"Fyuuhh...."Key bernafas lega
"Belum telat kan Key?"Chandra,papa Key bertanya dari balik jendela mobil.
"Hehe,belum Pa,Key masuk dulu ya Pa"pamit Key.
Chandra mengacungkan jempol kemudian berlalu dengan mobilnya.
Tadi pagi,Key terlambat bangun,membuat dia yang biasanya pergi diantar Raka harus pergi dengan papanya.Key sempat kesal karena Raka tega meninggalkannya,tapi Mama segera menjelaskan bahwa Raka punya kelas pagi dan Mama yang memaksanya untuk berangkat duluan.
Key berjalan tergesa ke kelasnya,khawatir bel akan berbunyi.Tepat saat kakinya melangkah masuk ke kelas,bel berbunyi nyaring membuat dia bersorak di dalam hati.
"Pagi.."Key menyapa teman-temannya.
Beberapa dari mereka membalas dan sisanya hanya tersenyum.
"Kok baru nyampek Key?"seorang gadis berambut lurus sepunggung menatapnya dengan kening berkerut.
"Gue telat bangun"jawab Key lirih lalu menghempaskan bokongnya ke atas kursi.
"Pasti Lo streaming video sampai tengah malam lagi kan?"kata gadis itu lagi,kali ini dengan tatapan mengintrogasi.
"Hehe"Key mengelus tengkuknya kikuk.
Gadis itu memutar bola matanya,seolah sudah sering mendengar alasan gadis itu.Anna Mellisa,sohib Key sejak di kelas 8.Gadis tinggi dengan rambut lurus sepunggung dan iris mata tajam itu adalah tipe gadis serius.Anna selalu menjaga Key agar tidak keluar dari zona aman karena ia tau gadis seperti Key sangatlah hiperactive hingga terkadang dia menjadi nekat.Anna mungkin terlihat dingin dan keras,tapi Key tidak pernah keberatan dengan semua larangan dan nasehat Anna karena ia tau gadis itu bermaksud baik.
"Key!!!"teriakan melengking itu membuat semua kepala menoleh.Seorang gadis dengan rambut bergelombang sepunggung menatap Key dengan wajah sendu.Anna menepuk keningnya kesal,sedangkan Key hanya tersenyum kikuk.
"We,Wendy?"
Gadis itu berlari lalu memeluk Key erat membuat gadis itu nyaris terjatuh dari kursinya.
"Kenapa Wen?"Key mencoba mengangkat kepala sohibnya itu.
"Rayya udah punya pacar!hati gue sakit Key!"Wendy mengucapkannya dengan penuh dramatis.
Anna menatap Wendy tanpa berkedip,rahang gadis itu mengeras
"Astaga!udah berapa kali gue bilang sama Lo,jangan kejar-kejar cowok itu lagi!"ucap Anna kesal.Wendy menunduk pasrah.Dia tau Anna benar,seharusnya dia menurut sejak awal.Key memegang lengan Anna lembut,meminta gadis itu untuk tenang sebelum semua teman sekelas mereka tau apa yang terjadi.
"Sabar ya Wen.."Key berusaha menenangkan Wendy,namun sebelum gadis berkuncir itu hendak menghibur,Pak Beno,guru sejarah mereka masuk ke kelas,memaksa acara penuh dramatis itu untuk berhenti.Key menghela nafas perlahan,ia melirik Anna yang sibuk mengontrol emosinya dan Wendy yang sibuk menata hatinya.
Kedua temannya yang bertolak belakang itu terkadang memang membuat dia kewalahan,tapi Key selalu sayang sahabat-sahabatnya.
*
*
*
"Jadi,apa yang ngebuat Lo segitu tergila-gilanya dengan cowok bernama Rayya itu?"tanya Anna sarkastis.
Wendy mendongakkan kepala dari mangkok baksonya,raut wajahnya seolah tidak terima.
"Hello!Lo ngomongin Rayya Na,wajah setampan dan senyum yang memesona itu apa gak cukup jadi jawaban dari pertanyaan Lo?"
Key menghela nafas berat,ayolah,mereka sedang di kantin sekarang,apa mereka berniat melanjutkan drama yang tadi?
"Guys,gue gak mau jadi tontonan di kantin sekolah"ujar Key kesal.Anna menghela nafas,Key benar,berdebat dengan Wendy memang tidak akan ada habisnya,mengingat gadis itu cukup keras kepala.
Wendy Amelia,berbeda dengan Anna dan Key,Wendy cukup sering gonta-ganti pacar.Gadis berwajah manis itu salah satu fashionista sejati yang terkadang mencoba mengendalikan fashion sahabat-sahabatnya.Anna mungkin akan menolak mentah-mentah sedangkan Key,cewek itu akan menurut dan membiarkan Wendy berkarya.Mengenalnya sejak SMP,membuat Key dan Anna tau semua kisah-kisah cinta Wendy yang tidak pernah bertahan lama.
"Gue gak nyangka kalo selera Rayya itu gak banget,Lo tau dia pacaran sama anak kelas 11 yang gak lebih cantik dari gue!"
"Wendy!Lo gak boleh ngomong gitu!"tegur Key.Anna memutar bola matanya muak.
"Gue akhirnya tau kenapa Rayya gak pernah ngeluruk Lo"sindir Anna sambil menatap tajam Wendy.Mata Wendy membelalakkan lalu melirik pada Anna kesal.
"Udah!jangan berantem mulu!"Key kembali menengahi,cewek berkuncir kuda itu lalu menoleh pada Wendy.
"Lo bisa move on kan Wen?"
Wendy menunduk lesu.
"Gue gak tau Key..gue naksir Rayya udah lama.."
