Tak terasa waktu libur semester sudah tiba. Semua santri sibuk mengemasi barang-barang untuk kembali ke kampung halaman mereka. Begitu juga dengan Nazwa dan ketiga sahabatnya. Untuk dua minggu yang akan datang mereka harus berpisah.
"Naz.. Kamu nanti liburan tetap di Pesantren atau mau pulang? Kan sekarang rumah kamu udah ada dua. " Tanya Melia ditengah kegiatan mereka mengemasi barang-barang.
"Aku ngga tau Mel. Aku ngikut Gus Raka aja, kalo beliau ngizinin aku untuk pulang ke rumah, yaa aku pasti pulang. Tapi kalo ngga, aku tetep disini. " Jelas Nazwa.
"Iyaa juga.. Sekarang kamu kalo apa-apa pasti izin dulu sama suami. " Celetuk Sania.
"Ya iya atuh. Makanya nikah biar kalo apa-apa izin nya ke suami, bukan sama temen aja. " Ejek Nazwa terkekeh.
"Dih.. Iya iya yang dah nikah mah. Kita para jomblo diem ae dipojokan. " Seru Fitria berdecak sebal. Seketika mereka semua tertawa bersama.
"Kamu ngga kemas-kemas, Naz? " Tanya Sania karena mendapati Nazwa sejak tadi hanya membantu mereka semua.
"Kan tadi aku udah bilang, mau izin Gus Raka dulu. Setelah itu baru deh aku berkemas-kemas apa ngga. " Jelas Nazwa.
Setelah ketiga sahabat Nazwa selesai berkemas. Nazwa menghantar mereka semua ke Ndalem karena orang tua mereka sudah menunggu sejak tadi.
"Byee.. Kalian. Hati-hati di jalan. Nanti kita sering-sering video call yaa. " Ucap Nazwa pada ketiga sahabatnya.
"Iyaa Naz.. Kamu juga jaga diri baik-baik. Nanti pas aku balik kesini aku bawain oleh-oleh deh yang banyak. " Sahut Fitria.
"Aaa kangen kalian pasti. " Pekik Nazwa langsung memeluk Melia, Fitria dan juga Sania secara bergantian.
"Kita juga bakal kangen kamu dan semua nya. "
"Yaudah kita pulang yaa Naz.. Assalamualaikum. " Pamit mereka.
"Waalaikumsalam. "
Nazwa melambaikan tangan nya begitu mereka pergi, walau hanya dua minggu tapi berat rasanya untuk berpisah mengingat setiap saat mereka selalu bersama.
"Ngga ikutan kemas barang nya? " Tanya Gus Raka tiba-tiba muncul dari belakang sambil merangkul bahu Nazwa.
"Nazwa belum izin sama Gus Raka. Takutnya nanti Nazwa ngga diizinin pulang. Jadi Nazwa belum berkemas. " Jawab Nazwa menoleh mendongak, menatap wajah Gus Raka yang tinggi nya terpaut jauh dari Nazwa.
"Ayok pulang ke rumah Umi dan Abi. " Ajak Gus Raka tersenyum. Detik berikutnya Nazwa juga ikutan tersenyum sumringah.
"Beneran Gus? Gus Raka izinin Nazwa pulang? " Tanya Nazwa memastikan.
"Iya dong. Kenapa juga saya larang kamu untuk pulang. Mereka orang tua kamu, dan sekarang juga menjadi orang tua saya. Jadi kenapa harus izin jika ingin pulang. "
"Aaaa.. Makasih Gus.. " Teriak Nazwa langsung berjinjit memeluk leher Gus Raka.
"Eh tapi tunggu bentar! " Ucap Nazwa kembali menatap Gus Raka.
"Kenapa? "
"Gus Raka mau ikut Nazwa pulang ke rumah? " Tanya Nazwa dengan wajah polos nya. Pria itu terkekeh kemudian menyentil dahi Nazwa dengan gemas.
"Apa kamu sudah lupa jika saya adalah suami kamu? Kalau saya tidak ikut kamu, terus saya harus kemana? " Tanya Gus Raka.
"Terus Pesantren gimana? Kajian Gus Raka gimana? " Tanya Nazwa balik.
"Saya sudah izin Abah untuk dua minggu ke depan saya ambil cuti. " Jawab Gus Raka.
"Yaudah kalo gitu, intinya Nazwa seneng mau pulang. " Ucap Nazwa kembali berteriak dengan heboh. Dengan semangat Nazwa jingkrak-jingkrak layaknya anak kecil yang memenangkan hadiah lotre.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Untuk Nazwa [TERBIT]
Teen Fiction16+ ⚠AWAS BAPER!!!⚠ Author ga tanggung jawab "Gus Rakaa!" panggil Nazwa kembali disertai sedikit godaan. "Iyaa?" jawab Raka dengan wajah datar. "Nazwa boleh nanya?" "Silahkan!" "Boleh ngga Nazwa jadi istri nya Gus?" tanya Nazwa. Seketika kedua alis...
![Cinta Untuk Nazwa [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/160243166-64-k793056.jpg)