Seperti yang telah direncanakan sebelumnya keluarga Rizky akan mendatangi makam Amirah. Mereka berjanji dengan wanita yang mereka temui tadi malam, yang akhirnya mereka ketahui bernama bu Retno.
Ketika mereka tiba, bu Retno sudah menunggu di muka gang. Kemudian mereka bersama-sama menuju tempat yang dimaksud. Tempat yang mereka tuju sangat lah jauh.
Akhirnya setelah beberapa waktu, mereka sampai di areal pemakaman. Walaupun bernama pemakaman, tapi ternyata tempat itu sangatlah bersih dan terawat. Dari kejauhan terlihat penjaga makam yang sedang berbungkuk. Ia sedang menyiangi rumput. Terlihat ia seperti seorang wanita.
"Di mana kami bisa menemuka makam Amirah, Bu...?"
"Makam Amirah, ada di ujung sana, jika kalian tak dapat menemukannya, kalian bisa bertanya ke penjaga makam itu, aku tunggu di sini ya.."
Bu Retno menunjuk ke sebuah arah. Bu Aminah, Rizky dan Halimah berjalan ke arah yang dimaksud bu Retno. Setelah sampai di arah yang dimaksud. Mereka mencari-cari makam Amirah, namun mereka tak menemukan juga. Akhirnya mereka memutuskan bertanya kepada penjaga makam yang masih asyik membersihkan makam, penjaga makam tersebut berada tak jauh dari mereka dan membelakangi.
Penjaga makam tersebut seperti seorang wanita menggunakan topi caping yang menutupi sebagian wajahnya. Rizky pun mendekati penjaga makam tersebut.
"Bu..Maaf, kami sedang mencari makam keluarga kami yang bernama Amirah..bisakah ibu menunjukkannya"
Gerakan tangan penjaga makam yang asyik mencabut rumput, tiba-tiba terhenti. Hening, tak ada sahutan. Akhirnya bu Aminah juga mendekati perempuan itu.
"Apakah ibu dapat menunjukkannya, ia saudara kembar saya, telah lama saya mencari-cari, saya sangat merindukannya. Saya berharap dengan saya melihat makamnya rindu saya dapat terobati"
Bu Aminah terisak menahan harunya.
Perempuan itu perlahan membalikkan badannya. Ia melepas capingnya.
"Aminah, ini aku..."
Bu Aminah mendongak ketika mendengar suara yang tak asing tersebut.
"Kk...kau....."
"Ya, Aminah...ini aku Amirah.."
Sekilas Bu Aminah merasa tak mengenali wajah Amirah, sebelah wajahnya rusak seperti terbakar. Namun ia segera memeluk Amirah saudara kembarnya. Mereka saling berpelukan, tangis haru diantara mereka tak dapat dihindari.
Rizky dan Halimah yang melihat pemandangan tersebut tersenyum bahagia, mereka senang melihat ibunya dapat bertemu saudara kembarnya. Bu Retno yang juga ada di dekat mereka terlihat bahagia melihatnya.
"Amirah, ternyata kau masih hidup "
"Ya, aku masih hidup.."
"Aku butuh penjelasan, mengapa Retno mengatakan kau sudah meninggal"
Amirah tersenyum mendengar pertanyaan tersebut. Ia sudah mengira akan mendapat pertanyaam seperti itu.
"Akulah yang meminta nya..."
"Tapi kenapa Amirah...kenapa kau melakukan itu..kemana kau selama ini.."
"Baiklah aku akan menjelaskannya.."
"Ya, aku butuh penjelasan darimu"
"Sebenarnya pokok permasalahan ini adalah Dewi.."
Bu Aminah, Rizky dan Halimah yang mendengar hal tersebut menjadi sangat terkejut. Ternyata Dewi memang Iblis berwujud wanita.
~
Mereka sekarang berada di sebuah rumah kecil, atau bisa dikatakan pondok. Ternyata selama ini Amirah tinggal disana. Ia akan menjelaskan semuanya di depan saudaranya.
"Setelah aku dijebak oleh Dewi, aku terjerat dalam lingkaran prostitusi. Aku jadi wanita penghibur. Namun jujur dalam hati kecilku, aku berontak, apalagi aku sering teringat dengan Lina putriku yang ku tinggal di panti asuhan. Aku sangat malu bertemu dengannya, aku tak ingin ia tahu kalau ibunya seorang pelacur. Sering aku menangis merenungi nasibku. Inilah balasanku karena aku sudah durhaka kepada kedua orang tua, namun aku seorang pengecut bahkan untuk meminta maaf dan kembali ke desa saja aku tak mampu. Ibu Retno yang merupakan bosku, kasihan melihatku. Ia memberikan kesempatan padaku untuk bekerja diluar dan mencari nafkah yang halal. Akhirnya aku dapat pekerjaan sebagai pelayan restoran, aku merasa senang dengan pekerjaan itu sering aku mengirim uang gajiku untuk Lina yang berada di panti, namun untuk bertemu dengannya aku masih malu. Bertahun-tahun aku melakuka pekerjaan itu, hingga suatu hari Dewi datang ke restoranku, ia membawa serta Lina, aku memantau mereka dari jauh, selama Dewi tidak melakukan hal yang aneh-aneh aku tak akan menegurnya. Tak lama ketika mereka duduk, datang seorang laki-laki, samar-samar ku dengar mereka bernegosiasi harga, dan nama anakku terus disebut, hingga aku dapat menangkap maksud pembicaraan mereka, kalau Dewi berniat menjual anakku. Aku pun kalap, ku labrak mereka. Dewi yang terkejut melihat kedatanganku segera menjauhkan Lina dariku. Aku berniat merebut Lina dari Dewi. Aku menjambak rambutnya, namun ia sangat gesit. Hingga ia meraih sesuatu dari tasnya, dan menyiramkan cairan ke wajahku. Aku merasakan sakit sekali. Pandangan ku berkunang-kunang, aku pun pingsan. Tapi samar-samar ku dengar suara pengunjung yang ribut. Dewi dan Lina bergegas meninggalkan rumah makan, tanpa memperdulikan aku"
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA GADIS DESA
RomanceHalimah hanyalah seorang gadis desa sederhana namun hidupnya berubah ketika ia bertemu Rizky seorang pemuda kota yang membuatnya jatuh cinta dan menyerahkan segalanya