"Gimana sih Wen,Lo gak boleh nyerah gitu aja!bangkit dong!"Anna ikut angkat suara.
Wendy tersenyum lebar,senang akan simpati teman-temannya.Tiba-tiba Wendy teringat akan sesuatu,senyumannya berubah usil.
"Key,kakak Lo untuk gue aja ya!"ujarnya jelas tanpa jeda.
Mata Key dan Anna membuat tidak percaya.
"Apa?!"Key terlonjak kaget.Membuat beberapa siswa memperhatikan mereka, sadar menjadi pusat perhatian,Key menetralkan suaranya.
"Lo kira kakak gua apaan?barang pinjeman?"ketus Key dengan bibir manyun.
Wendy terkekeh,Anna pun ikut tertawa melihat ekspresi Key yang cemberut.
"Raka udah mulai kuliah ya?"Anna mengalihkan pembicaraan.
Key mengangguk singkat sebagai jawaban.
"Asyik banget punya kakak ganteng kayak Raka"celetuk Wendy,Key mendesakkan lidah kesal.Anna mengikuti Wendy pelan,meminta Wendy untuk berhenti sebelum Key benar-benar mengamuk.
Anna maupun Wendy memang tau soal Raka yang menjadi kakak angkatnya sejak kecil, mereka juga mengerti bagaimana kedekatan Key dan Raka.Key yang tidak pernah menganggap Raka hanya sebagai 'kakak angkat', Raka tetaplah kakaknya,dulu,sekarang,nanti,dan selamanya.
*
*
*
"Key!"panggilan itu membuat langkah Key tertahan.
Nicho salah satu anak IPS yang juga menjawab sebagai Waket OSIS berlari menghampirinya.
"Key Lo mau pulang ya?"pertanyaan itu membuat Anna dan Wendy yang berdiri di belakang Key saling tatap.
"Iya,kenapa?"Key menjawab tanpa curiga
Senyum Nicho merekah.
"Ehm,kalo Lo gak keberatan,mau pulang bareng gue?"
Anna dan Wendy membelalakkan mata, kaget.Tawaran dari cowok yang juga berlebel idola sekolah itu jelas punya maksud tertentu.
"Loh,kok tiba-tiba?"tanya Key masih tampak santai.
"Ehm,enggak apa-apa sih,biar sekalian"Nicho mencari-cari alasan.Kening Key berkerut.
"Loh,bukannya rumah kita berlawanan arah ya?"
Cowok itu terbelalak lalu mengelus tengkuknya kikuk.Cowok itu lalu mencari alasan lain.
Key menepuk pundak Nicho lembut lalu tersenyum manis,membuat pria itu terpana.
"Gak apa-apa deh,gue udah dijemput bokap tuh.Bye!"gadis lalu berlari lari kecil keluar pagar mendekati mobil sedan hitam yang dikenali milik papanya setelah melambaikan tangannya pada Anna dan Wendy.
Nicho menatap punggung itu sampai tak lagi terlihat dengan segaris senyuman
"Lo suka sama Key?"pertanyaan to the points dari Anna membuat Nicho sedikit terkejut,namun cowok itu segera mampu mengendalikan ekspresinya.
"A-apaan sih,Lo jangan ngawur!"
Wendy mendengus,cowok itu tidak pandai berbohong.Anna menatap Nicho tajam.
"Terserah,tapi kalau Lo cuma main-main,lebih baik mundur.Key bukan boneka!"
Setelah menyelesaikan kalimatnya, Anna disusul Wendy melengos pergi.Nicho menatap dua gadis itu lalu tersenyum tipis.
"Kita lihat aja nanti..."
*
*
*
Key menatap jalanan tanpa minat.Bukan tidak sadar,Key tau Nicho berusaha mendekatinya.Key tidak membenci Nicho,tapi dia tidak memilik hati pada pria-yang katanya-idola sekolah itu.Key tidak pernah mau bermain-main dengan hatinya.
"Ada apa Key?"Chandra memecah lamunan putrinya,membuat gadis itu salah tingkah.
"Ng,gak apa-apa kok Pa"Key mencoba meyakinkan Papanya dengan tersenyum manis.Chandra mengangguk paham.
Hening sesaat,tiba-tiba gadis itu teringat akan sesuatu,
"Pa,besok Key mau pergi ke toko buku ya.."Izin gadis itu dengan wajah penuh harap.Chandra mengalihkan pandangannya sesaat dari jalan raya,menatap wajah putihnya lekat,lalu kembali fokus tugas menyetirnya.
"Boleh,tapi Papa gak bisa anterin kamu.Papa ada rapat penting besok"
"Ya udah deh,berarti Key harus naik taksi"ucapnya lesu
"Loh,gak bisa pergi bareng Raka?besok kan hari Minggu"Key menggeleng cemberut,ucapan Papanya seolah mengingatkannya pada sebuah kekecewaan.
"Dia punya tugas kelompok,kenapa sih waktunya harus gak pas gini?!"dengus Key geram.Chandra tertawa pelan.
"Ya ampun,Raka juga punya dunianya sendiri Key,lagian baru kali ini kan Raka gak bisa nemenin kamu?"
Key mengangguk patah-patah,membenarkan ucapan Papanya.
"Udah,gini aja deh biar kamu seneng.papa tambahin uang belanja buku kamu,gimana?"Chandra memberikan tawaran yang menggiurkan bagi Key.
"Serius nih Pa?oke deal!"Key berseru riang,dan membuat Chandra kembali tertawa.
*
*
*

KAMU SEDANG MEMBACA
Key dan Ra
Teen FictionLo mungkin key untuk semua orang tapi lo satu satunya Ra untuk gue. Apa yang bakal lo pilih, cinta pertama lo atau cinta termanis lo?