Rizky cepat-cepat membawa Halimah masuk ke mobilnya. Di dalam mobil ia memeluk Halimah. Terlihat mata Halimah yang memerah karena menahan tangis.
"Dek....dengar penjelasan mas dulu ?"
"Siapa perempuan itu Mas ?"
"Mas akan cerita tapi kamu janji setelah ini kamu jangan nangis lagi ya.."
"Iya Mas.."
"Oke...Mas akan jelasin, tapi gak disini ya...kita ke tempat yang enak buat ngobrol"
Halimah melepaskan pelukan Rizky. Rizky pun melajukan mobilnya menuju sebuah taman. Ia mengajak Halimah duduk di sebuah bangku.
Halimah dan Rizky duduk dibangku tersebut, posisi mereka menghadap ke sebuah air mancur. Di dekat air mancur tersebut sangat ramai dengan anak-anak kecil yang berlarian. Rizky memegang tangan Halimah.
"Mas, ceritain siapa perempuan itu ?"
Rizky tersenyum ada raut kecemburuan di wajah istrinya.
"Namanya Carolina, ia dulu teman sekelas ku waktu SMA, kami memang dulu pernah berpacaran hampir tiga tahun sejak kelas 1 sampai kelas 3 SMA, dia dulu perempuan yang polos, manis, dan lucu. Oleh karena itu aku jatuh cinta pada nya. Kami berpacaran selayaknya anak SMA lainnya, belajar bareng, main bareng. Hingga suatu hari di kelas kami kedatangan murid baru namanya Alex. Kuakui Alex idola para remaja putri saat itu. Ia mempunyai segalanya. Wajah yang tampan dan harta yang melimpah. Berbeda sekali denganku, aku dulu digolongkan cowok culun yang berkacamata. Kehidupanku hanya antara sekolah dan rumah. Walaupun kami juga orang kaya tapi ayah mendidikku untuk hidup sederhana".
"Lalu perempuan itu..?"
Halimah terlihat kurang sabar mendengar cerita Rizky. Rizky tertawa kecil melihat tingkah istrinya. Ia gemas dengan istrinya.
"Sabar sayang......kisah sebenarnya baru dimulai.. Suatu hari kami mendapat tugas kelompok membuat meliput tentang kehidupan pinggiran kota yang mengharuskan kami juga membuat dokumenter. Entah kenapa hari itu aku, lina, dan alex dipasangkan dalam satu kelompok. Karena aku jarang mendapat izin keluar rumah oleh Ayah maka tugas meliput aku serahkan kepada Lina dan Alex, sedangkan aku mendapat tugas mengedit dan merapikan video yang sudah mereka rekam, entah sudah berapa kali mereka jalan berdua. Aku tidak ada prasangka buruk terhadap mereka, karena aku sangat percaya pada Lina yang pasti menjaga cintaku. Hingga, suatu malam pada saat aku mengedit video tersebut aku menemukan sebuah memory card di tas yang mereka serahkan. Iseng ku buka memory card tersebut. Isinya membuat aku shock, karena berisikan video percintaan Lina dan Alex. Mereka bergumul tanpa sehelai benang pun"
Rizky menghela nafasnya. Halimah menyandarkan kepala di bahu Rizky. Rizky pun mengelusnya. Kemudian ia melanjutkan ceritanya.
"Setelah melihat video tersebut hatiku terasa sakit. Tapi tetap kuselesaikan tugas kelompok itu, esok hari segera kuserahkan hasilnya pada guru. Mulai saat itu kuputuskan hubunganku dengan Lina, ia terkejut menanyakan alasannya. Aku malas menjelaskannya, ku minta ia melihat isi memory card tersebut. Setelah tahu alasanku kenapa aku memutuskannya ia menangis meraung, meminta maaf dan tidak mau diputuskan. Tapi hatiku terlanjur sakit. Sejak saat itu aku menjauh dari Lina dan dapat kulihat tangisannya dusta belaka, tiga hari setelah ku putusi ia terlihat jalan berdua dengan Alex bahkan terlihat sangat intim. Sejak saat itu, aku tidak pernah mendekati perempuan lagi. Hingga aku bertemu kamu Dek.."
Halimah tersenyum mendengar penjelasan Rizky tersebut.
"Sekarang kamu percaya kan yang mas ceritain, cuma kamu yang Mas cinta"
"Hmmmm"
"Tanggapannya cuma gitu sih..."
"Aku percaya Mas...tapi mas janji ya..jangan bikin aku nangis lagi"
"Iya...iya...mas janji..sekarang mas udah jujur sama kamu, biasanya kalo orang jujur itu di kasih hadiah "
"Ihhhh...mas kayak anak kecil,pake hadiah segala, emangnya mas pengen hadiah apa"
"Emmmhh...apa ya....mas haus nih.."
"Ya udah kita beli minum yuk.."
"Gak mau ah.."
"Lho katanya haus...gimana sih.."
"Mas maunya nyusu sama kamu..."
"Ishhh..mas mesum..ini di taman lo...malu diliatin orang"
"Ayo dong dek...mas udah gak tahan nih..pengen isap puting kamu"
"Masss....nyebelinnnnnn"
Rizky tertawa mendengar perkataan Halimah.
"Iya..deh..di rumah aja...tapi janji ya..nyusu nya yang lama"
"Aduhh...iya deh..suami mesumku..."
"Yuk..udah sore...kita pulang ya..."
"Ayo deh...mas"
Mereka berjalan bergandengan tangan menuju mobil. Siapapun yang melihat pasti iri melihat pasangan mesra tersebut. Cantik dan ganteng pasangan yang serasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
CINTA GADIS DESA
RomansaHalimah hanyalah seorang gadis desa sederhana namun hidupnya berubah ketika ia bertemu Rizky seorang pemuda kota yang membuatnya jatuh cinta dan menyerahkan segalanya
