Ketika mereka akan menaiki mobil tiba-tiba ada seorang wanita tua menghampiri mereka dengan tergopoh-gopoh.
"Pak...pak...tunggu..."
"Ya..bu..ada apa...?"
"Kalian mencari Bu Amirah.."
Mereka berpandangan ketika mendengar pertanyaan wanita tersebut.
"Ya..Bu..kami...memang mencari Bu Amirah, dari mana ibu tahu?"
"Ketika kalian lewat di depan rumah saya, saya melihat bayangan wajah Amirah pada ibu ini"
Wanita itu menunjuk ibu Aminah.
"Saya memang saudara kembar Amirah..Bu.."
"Pantas..wajah kalian mirip.."
"Ibu mengetahui keberadaan Amirah, sekarang dimana dia?"
"Ini datanglah ke tempat ini, suami saya dulu seorang supir, ia sering mengantar Amirah ke tempat ini mungkin kalian bisa menemukan Amirah di tempat ini"
Wanita itu menyerahkan sebuah kertas kumal yang berisikan alamat. Rizky segera menerima kertas tersebut.
"Terima kasih bu..."
"Sama-sama.."
Mereka segera bergegas menaiki mobil menuju alamat yang diberikan oleh wanita itu.
~
Mereka akhirnya tiba ditempat yang dituju sesuai dengan alamat yang diberikan oleh wanita itu. Sebuah tempat yang cukup mengejutkan, berada di lingkungan rumah bordil. Halimah berpegangan pada lengan suaminya. Terlihat di kiri kanan gang tersebut wanita-wanita sexy sedang duduk, seakan-akan model pajangan. Bahkan beberapa diantaranya menggoda Rizky, tak peduli disampingnya ada Halimah.
"Hayy..ganteng...cari siapa.."
"Ihhh..ganteng banget sih..bikin punyaku basah"
"Gantengg..pengen dong ngerasain punyamu...pasti gede"
Berbagai kata-kata vulgar keluar dari mulut mereka, namun Rizky tetap tenang melangkah melewati mereka. Menurut alamat yang diberikan oleh wanita itu, rumah yang mereka tuju berada di ujung gang ini.
Akhirnya mereka sampai di rumah yang sesuai dengan alamat mereka cari tersebut. Rumah itu terlihat remang.
Rizky mengetuk pintu rumah itu.
"Permisi..."
Tak ada jawaban.
Kemudian Rizky memanggil lagi, beberapa lama kemudian ada langkah terdengar membuka pintu. Terlihat seorang wanita tua.
" Kalian mencari siapa ? Ada keperluan apa kemari?"
Rizky terkejut mendengar sambutan dari wanita itu, ada nada kurang senang terdengar dari perkataannya.
"Maaf bu kalau kedatangan kami mengganggu ibu, kami cuma mau mencari informasi tentang Bu Amirah"
"A..a..mirah..."
"Ya..bu..beliau saudara kembar ibu saya yang sudah lama terpisah"
Kemudian perempuan itu membuka pintu rumahnya lebar-lebar dan mempersilahkan Rizky sekeluarga masuk.
Mereka memasuki rumah tersebut, mereka agak heran melihat isi dalam rumah tersebut, karena banyak kamar-kamar selayaknya kamar kos. Tapi akhirnya mereka maklum dan paham, kalau di masa lalunya wanita ini memiliki usaha seperti yang lainnya di gang tersebut, usaha wanita penjaja cinta.
"Ehmmm...baik bu, kedatangan kami ke sini hanya ingin mencari tahu tentang Amirah, apakah ibu kenal dengan Amirah, jika ibu berkenan dapatkah ibu memberitahu kami dimana Amirah sekarang"
"Ya..aku kenal dengan Amirah, puluhan tahun yang lalu ia datang kemari, ia datang dengan seorang wanita bernama Dewi"
"Lalu..apalagi yang ibu ketahui.."
Wanita itu mengehela nafasnya.
"Aku akan menceritakan, namun setelah kalian selesai mendengar cerita itu ku mohon kalian tidak mempersalahkan aku. Aku dulu punya usaha rumah bordil dan peminjaman uang. Sebelum kenal dengan Amirah aku sudah lebih dulu kenal dengan Dewi. Entah aku tak tahu, Amirah kenal Dewi dimana, suatu hari Dewi berhutang banyak padaku, ia mengatakan bahwa bukan ia yang memerlukan uang tapi temannya. Ia berjanji kalau dalam satu bulan ia akan mengembalikan uangnya beserta bunga. Apabila ia tak dapat mengembalikan uang tersebut maka ia akan menanggung resikonya. Aku pun menyetujui perjanjian tersebut. Hingga batas yang ditentukan mereka tak dapat mengembalikan uang tersebut. Maka aku menyuruh orang kepercayaanku untuk memanggil mereka dengan paksa kemari. Akhirnya mereka datang kemari, ku ingatkan akan janji mereka. Namun mereka memang tak punya uang. Akhirnya Dewi mengatakan kalau Amirah bersedia mengganti uang tersebut dengan berbagai cara temasuk menjual dirinya. Tentu saja Amirah sangat terkejut. Rupanya ia tak mengetahui perjanjian yang kubuat dengan Dewi diatas matrai. Namun akal sehatku sudah tak ada lagi, aku malah menyeret Amirah dengan paksa, tanpa mendengarkan tangisannya. Tanpa alu ketahui bahwa sebenarnya Dewi juga menjebak Amirah. Aku mengetahui hal tersebut ketika Dewi sedang mabuk. Yang aku pikirkan adalah Amirah akan menjadi sumber uangku. Aku tak peduli kalau Amirah punya anak yang membutuhkan kasih sayangnya. Aku hanya memikirkan uang..uang..dan uang..Perkiraanku benar, Amirah menjadi primadona disini, Amirah wanita yang sangat cantik, baik dan lembut. Ia dapat dengan mudah membuat pelanggan jatuh cinta. Bertahun-tahun Amirah tinggal disini. Akhirnya, ia pun jatuh sakit. Penyakit yang tak dapat disembuhkan oleh siapapun, ia terinfeksi virus HIV. Tak lama kemudian ia meninggal. Sejak meninggalnya Amirah pelangganku berkurang, akhirnya aku gulung tikar dan menutup usahaku"
"Aa..apa Amirah meninggal"
"Ya..ia meninggal, tanpa ada orang disampingnya selain aku, bahkan Dewi yang mengaku sahabatnya tak pernah sedikitpun membesuk pada saat ia sakit"
Ibu Aminah menangis mendengar cerita tersebut.
"Boleh kami tahu dimana makamnya"
"Ya, kalian akan ku antarkan ke makamnya, tapi komplek pemakaman agak jauh, tak memungkinkan untuk ke sana malam ini bisakah kalian kembali kemari esok siang"
"Baik bu, bisakah kami minta no.telpon ibu agar kita bertemu esok"
Wanita itu mengambil secarik kertas kemudian mencatat no.telponnya. Kemudian Rizky sekeluarga pun pamit untuk pulang, ibu Aminah masih saja terisak. Namun ada rasa plong di dadanya setelah mendengar penuturan wanita itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA GADIS DESA
RomanceHalimah hanyalah seorang gadis desa sederhana namun hidupnya berubah ketika ia bertemu Rizky seorang pemuda kota yang membuatnya jatuh cinta dan menyerahkan segalanya
