyung." ajak Jungkook dengan nada senangnya.
Jungkook berjalan mendahului Sungjin keluar kamar. Sungjin menatap punggung adiknya itu dengan tatapan sendu. Tak ingin membuat Jungkook menunggu lama, ia bergegas menyusul namja kelinci itu.
.
.
.
Tap..
Tap..
Tap..
Langkah Jungkook memijak di koridor sekolah. Banyak pandangan yang tertuju padanya. Jungkook tau, sekarang tampilannya sedikit berbeda. Ia sangat tau akan hal itu.
"Jungkook-ah!!"
Jungkook terkejut dengan teriakan seseorang. Siapa lagi yang meneriakkan namanya dengan nada ceria kalau bukan Cha Eunwoo. Jungkook bisa melihat jika Eunwoo berlari dengan semangat kearahnya.
Aku merasakan firasat tak baik.
Grep!!
Jungkook hampir saja terjatuh ke belakang ketika Eunwoo memeluknya. Tapi beruntung kejadian memalukan itu tak terjadi. Jika sampai terjadi, mereka pasti menjadi bahan tertawaan saat ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Stop it, Jebal [END]
Hayran KurguSiapa yang tak ingin menjadi anak yang di banggakan oleh kedua orang tuanya? Semua pasti menginginkan itu. Termasuk diriku. Hay, namaku Jeon Jungkook. Murid kelas satu SMA yang ingin membahagiakan kedua orang tuaku. Aku berusaha sebaik mungkin untuk...
![Stop it, Jebal [END]](https://img.wattpad.com/cover/163185221-64-k340322.jpg)