Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

46 - Tentang Kampus (1)

298 39 4
                                        

Akhirnya cerita ini aku publikasikan setelah melalui beberapa pertimbangan. Ini adalah kisah tentang kampusku sendiri. Kebetulan karena saat ini aku sudah lulus, jadi mungkin tidak apa-apa jika menceritakan banyak hal di dalamnya. Ya tentunya sesuatu yang berkenaan dengan hal mistis. Tapi ya tetap wallahualam, karna hanya Tuhan yang tahu segalanya. Ini hanyalah sebagian kecil dari kisah yang aku ketahui.

Setelah selama 4 tahun ke belakang rasanya berat sekali untuk dilalui, alhamdulillah akhirnya aku bisa melewati semuanya sebagai proses pendewasaan diri. Dan... alhamdulillah rasanya aku lega sekali bisa menyelesaikan pendidikan sarjanaku di tempat tersebut, walaupun rasanya berat sekali untuk bertahan disana mengingat banyak sekali kejadian yang bertubi-tubi menimpaku.

Selalu kuingat pesan ibu, aku pasti bisa melewati dan melaluinya. Ikhlas dan sabar adalah kuncinya karena kampus ini sudah menjadi pilihan terbaik dari Tuhan untuk membuatku banyak belajar dan mengambil hikmahnya. Kalau aku tidak kuliah di kampus ini, mungkin aku tidak memiliki banyak waktu untuk melihat dan mengenal keajaiban semesta hingga akhirnya bisa berbagi dengan kalian seperti saat ini.

// 2 0 1 6

Kampus ini mungkin terlihat sama seperti kampus-kampus lainnya yang ada di Bandung. Tapi bangunan sederhana berarsitektur Belanda ini nyatanya cukup membuat kesan angker pada beberapa bagian tempatnya.

Residual energi yang begitu lekat dan bahkan melingkupi seluruh wilayah kampusku ini membuatku merasa seperti sedang berada di masa lalu setiap berkuliah. Ada banyak kejadian bahkan kisah dari masa lalu yang tertangkap oleh mata batinku ini.

Pada mulanya, aku tidak begitu menyadari energi yang tersimpan dari kampus ini. Jelas saja, karena ketika ospek berlangsung dan menjadi maba alias mahasiswa baru aku masih fokus menyesuaikan diri dengan karakter lingkungan yang ada disini. Ya paling-paling, hal mistis yang ditemui hanya sekedar hantu-hantu biasa yang sering kujumpai dengan wujud yang rata-ratanya menyeramkan semua, alias rusak dan tidak karuan.

(1).

Kesadaranku tentang kampus ini baru mulai terasa ketika aku mengikuti upacara. Jadi, di tiap tanggal 17 setiap bulannya, kampusku ini wajib melaksanakan upacara. Barisan yang didominasi oleh anak-anak teknik dengan seragam khasnya ini, menjadikan mereka tampak seperti taruna-taruni yang membuat anak-anak dari fakultas lain cukup terkesan.

Awalnya aku juga cukup terkesan karena suasana waktu itu tentu saja terasa menjadi lebih berbeda seperti upacara-upacara anak sekolahan. Tapi nyatanya, tidak lama kemudian, berdiri di tengah lapang yang menghadap ke bangunan lama kampus membuatku pusing dan mual. Kali pertama melaksanakan upacara, aku izin keluar barisan karena pusing. Padahal, semasa SMA aku tidak pernah izin upacara seperti ini.

Entah kenapa ada banyak sekali kejanggalan yang membuatku tidak nyaman selama upacara berlangsung, apalagi ketika drumband kampus bergema untuk mengiringi jalannya upacara. Selalu saja aku dibuat merinding ketika drumband berbunyi

Rasanya seperti ada dua suara yang bergema, dan aku sangat yakin kalau peralatan-peralatan drumband yang dimainkan ini semuanya tidaklah sembarangan alias "diisi dan memiliki daya magis" agar memiliki daya tarik yang kuat bagi penikmatnya.

"Isian" dari peralatan drumband di kampusku ini cukup kuat menurutku. Kalau boleh menebak, pada mulanya peralatan drumband ini kurasa pernah diberi sesaji terlebih dahulu karena aku bisa melihat dan merasakan perbedaan gelombang suaranya ketika peralatan drumband ini dimainkan. Tapi yasudahlah tak masalah, mungkin maksudnya ingin menjadikan drumband ini sebagai ikonis kampus. Lagipula tidak ada efek apa-apa selain bertujuan untuk menjadikannya sebagai daya tarik.

••••

(2).

Selain drumband magis yang mengiringi jalannya upacara, ada juga pohon besar yang menjadi pusat perhatianku selama berada di lapangan kampus. Aku pribadi menyebutnya dengan pohon kembar atau pohon bayangan. Yang aku lihat selama ini, ada 2 pohon besar di depan fakultas teknik dengan ukuran tinggi dan besar yang sama (layaknya pohon beringin yang ada di alun-alun kota Jogja).

Indigo Crystal 2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang