Chapter 15

41.8K 641 1
                                        

Setelah selesai makan malam bersama Rizky mencoba berbicara dengan kedua orang tua Halimah

"Pak..Bu...aku mau bicara"

"Ehmm...aku mau ngangkatin piring kotor dulu ya...yuk..Ndra..Gus"

Eko mengajak kedua temannya karena mereka tahu diri Rizky akan mengadakan pembicaraan keluarga.

"Iya..nak..ada apa?"

" Gini pak..berhubung masa KKN saya sudah habis, saya mau mengajak Halimah"

"Ehmm...gini nak..pada dasarnya bapak setuju saja apapun keputusanmu karena Halimah ini sudah jadi istrimu"

"Iya pak"

"Tapi ada yang Bapak mau tanyakan padamu nak, Halimah ini gadis desa pergaulannya hanya sebatas di desa ini, bagaimana nanti apakah orang tuamu mau menerima anak bapak ini jadi menantunya"

"Saya sebagai suaminya berusaha meyakinkan kedua orang tua saya pak agar mau menerima Halimah sebagai menantunya"

"Bapak punya satu syarat buat mu"

"Iya ada apa pak.."

"Bapak sangat menyayangi anak bapak ini, bapak mau kamu berjanji menjaga Halimah dan tidak akan menyakitinya. Satu kali saja kamu menyakiti Halimah, maka bapak akan mengajak Halimah kembali ke desa ini"

Rizky menghela nafas mendengar syarat yang diajukan bapak mertuanya tersebut, namun ia dapat memahami kalau itu bentuk rasa cinta orang tuanya kepada anaknya.

"Iya pak, saya berjanji tidak akan menyakiti Halimah, dan saya akan terus menjaganya"

"Bagus Nak..bapak percaya kamu kepala rumah tangga yang baik"

Rizky tersenyum sambil mencium tangan kedua orang mertuanya tersebut.

~

Malam semakin larut namun Rizky dan Halimah belum tidur, mereka masih berbincang-bincang tentang rencana mereka di kota selanjutnya. Rizky tidur-tiduran di paha Halimah yang sedang duduk di ranjang.

"Dek, kamu senang kan kalau kamu mas ajak ke kota"

"Iya mas...aku senang"

"Ini demi kebaikan kita dek, supaya kita bisa hidup mandiri"

"Tapi mas, aku hanya wanita kampung aku takut malu-maluin mas kalau aku tinggal di kota"

"Kenapa kamu bilang seperti itu dek, kamu kesayangan aku..asal kamu tahu siapapun kamu, mas sangat mencintai kamu"

"Mas bisa aja...."

"Apalagi punyamu ini bikin mas gak tahan"

Rizky menggoda Halimah dengan meremas payudaranya, dan memilin putingnya.

"Mas Rizky, tambah nakal sih.."

"Lho..inikan punya aku, jadi gak papa kan kalau aku sering-sering nenen"

"Ahhhh.....mas....gombal..."

"Nanti kalo adek bayi udah lahir, mas gak bisa sering-sering nenen"

"Mas..omongannya jorok"

Rizky tertawa sehingga matanya yang sipit malah terlihat semakin kecil saja. Ia segera memeluk istrinya. Ia berharap segalanya akan baik-baik saja.

CINTA GADIS DESATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang