Dunia ini tidak seperti apa yang kita lihat.
Terdapat banyak misteri dalam kehidupan ini
Apa yang kau lihat,
Apa yang kau saksikan,
Apa yang kau rasakan,
Apa yang kau ketahui,
Masih tersimpan banyak misteri di dalamnya.
Terlebih lagi tentang dua ala...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Saat itu, aku sedang makan-makan bersama teman-teman kampusku di sebuah tempat makan di kota Bandung sebelum menjelang bulan ramadhan lusa nanti.
Setelah kenyang dan selesai berbincang-bincang yang tidak jelas, kami pun memutuskan untuk pulang. Saat itu waktu masih sekitar jam 3 sore.
Sesampainya di rumah, aku hanya termenung melihat sebuah gambaran fenomena alam yang akan terjadi setelah lebaran nanti.
Siapa yang tidak akan stress, ketika mata batin dihadapkan pada situasi fenomena alam yang sangat mengerikan.
- Kebakaran hutan - Gempa bumi - Tsunami - Gunung api bergejolak - Kekeringan - Badai - Cuaca ekstrem - Pesawat jatuh.
Aku ini kenapa? Aku kira indigo itu hanya sebatas melihat hantu. Ternyata jauh dari itu :((
Dibandingkan melihat hantu dan sebangsanya, aku justru lebih peka dan lebih tajam terhadap fenomena alam dan suatu kejadian. Salah satu yang tidak aku mengerti adalah...
Aku tidak tahu, apakah ini kejadian di masa lalu atau kejadian yang akan datang. Entah beberapa menit kedepan, atau esok hari, atau minggu depan, atau bulan depan, atau bahkan beberapa tahun kedepan. Aku tidak tahu pasti kapan dan dimana kejadian tersebut akan terjadi.
Dan aku, selalu menganggap bahwa ini hanya mimpi atau pikiran burukku saja. Aku selalu menganggap semua ini adalah kejadian masa lalu dan ada yang salah dengan mata batinku. Tidak mungkin aku manusia biasa bisa mengetahui apa yang akan terjadi beberapa hari kedepan. Yang aku yakini, hanya Allah yang mengetahui itu semua.
----
Sebenarnya tahun 2018 ini, sejak Januari s.d April aku berada di fase yang sudah cukup tenang. Tidak mendapatkan gambaran apa-apa untuk tahun ini.
Karna sebelumnya, di akhir tahun 2017 lalu, aku sudah dihadapkan pada situasi dimana aku sangat takut mendengar suara pesawat terbang. Suatu ketakutan yang saat itu sangat membebani karena aku adalah mahasiswa yang mempelajari dunia kedirgantaraan, mau bagaimanapun juga aku mempelajari tentang pesawat terbang.
Berkali-kali aku menutup telinga dan mata untuk menahan rasa takutku ketika mendengar suara pesawat. Berkali-kali pula aku merasa miris ketika mendengarkan penjelasan dosen tentang sejarah, mekanisme terbang sebuah pesawat, juga K3 penerbangan. Aku benar-benar belum bisa mengendalikan diriku untuk menahan rasa takutku ini. Entahlah, aku merasa kalau akan ada tragedi pesawat jatuh. Dan aku tidak bisa fokus selama perkuliahan ini.
Satu hal yang aku sadari, mungkin aku sudah terbiasa dengan makhluk halus, tapi aku tidak terbiasa dengan gambaran-gambaran kejadian yang entah akan terjadi kapan dan dimana. Sebuah tragedi yang banyak memakan korban jiwa.
Saat itu, aku terlalu fokus pada korban. Aku merasakan bagaimana sedihnya dan pedihnya kejadian itu.