Rizky POV
Sejujurnya aku tidak siap dengan pernikahan ini. Tapi itulah resiko yang ku terima. Aku segera kembali ke kamarku, kuceritakan hal tersebut pada teman-temanku. Supaya mereka tidak terkejut, dan kuminta mereka merahasiakan hal ini pada pihak kampus. Aku takutnya akan mendapat sanksi akademis karena perbuatanku ini.
Tentu saja mereka sangat terkejut mendengar penuturan ceritaku.
"Haahh...yang bener Ky, elo malam ini mau nikah.."
"Bener Ndra..tapi tolong rahasiain hal ini ya...entar setelah KKN baru resepsinya"
"Elo sih Ky..main nya kebablasan"
"Yahhh...mau gimana lagi Ko, udah terjadi..gue harus tetap tanggung jawab"
"Ya..udah, kita-kita cuma bisa ngedoain yang terbaik buat elo Ky"
"Makasih ya..guys"
"Btw..ntar malem lo gak tidur sama kita-kita lagi dong Ky, udah ada yang bisa elo kelonin"
"Emang kenapa Ndra..sana minta kelonin Mba Ufah"
"Kurang ajar lo Ky..mentang-mentang yang udah mau punya istri"
Hendra pura-pura marah sambil menimpuk aku. Mba Ufah adalah perempuan paruh baya yang suka bantu-bantu di rumah ini, kelihatannya ia suka sama Hendra dan sering cari perhatian sama Hendra.
~
Setelah Isya acara pernikahan kami digelar. Pernikahan yang sangat sederhana yang hanya dihadiri keluarga dekat, pak Kepala Desa, dan teman-teman KKN ku. Ku lihat Halimah sangat cantik walau hanya mengenakan kebaya yang sangat sederhana. Entah bagaimana cara ibu Aminah meyakinkan suaminya Pak Raharja untuk menerimaku sebagai menantu. Kulihat diantara teman-temanku, Anita menatapku dengan wajah masam. Sudah jadi rahasia umum Anita sudah lama mengejar-ngejar aku.
Pak Penghulu segera menikahkan aku dan Halimah. Dengan lancar ku ucapkan ijab kabul.
"Bagaimana SAHH...??"
"SAHH..."
Akhirnya kami resmi jadi suami istri. Halimah mencium tanganku, dan ku kecup keningnya. Ku lirik Halimah tersenyum malu-malu. Ia terlihat semakin cantik.
Sebagai orang tua Pak Raharja memberikan nasihat kepada kami dalam membina keluarga, aku berharap dapat menjaga keluargaku selamanya dan mencukupi nafkah lahir batin istriku.
~
Malam semakin larut, tamu sudah pulang. Aku memasuki kamar Halimah yang sekarang jadi kamarku.
"Cieee....yang pengantin baru...mau malam pertama ni..ye..."
"Apaan sih lo Ndra...sirik aja lo"
Teman-temanku menggoda aku, aku segera menutup pintu kamar agar teman-temanku tidak menggoda lagi.
Ketika aku memasuki kamar ku lihat Halimah duduk di tepi ranjang, dengan masih mengenakan kebaya. Ku dekati ia, ku kecup keningnya. Matanya terpejam, bibinya sedikit terbuka. Ku kecup lembut bibirnya.
"Mas..Aku cinta Mas Rizky"
"Aku juga dek.."
"Sama aku aja mas...?"
"Sama kamu dan anak kita" kataku sambil mengelus perutnya.
Halimah tersenyum mendengar perkataanku. Ia memelukku, kurasakan ada cairan hangat yang menetes di bahuku. Ternyata Halimah menangis, cepat-cepat ku sapu air matanya.
"Kenapa menangis dek ? "
"Aku menangis bahagia mas, akhirnya kita jadi suami istri walaupun pernikahan ini masih dirahasiakan dari orang tuamu"
"Setelah kegiatan KKN ini aku secepatnya memberitahukan kedua orang tuaku, kamu tenang saja mereka pasti menyukai kamu"
Halimah tersenyum, ia memelukku kembali.
"Udah malam kita istirahat dulu ya..sini Mas bantuin ngelepas bajunya"
"Mas Rizky...mesum banget sih..ditunda besok aja ya..itunya...aku capek banget"
Halimah merajuk, tapi itu bikin aku tambah gemes, aku tertawa sambil menjawil hidungnya.
"Iya dek...mas tahu kok, kalu kamu capek..ya udah ganti baju dulu baru tidur"
Akhirnya setelah kami ganti baju, kami tertidur sambil berpelukan, walaupun aku tahu akan ada masalah yang kuhadapi di kemudian hari yang mengiringi pernikahanku ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA GADIS DESA
RomanceHalimah hanyalah seorang gadis desa sederhana namun hidupnya berubah ketika ia bertemu Rizky seorang pemuda kota yang membuatnya jatuh cinta dan menyerahkan segalanya
