Halimah POV
Aku menjadi salah tingkah ketika mahasiswa itu menatapku. Jujur saja aku belum pernah bertemu pemuda setampan dia. Aku berlari ke arah ibu ku yang sedang asyik berbincang dengam ibu kepala desa. Ku lihat dengan sudut mataku mahasiswa itu bergabung dengan teman-temannya yang lain.
Ku dengar Dosen yang memimpin rombongan mereka memperkenalkan tujuan dan program yang akan dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN tersebut. Lalu mereka juga diminta memperkenalkan diri. Tiba giliran pemuda tersebut ia menyebutkan namanya Rizky.
Aku senyum-senyum sendiri ketika mendengar namanya.
Pak Kepala Desa dan Ayahku berembug mengenai penempatan mahasiswa tersebut. Akhirnya diambil keputusan bahwa enam orang mahasiswa perempuan akan tinggal di rumah pak Kepala Desa karena akan memudahkan ibu Kepala Desa untuk membimbing mereka mengikuti kegiatan PKK yang sering diadakan. Sedangkan empat orang mahasiswa laki-laki di tempatkan di rumahku.
Setelah mendengar keputusan itu hatiku menjadi deg-degan. Itu artinya selama dua bulan aku akan serumah dengan Rizky. Menghayalkan itu bagian intiku terasa berkedut tak karuan.
Setelah acara penyambutan tersebut pak Dosen menyampaikan salam perpisahan kepada para mahasiswa, serta memberikan pesan dan wejangan kepada mereka. Kemudian mereka di persilakan ke posko masing-masing untuk beristirahat.
"Ayo...adik-adik..kita ke rumah bapak dulu..barangkali adik-adik ini sudah lelah dan mau istirahat"
Ayahku mengomando mereka untuk berangkat ke rumahku. Kami pun berjalan beriringan. Oh ya..sebelumnya aku sudah berkenalan dengan mereka yaitu Agus, Hendra, Eko, dan tentu saja Rizky.
Sepanjang perjalanan aku tidak berani membuka suara. Yang ku dengar hanya suara ayahku dan Agus saja yang berbincang. Agus ini ketua kelompok KKN. Tapi aku terus saja berjalan sambil menundukkan kepala. Aku tahu Rizky ada di belakangku. Itu sukses membuat dadaku bersebar keras.
Mungkin karena aku yang kebanyakan melamun, akhirnya aku jadi tidak fokus. Kaki ku tersandung sesuatu. Hampir saja aku terjerembab.
"Awwhhh.."
Aku reflek berteriak. Tapi secara tiba-tiba ada tangan kekar yang memelukku dari belakang menahan agar aku tak jatuh. Kurasakan tangan itu memegang payudaraku. Aku menoleh ke belakang ternyata tangan tersebut milik Rizky.
Sontak saja aku terkejut dan sangat malu sekali karena baru pertama ada seorang laki-laki yang memegang payudaraku walau tak sengaja.
"Ma...maa..maaf" Rizky cepat-cepat melepaskan tangannya dari dadaku
"I..iya..gak papa Mas..."
Aku berdiri merapikan pakaianku. Oh...seandainya ia tahu betapa jantungku berdebar tak karuan. Ketika kurasakan tangannya yang kekar itu memegang payudaraku.
"Ayo mas..kita jalan lagi..sudah dekat kok.."
Aku mencoba mengajak Rizky berbicara. Kulihat Rizky mengangguk. Kami berjalan beriringan. Aku kembali berpikir baru sesaat bersama Rizky aku sudah seperti ini. Apa yang terjadi kalau ia satu atap tinggal denganku selama 2 bulan ke depan????.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA GADIS DESA
RomantizmHalimah hanyalah seorang gadis desa sederhana namun hidupnya berubah ketika ia bertemu Rizky seorang pemuda kota yang membuatnya jatuh cinta dan menyerahkan segalanya
