34. They Believe What They See

14K 2.1K 466
                                        

Sehun sedang tertidur di ruang istirahat pribadi saat ponselnya berdering lebih dari 10 kali. Laki-laki itu mendengarnya dengan sangat jelas, tapi enggan untuk menjawab. Ponselnya dia biarkan meraung dalam keheningan yang dingin yang menjadi teman satu-satunya saat ini.

Malam telah datang dan seharusnya Sehun sudah di rumah bersama dengan istri dan anaknya, alih-alih di kantor dengan pikiran yang kusut dan berkecamuk.

Sejak melihat Lisa di restoran tadi siang, Sehun tidak bisa berhenti memikirkan siapa sosok yang tengah bersama dengan istrinya dan apa alasan Lisa berbohong padanya?

Jika Lisa memang ingin bertemu dengan laki-lakinya, Sehun tidak masalah. Toh, keduanya sepakat untuk tidak mencampuri urusan pribadi masing-masing, tapi Sehun tidak mengerti kenapa Lisa harus berbohong—setelah ucapan Lisa semalam yang nyaris meruntuhkan tembok pertahanannya.

"Itukah alasan kenapa Lisa berkeras menolak untuk di antar oleh Chanyeol?" Sehun bergumam dalam kegelapan. Kedua matanya tertutup rapat dengan sudut bibir yang tertarik untuk membentuk seulas senyum sinis.

Sudah lama sekali rasanya Sehun tidak memikirkan sesuatu yang menguras emosi seperti ini.

"Dan pada kenyataan Lisa dan Luna adalah sama. Berbohong demi bertemu dengan laki-laki lain." Ada amarah yang ingin meledak di dalam tubuhnya, tapi Sehun menahannya dengan mengatakan pada dirinya; kalau apa yang Lisa lakukan dan bersama siapa Lisa menghabiskan waktunya, itu bukan urusannya.

Sehun hanya kecewa dengan kebohongan Lisa.

Setelah pengkhianatan, kebohongan adalah jenis perbuatan yang paling Sehun benci di dunia ini.

Dengan rasa malas yang menyelimuti, laki-laki itu membuka mata dan melirik arlojinya. Dia mengembuskan napas kasar ketika jarum jam menunjukkan pukul 12 malam. Ini adalah kali pertama Sehun pulang selarut ini setelah pernikahannya dan Lisa. Biasanya dia akan berada di rumah sebelum matahari terbenam atau paling lambat setelah jam makan malam.

Sehun meraih asal blazer yang disampirkan pada sandaran sofa dan membiarkan blazer itu menggantung di lengan, kemudian berjalan keluar dari ruangannya. Sehun pikir dia harus pulang sekarang setelah dirasa sedikit tenang.

"Kenapa kau pulang selarut ini?"

Pertanyaan itu menyambut Sehun ketika akan melangkah menaiki tangga.

Sehun menghentikan langkahnya, tapi tidak berbalik untuk melihat siapa yang sedang bertanya.

Di belakangnya, Lisa berdiri dengan penuh kekhawatiran. Pasalnya Sehun sama sekali tidak menjawab teleponnya. Lisa pikir, ada sesuatu yang terjadi pada suaminya dan fakta bahwa laki-laki itu lebih memilih untuk menelepon Chanyeol, daripada mengangkat teleponnya, membuat Lisa merasa tidak memiliki arti apapun untuk Sehun.

"Ada banyak pekerjaan di kantor." Sehun menjawab datar, kemudian melanjutkan langkahnya, tapi Lisa menahan pergelangan tangannya, hingga laki-laki itu terpaksa berhenti.

"Kenapa kau tidak menjawab teleponku?" Raut wajah Lisa terlihat sangat cemas, sekaligus lelah. Pasalnya dia menunggu Sehun pulang tanpa peduli kalau tubuhnya juga perlu beristirahat, setelah dia bekerja di kedai Jennie saat jam makan siang.

Nyatanya Lisa menambah daftar kebohongannya pada Sehun. Sebenarnya, Jennie tidak meminta Lisa untuk datang, tapi gadis itu datang secara sukarela dan mengatakan kalau dia ingin membantu sebentar sebelum menjemput Oliver.

Sehun menoleh dengan malas. "Sudah kukatakan bukan jika aku sedang banyak pekerjaan." Suaranya terdengar sangat dingin dan wajahnya menunjukkan raut ketidaksukaan.

Let's [Not] Fall In Love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang