Rizky POV
Hari ini aku tiba disebuah desa yang bernama Mekar Sari. Sebenarnya aku kurang antusias mengikuti kegiatan ini, tapi apa mau dikata program KKN atau Kuliah Kerja Nyata ini program yang wajib dilalui oleh seorang mahasiswa apabila ingin lulus dari study nya. Apalagi aku satu kelompok dengan Anita sudah jadi rahasia umun sejak semester awal ia selalu mengejar-ngejar aku. Dan dapat ku bayangkan bagaimana kalau aku selama dua bulan harus satu rumah dengannya. Selain itu alasan lain yang membuat aku kurang antusias mengikuti kegiatan ini, penempatan kami di desa otomatis akses menjadi terbatas. Tahu sendiri kan....mana ada akses internet di desa.
Yahhh...aku berharap mudah-mudahan cewek-cewek desa banyak yang kece. Biar bisa hilangin kebosanan aku (hehhe....). Gini-gini aku cowok normal, pengennya sih dapat cewek yang normal juga. Bukan model kaya Anita yang ganjen gitu.
Menjelang siang hari kami sampai di balai desa. Kulihat banyak warga yang sudah menanti kehadiran kami. Serasa selebriti nih, semua mata tertuju ke arah kami. Dari jendela Bus aku melihat ke arah luar. Ada gak ya...cewek cantiknya..
Karena keasyikan ngecengin cewek tanpa ku sadari temen-temen ku sudah pada turun semua menuju arah balai desa. Cepat-cepat aku juga turun. Namun karena tak hati-hati tas yang ku bawa terjatuh dan menimbulkan suara gaduh. Semua mata orang-orang tertuju ke arahku. Aduhhh...apes banget sih...sumpah...bikin malu.
Untuk buang rasa malu, dengan gaya sok cool, aku angkat aja tasnya. Sambil melewati tatapan mata warga yang terus melihat ke arahku. Yahhh...sebagai warga pendatang aku mencoba ramah, sesekali melirik ke arah mereka dan senyum.
DEG...
Diantara warga tersebut kulihat seorang cewek cantik banget. Rambutnya yang hitam legam diikat kuncir kuda. Kulitnya yang putih mulus, beda banget dengan cewek desa lainnya, dan buah dadanya yang penuh terlihat membusung di dadanya. Hahh...pikiranku kok ngeres ya...
Cewek itu juga menatap ke arahku. Tatapan kami bertemu. Ia terlihat malu, ku coba memberanikan diri menyapa nya.
"Haaiiiii"
Iya terlihat salah tingkah dan berlari ke arah ibu nya yang berada di balai desa. Aku tersenyum melihat tingkahnya yang polos banget.
~
Sebagai warga pendatang yang akan tinggal di desa ini. Kami melaksanakan ceremonial kecil-kecil tujuannya kata pak kepala desa buat menyambut kami dan mngenalkan diri kami. Jujur aku kurang fokus sama acara ini. Mataku terus mencari-cari cewek itu. Ternyata ia masih bersembunyi di belakang ibunya. Aku harus cari cara buat dekatin dia.
Dan...ternyata keadaan mendukungku. Atas perintah pak kepala desa kami para cowok menginap di rumah orang tua cewek itu. Yang akhirnya aku tahu ia merupakan salah satu warga yang berada.
Akhirnya setelah acara selesai aku dan teman-temanku menuju tempat penginapan. Aku sengaja berjalan di belakang cewek itu yang ku ketahui bernama Halimah. Aku mencari cara agar dapat berkenalan dan mengobrol dengannya. Lagi-lagi keadaan mendukungku. Halimah tersandung dan hampir terjatuh. Aku pun refleks menangkapnya agar tidak jatuh.
Namun tangan laknat ini, malahan menangkap tubuhnya tepat di dadanya, akhirnya tak sengaja aku terpegang payudaranya. Dapat kurasakan payudaranya yang besar dan sekal, ternyata ia juga tidak mengenakan bra tentu saja putingnya teraba olehku. Putingnya terasa tegang.
Reflek ku lepas tanganku (padahal pengen lama-lama hehehe...). Halimah terlihat malu. Ia menundukkan kepala. Aku cepat-cepat minta maaf padanya. Tapi, harapanku semoga kejadian ini dapat berlanjut ke depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA GADIS DESA
RomantikHalimah hanyalah seorang gadis desa sederhana namun hidupnya berubah ketika ia bertemu Rizky seorang pemuda kota yang membuatnya jatuh cinta dan menyerahkan segalanya
