Halimah hanyalah seorang gadis desa sederhana namun hidupnya berubah ketika ia bertemu Rizky seorang pemuda kota yang membuatnya jatuh cinta dan menyerahkan segalanya
Sejenak Rizky dan Halimah melupakan permasalahan yang mereka hadapi. Hari ini Rizky akan menghadapi sidang skripsi. Rizky sengaja mengajak Halimah untuk sidang, ia berharap dengan adanya istrinya ia menjadi lebih bersemangat ketika menjawab pertanyaan dari dosen penguji.
Rizky tampil sangat rapi dengan setelan jas. Halimah terpesona melihat penampilan suaminya.
Rizky yang biasanya tampil santai sekarang bergaya eksekutif muda.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kenapa ? terpesona ya...aku ganteng kan..."
"Huuu...memuji diri sendiri...tapi iya sih...mas makin ganteng.."
"Ya..jelas ganteng...siapa dong istrinya...."
"Pede banget sih...mas ku ini...awas lo kalo sampe ada cewek yang kegoda sama kamu, aku gak ngasih kamu jatah lagi"
Rizky tertawa mendengar perkataan Halimah yang terkesan cemburu. Ia mengecup pipi istrinya. Ia merasa maklum setelah kejadian kemarin istrinya cenderung cemburuan.
"Aku gak bakal tergoda sama yang lain yang...kamulah perempuanku...yang sangat aku cintai"
Halimah memeluk suaminya, entah mengapa ada rasa haru menelusup di hatinya. Hingga air matanya hampir menetes.
"Janji ya Mas..."
"Iya..sayang..."
"Ya udah kita berangkat nanti kesiangan.."
Akhirnya mereka berangkat menuju kampus untuk menghadiri sidang skripsi.
~
Di kampus mereka menunggu giliran di panggil. Sambil menunggu Rizky menggenggam tangan istrinya. Ia berdoa, hari penentuan masa depannya.
Kemesraan mereka mengundang tatapan iri teman-temannya. Rizky yang ganteng dan Halimah yang cantik.
Akhirnya tiba giliran Rizky di panggil ke dalam ruang sidang. Sebelum masuk ke ruang sidang Rizky mengecup kening dan perut istrinya.
Halimah yang menunggu suaminya terus berdoa semoga nanti suami dapat tenang menjawab pertanyaan yang diajukan. Ia kasihan melihat suaminya beberapa bulan terakhir yang berjuang menyusun skripsi. Kurang tidur dan sangat kelelahan.
Beberapa menit kemudian terlihat teman-temannya datang menghampirinya. Agus, Eko, dan Hendra menghampiri Halimah.
"Mah..gimana..Rizky masih di dalam?"
"Iya..mas Agus.."
"Hebat suami mu...dia cepet selesai skripsinya, kita bertiga baru semester depan sidangnya.."
"Iya..mas Hendra..biar cepet selesainya"
Mereka asyik berbincang-bincang, dari obrolan ringan sampai obrolan yang lucu. Halimah tersenyum mendengar obrolan para lelaki itu. Tak lama berselang, pintu ruangan sidang terbuka. Rizky keluar ruangan dengan wajah lesu. Halimah jadi cemas melihatnya.
"Mas...gimana.."
"Ky, elo kenapa..berhasil kan"
"Maaf...Dek...teman-teman..."
Rizky tertunduk lesu, Halimah memeluk suaminya.
"Mas, kenapa..."
"Aku...aku..berhasil Dek..akhirnya aku jadi sarjana"
"Maasss....Rizky nyebelin bangettttttt"
"Kurang asem lo ky....bini sama temen-temen lo malah dikerjain..."
Rizky tertawa, ia sampai meneteskan air mata nya melihat ekspresi istri dan teman-temanya. Ia segera mempererat pelukannya pada Halimah. Istrinya terlihat kesal dikerjai.
"Udahh..sayangg...jangan marah...cup..cup..istriku yang cantik"
"Nasiibbb...jomblo..guys"
Rizky tertawa mendengar perkataan Hendra yang baper melihat kemesraannya dengan Halimah. Mereka masih saja melontarkan candaan.
Tiba-tiba ada suara memanggil.
"Rizky sayang...selamat ya..udah berhasil"
Ternyata Lina yang datang, ia langsung menghampiri Rizky dan memeluknya, tanpa menghiraukan Halimah. Rizky yang tidak siap tentu saja kaget.
"Wanita gila...mau apa ke sini"
Rizky sangat marah melihat kedatangan Lina. Namun Lina dengan tak tahu malunya berusaha menggelendot di tangan Rizky. Tapi Rizky menepisnya.
"Lina, mau elo apa sih..jangan ganggu hidup keluarga gue, ayo...yang..kita pergi...guys...ikutin gue..ada yang mau gue omongin"
Rizky menggengam tangan Halimah, ia menuju mobil meninggalkan Lina yang bengong. Teman-teman Rizky pun juga mengikutinya.
~
Rizky mengarahkan mobilnya menuju cafe biasa mereka hangout. Rizky ingin merayakan keberhasilannya dengan istri dan teman-temannya. Sekalian ada yang ingin dibicarakan dengan teman-temannya.
Mereka mencari tempat yang luas, dan enak buat ngobrol. Rizky mempersilakan mereka buat memesan makanan. Ia juga memesankan makanan kesukaan buat istrinya.
" Gini bro..gue mau minta tolong sama kalian, kalian udah tahu kan hubungan gue sama Lina di masa lalu"
"Yap..tau banget...bro.."
"Akhir-akhir ini dia meneror keluarga gue, bahkan tempo hari dia datang ke rumah gue dan mengancam halimah"
"Wahhh..kurang ajar tu cewek.."
"Yang gue heran apa tuh motivasi cewek mau ngehancurin keluarga gue"
"Jelas bro, pasti ada motivasinya..."
"Gue minta tolong sama kalian buat cari tahu informasi tentang Lina"
"Pasti bro...kita-kita akan bantu elo..."
"Makasih banyak bro..."
Mereka akhirnya merencanakan sesuatu untuk membongkar kejahatan Lina.