"Nayshii" ,ibu memanggil dari kamarnya.Aku bergegas meninggalkan tumpukan tugas kuliahku demi memenuhi panggilan ibu dan menuju kamarnya.
"Nay, ibu mau nanya sama kamu.. Ini anaknya temen ibu kasian udah seminggu sakit panas, udah berobat bolak-balik ke dokter tapi gapapa hasilnya. Padahal udah seminggu tapi panasnya gak turun-turun, terus gak bisa dirawat karna gak kenapa-kenapa." ,katanya sambil mencarikan foto yang dilihatnya tadi sore di facebook.
"Hmmmmm??" ,jawabku masih tidak mengerti.
"Ini.. Regan yang di RT 02 ituu. Masih 5 tahun. Kemarin ceritanya abis liburan ke Pangandaran, terus pulang-pulang malah sakit kayak gini tiba-tiba." ,ceritanya lagi.
"Pangandaran?" ,aku berpikir sejenak.
Dulu, waktu aku masih smp aku pernah berlibur ke pantai pangandaran. Dan aku rasa, aku lebih memilih untuk tidak pergi kesana lagi karena tempat disana sangat rawan dengan pesugihan.
Sudah sangat sering juga kejadian, seseorang yang pulang berlibur dari sana tiba-tiba sakit dan tak kunjung sembuh. Tidak jarang pada akhirnya, mereka meninggal dunia begitu saja. Kalaupun tidak dengan cara itu, tidak jarang juga banyak yang hanyut terbawa ombak.
Sebenarnya, di balik keindahan pantainya itu ada apa sih?
---
"Heh kok melamun? Denger gak ibu ngomong?" ,tanyanya.
"Eh apa bu? Aku lagi mikir tadi" ,kataku.
"Ini liat fotonya.." ,katanya sambil menunjukkan foto anak tersebut.
"Bu.. Regan itu yang anaknya baik itu kan yang suka naik sepeda lewat depan rumah kalo berangkat ngaji?" ,tanyaku.
"Iyaaa.. Regan itu sholeh, masih sekecil itu dia rajin shalat berjamaah di masjid, rajin ngajinya. Baik pokoknya." ,jawab ibuku.
"Regan itu gak sakit bu, dia ketempelan dan kemasukan makhluk anak kecil perempuan tapi yang kudisan. Masuknya lewat kaki. Tapi alhamdulillah Regan masih bisa pulang. Seperti yang dilihat, Regan ini anak yang baik jadi masih dilindungi, jadi dia gak sampai hanyut kebawa ombak. Bahaya itu bu, dia mau dijadiin tumbal sebenernya." ,jelasku.
"Eh, Innalillahi.. Kamu bisa tolongin Regan gak? Kasian anak sebaik itu masa mau dijadiin tumbal. Jahat banget itu yang melakukannya." ,jawabnya.
"Hmmm.. InshaAllah aku bisa bantu." ,jawabku agak ragu.
---
Lalu, ibu pun menghubungi Mamahnya Regan untuk bertanya ada apa. Tanpa basa-basi, mamahnya pun menceritakan bagaimana kronologis kejadian sebenarnya.
Katanya, mereka hanya bermain dan berlibur seperti biasa ke pantai. Dan tiba-tiba saja sepulang dari sana langsung aneh seperti ini.
Setelah mengobrol banyak hal, akhirnya mamahnya pun meminta tolong kepadaku. Sebelumnya, ia tidak tahu kalau aku ini anak indigo. Setelah ibu menceritakan, lalu ia mempercayakan Regan kepadaku. Karna sebelumnya Regan telah berusaha untuk diruqyah tapi tidak ada perubahan.
---
"Aduuh.. Gimana ini, aku harus apa?" ,batinku bingung.
"Aku kan gak pernah nyembuhin orang yang kayak gini. Apalagi ini pesugihan, udah pasti berhubungan sama dukunnya. Kalau ketauan aku juga bisa terancam punah." ,pikirku.
"Terus aku harus ngapain? Anaknya harus diapain coba? Gimana caranya juga aku kan gak tau." ,pikirku bolak-balik.
---
Keesokan paginya, mamahnya Regan datang kepadaku memintaku untuk ke rumahnya melihat keadaan Regan saat ini dengan gelagat yang semakin hari semakin aneh.

KAMU SEDANG MEMBACA
Indigo Crystal 2
ÜbernatürlichesDunia ini tidak seperti apa yang kita lihat. Terdapat banyak misteri dalam kehidupan ini Apa yang kau lihat, Apa yang kau saksikan, Apa yang kau rasakan, Apa yang kau ketahui, Masih tersimpan banyak misteri di dalamnya. Terlebih lagi tentang dua ala...