Chapter 16

38.1K 661 5
                                        

Akhirnya tiba saatnya mahasiswa KKN tersebut meninggalkan Desa Mekar Sari. Tak terkecuali Rizky dan Halimah. Supaya jangan menimbulkan kecurigaan teman-teman yang ada di posko desa lain kalau Rizky sudah beristri, Rizky sengaja pulang memisahkan diri. Ia menyewa sebuah mobil untuk mengajak Halimah berangkat ke kota.

Kedua orang tua Halimah sangat sedih ketika akan ditinggalkan anak gadisnya. Adik laki-laki Halimah pun terisak sambil memeluk kakaknya.

"Nak Rizky, jaga Halimah ya...sayangilah Ia"

"Iya pak..bu..pasti"

"Pak..Bu...Halimah pergi dulu ya..Halimah janji akan sering menengok Bapak dan Ibu"

"Iya nak..jaga diri kamu dan bayimu baik-baik ya..sering kasih kabar kami disini"

Mereka berpelukan, bahkan ketika mobil jemputan datang mereka masih berpelukan. Rizky menuntun Halimah untuk naik ke mobil. Keluarga Halimah terlihat melambaikan tangan, Halimah terus membalas lambaian tersebut hingga tak terlihat lagi.

Rizky dapat memahami kalau istrinya sangat sedih berpisah dengan keluarganya. Maklumlah selama ini Halimah tak pernah pergi jauh dari desa tersebut

Halimah bersandar di jok mobil, matanya merah ia masih saja terisak. Cepat-cepat Rizky meraih dan memeluknya. Ia mengusap-usap rambut Halimah.

"Dek..udah dong nangisnya..."

"Aku sedih mas..."

"Iya...mas ngerti kok..tapi mas janji akan terus buat kamu bahagia"

"Makasih banyak mas.."

"Udah ya nangisnya....nanti aku cium nih kalo gak udahan nangisnya..."

"Mas...gombal"

Halimah mencubit lengan Rizky, Rizky pun tertawa melihat tingkah Halimah yang menggemaskan tersebut. Ia semakin mempererat pelukannya. Tak peduli dengan Pak Sopir yang sedari tadi senyum-senyum melihat tingkah mereka berdua.

~

Sepanjang perjalanan Rizky tak melepaskan genggaman tangan Halimah. Ia berusaha menguatkan Halimah dan menghilangkan kesedihannya. Entah karena kelelahan atau hormon ibu hamil Halimah tertidur di pelukan Rizky. Rizky tersenyum melihat istrinya yang sedang tertidur tersebut. Sungguh cantik wajahnya, bibirnya yang merah merekah sedikit terbuka. Pipinya yang putih mulus terlihat kemerah-merahan. Rizky berjanji akan melindungi bidadarinya tersebut.

~

Menjelang sore mobil yang mereka tumpangi tiba di sebuah perumahan elite. Keluarga Rizky merupakan keluarga yang sangat kaya. Orang tuanya pengusaha Batu Bara terkenal di kota tersebut.

Mereka sampai di muka pagar, Rizky mengecup Halimah. Halimah menggeliat, mata nya terbuka.

"Dek, udah sampai"

Halimah mengucek matanya. Rizky tertawa melihat tingkah istrinya tersebut. Ia membimbing istrinya masuk ke rumahnya.

Halimah sangat kagum melihat rumah Rizky, di desa nya rumah ayahnya sangat besar, namun rumah orang tua Rizky ini jauh lebih besar dan mewah.

Rizky memencet bel rumahnya. Setelah pencetan yang ke tiga baru terdengar suara orang membuka pintu.

"Den Rizky...baru datang ya...wahhh bibik kangen...eh, sama siapa ini..cantik banget.."

"Iya..bik...oh iya..kenalin ini Halimah..istri Rizky"

"Wahh..Den Rizky pinter milih istri"

"Bibik bisa aja...Ibu mana Bik"

"Ada Den.."

"Rizky...siapa yang kamu bawa itu"

Suara itu mengagetkan Rizky dan Halimah. Halimah bersembunyi balik punggung Rizky. Ia sangat takut apa yang akan ia hadapi selanjutnya.

CINTA GADIS DESATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang