Raka menghela nafas pelan lalu tersenyum tipis menatap kumpulan mahasiswa yang sedang heboh bermain.
Dosennya tidak masuk hari ini,teman temannya dengan penuh semangat menyeretnya untuk menonton dan berakhir bermain di pusat game.Cowok itu merogoh ponselnya,bibirnya langsung tersenyum saat wajah itu yang pertama kali muncul d layar ponselnya.Key.
Raka menyayangi Key lebih dari apapun,sejak dulu,gadis itu selalu menjadi prioritasnya,Raka selalu siap kalau harus mengikuti Key kemanapun gadis itu pergi,menjaganya,mengawasinya,selalu..
Raka sadar,ia tidak punya siapa siapa lagi sekarang,tapi Tuhan mau berbaik hati padanya mengirim Chandra untuk mengurusnya,membuatnya tetap merasakan sosok ayah,lembutnya cinta ibu dari Fiya dan membuatnya bisa bertemu gadis seperti Key.Raka bersyukur..
Tapi,akhir akhir ia merasa waktu kebersamaannya dengan Key semakin sedikit,ia akui,itu salahnya yang semakin sibuk dengan dunia perkuliahan,tapi ada hal lain..Raka takut suatu saat nanti Key tidak membutuhkannya lagi karena sudah punya orang lain yang setia di sebelahnya,ada tasa tidak rela di dalam hati cowok itu,Raka ingin Key hanya jadi miliknya,bersamanya..."Hei!"Jawilan pelan di bahu itu membuyarkan pikiran Raka,matanya menoleh,mendapati Anggi yang tersenyum manis dengan tangan memegangi dua kaleng soft drink.
"Lo melamun?"
Raka meringis dengan tangan mengelus tengkuk,merasa malu tertangkap basah melamun.Gadis itu tertawa renyah lalu menyodorkan salah satu kalang soft drink.
"Untuk gue?"
Anggi kembali terkekeh lalu mengangguk.
"Thanks.."
Anggi lalu ikut berdiri di sebelah Raka,menatap teman teman mereka yang semakin ribut bermain.
"Mereka seru banget kan?"
Anggi membuka topik percakapan
Raka tersenyum tipis,satu tangannya di masukkan ke dalam saku celana.
"Kayak bocah.."
"Gak apa apa kali Ka,kita kan memang butuh hiburan yang begini"
Raka tersenyum sarkastis lalu kembali meneguk minumannya.
"Tapi ini bukan gue banget,mending gue mandi keringat main basket atau futsal.."
Anggi tersenyum memandang cowok itu,matanya berbinar.
"Wah,gue harus lihat Lo main nih!"
Raka menoleh lalu tersenyum lembut.
"Boleh,datang aja.."
Anggi tersenyum senang,antusias.
"Pasti gue bakal lebih semangat mainnya kalau Lo yang jadi supertor.Apalagi cantik kayak gini..."Raka tertawa pelan,menggoda.
Anggi terdiam gugup,pipinya memerah..
Raka mengerutkan kening,menangkap ekspresi aneh dari wajah Anggi.Cowok itu berdehem canggung.
"Dia anggap serius.."
"Eng,kalau Lo?suka ngapain?"Raka mencoba memecah kecanggungan.
"Eng,gue..suka ke pameran seni,ngeliat patung atau lukisan.Gue selalu merasa senang kalau kesana.."
Raka tersenyum menatap wajah cerah itu.Anggi terlihat senang menceritakannya."Hei,ngapain nih kalian mojok?"Ethan tiba tiba muncul dan langsung merangkul Raka,membuat cowok itu oleng.
"Sial,tumpah ni!"Raka menunjuk celananya yang sedikit basah terkena soft drink.
Ethan nyengir lalu menggumamkan kata maaf.
"Anggi!ayo dong gabung,kurang orang nih!"Bunga tiba tiba menarik Anggi membuat gadis itu gelagapan.
"Eh,ta,tapi.."
"Udah ah,ayo!pinjem Angginya bentar ya Ka.."
Bunga buru buru menarik gadis berambut sebahu itu.
Raka mengedikkan bahu,
"Kenapa harus minta izin,coba?"
Ethan menyikut perut Raka pelan,sedikit kesal dengan sikap cuek cowok itu.
"Sakit!"Raka mendengus kesal,Ethan mengedikkan bahunya,tidak merasa bersalah.
"Eh Ka,"
"Ehmm?"jawabnya malas
"Menurut Lo Anggi tu gimana?"
Raka terdiam sesaat,menatap gadis dengan kaus hitam yang sibuk bermain dengan Leta,Johan dan Bunga.
"Cantik,baik,perhatian,jago masak,asik.."jawabnya sekenanya.
"Terus,Lo suka?"
Raka mengernyitkan kening,menatap temannya heran.Pertanyaan ini terasa aneh.
"Apa maksud Lo naksir?"
Ethan menghela nafas pelan,lalu mengangguk yakin
"Gue suka dia sebagai teman,gak lebih."Raka menjawab lugas,membuat Ethan menghela nafas berat.
"Lo gak sadar ya Ka?"
"Sadar apa?"
Ethan menatap Anggi dari jauh,
"Anggi,dia naksir sama Lo.."
Raka terkesiap,tidak percaya..
*
*
*
Nala menatap pemandangan langit yang mulai menjatuhkan bukit bulir air.Nala menundukkan kepalanya,menahan air mata yang akan kembali keluar,gadis itu..kenapa dia datang?kenapa dia kembali membuat luka di atas luka yang belum mengering?Nala kembali merasakan sakit yang selama ini coba ia tutupi.
Kepergian Rama,suaminya membuat Nala nyaris tidak mampu berdiri.Membuatnya terpuruk.Namun,Nala sadar dia tidak hidup sendiri,ada yang membutuhkannya,demi itu Nala bangkit,melupakan rasa sakitnya,menutupi lukanya dengan tawa dan senyum.
"Ma?ini tehnya"Bintang datang dengan segelas cangkir teh lalu meletakkannya di atas meja.
Cowok itu duduk di depan ibunya,menggenggam jemarinya lembut,mencoba memberi kekuatan dari sentuhan itu.Nala tersenyum menatap Bintang,air matanya kembali menitik.Lihatlah,anak ini sudah besar dan dia semakin mirip Rama.
"Mama sayang kamu Bintang"
Bintang tersenyum tulus.
"Bintang juga Ma.."
Nala mengelus wajah Bintang lembut.
Ya,Nala tidak boleh jatuh,Bintang membutuhkannya...
Bintang lah satu satunya alasan Nala masih mampu berdiri sampai saat ini.
*
*
*
Key mengerang di dalam hati,kenapa kelas 12 bisa semengerikan ini?Gadis itu mentap tumpukan buku di sebelahnya,benar benar menyiksa!
Key nyaris menjerit frustasi saat tiba tiba ponselnya berdenting.Ada pesan yang masuk.Suara itu rasanya jauh lebih menyenangkan untuk di dengar dari pada tumpukan buku buku itu.Key buru buru meraih ponselnya di atas kasur.Mungkin inilah alasan kenapa saat belajar kita lebih baik meng -off kan ponsel.Dampaknya langsung membuat kita jauh dari meja belajar.
Lihatlah gadis itu,ia kini sudah berguling di atas kasur sambil memegang ponsel.
Bintang,nama itu tertera di pengrim pesan,Key merasa jantungnya bersorak,ada degup yang tak ia mengerti di sana.
Bintang
Ra,gue mau bilang besok
Lo pulang bareng gue aja,
Sekalian ngambil novel.
Deg!
Key mati matian menahan senyum di wajahnya.Oke,fix!dia pasti seperti kepiting rebus sekarang.
Tergesa,Key mebalas pesan itu.Me
Oke,gue nunggu Lo di parkiran aja yaKey bersorak tertahan lalu memeluk bantalnya,mencoba menyembunyikan wajah semunya.Gadis itu tidak mengerti kenapa dia bisa sesenang ini.Bintang membuatnya nyaman,tapi..sejak kapan?
Ting!
Ponselnya kembali berdenting,balasan dari Bintang!Bintang
Siip!
Oke,good night!Me
Good night too!Key merasa jantungnya berdegup terlalu keras,sampai ia benar benar bisa mendengarnya.Key lagi lagi menenggelamkan wajahnya di bantal.Baiklah,harus ia akui,mungkin perasaan ini memang benar,Dia,entah sejak kapan menyukai cowok bergingsul itu.
*
*
*

KAMU SEDANG MEMBACA
Key dan Ra
Teen FictionLo mungkin key untuk semua orang tapi lo satu satunya Ra untuk gue. Apa yang bakal lo pilih, cinta pertama lo atau cinta termanis lo?