Selamat Datang di Perjalanan Magelang-Jogja
26 April 2019
Lanjutan Kisah....
Selamat Pagi Magelang, Kota Sejuta Bunga 🌷
Semoga setelah melewati malam yang dipenuhi dengan keresahan kemarin, kini hatiku menemui keceriannya.
Ini adalah kali pertamanya aku menginjakkan kaki di Kota Magelang. Entahlah, aku baru tahu kalau ternyata Magelang sesejuk ini suasananya, kukira hanyalah Jogja satu-satunya tempat yang membawa kedamaian untukku.
"Bu, alhamdulillah aku udah sampai di Magelang," kabarku pada ibu melalui pesan.
"Alhamdulillah Nayshi, semoga kamu dapat ilmu baru yang bermanfaat," jawab ibuku.
"Bu, aku baru tahu kalau Magelang asri. Aku suka kota ini, sejuk. Setelah semalam aku dirundung kecemasan dan kepanikan, sekarang hatiku damai lihat suasana Kota Magelang. Maklum, baru pertama kali ke Magelang hehe," kataku pada ibu.
"Iyaa alhamdulillah, Magelang emang suasananya asri kok... yaudah selamat bersenang-senang ya sekarang, jangan khawatir lagi," kata ibuku.
-----
Pagi ini semuanya telah berkumpul di depan salah satu industri yang akan kami kunjungi. Terlihat jelas raut wajah kecewa, kesal, dan lesu saat itu dari sebagian besar mahasiswanya. Aku sendiri sudah kehilangan sebagian energiku karena kejadian semalam. Kini, aku hanya bisa menjalani aktivitasku dengan setengah energi yang kupunya.
Nyatanya industri ini cukup menyeramkan. Ada banyak makhluk tinggi besar yang menyambut kedatangan kami semua. Tak apa sih, mereka sama sekali tidak mengganggu. Hanya saja wujudnya yang mengerikan agak membuatku bergidik ngeri ketika harus berpapasan dengan mereka semua.
Tak ada yang lebih mengesankan dari acara pagi ini, kami hanya sekedar melihat-lihat dan mendengarkan saja. Aku pribadi tak antusias karena aku merasa telah dibohongi. Aku tak suka acara yang diadakan oleh kampus hari ini. Pokoknya aku merasa industri ini bagiku tak memberikan apapun untukku. Seolah hanya menjadi suatu formalitas belaka agar kami memang benar-benar melakukan kunjungan industri. Sudahlah, tak usah bahas kunjungan industri, bahkan sampai sekarang aku tak tahu sertifikatku ini telah menambah wawasan apa untukku.
Perjalanam di Kota Magelang terbilang terlalu singkat. Mungkin bisa dibilang hanya sekedar mampir. Padahal, ada banyak hal yang ingin aku tau dari kota ini. Aku baru tau kalau kota ini menyimpan kedamaian. Tapi entah juga, ya setidaknya begitulah yang aku rasakan waktu pertama kali menginjakkan kaki disana. Tapi aku ingin mengulangi sekali lagi mengunjungi kota tersebut.
----
Jogja, April 2019.
Selesai berkeliling dan berpanas ria di sebuah industri tersebut, akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke Jogja, yaitu ke Merapi. Kami sampai di Merapi agak sore, jadi cuaca tidak begitu cerah, cenderung berkabut.
'Assalamualaikum Merapi,' ucapku dalam hati ketika sudah menginjakkan kaki di kaki Merapi.
Aku sudah sangat mengenal daerah ini, aku pun sudah mengenal sosok-sosok penunggu wilayah Merapi. Yang terpenting sekarang adalah kami harus menjaga sikap dan bahasa kami karena wilayah di sekitaran Merapi ini sungguhlah sakral. Dan aku akan sangat merasa malu pada leluhurku di Jogja jika salah satu temanku nanti ada yang berlaku tidak sopan. Tapi sepertinya semuanya baik-baik saja.
Aku sudah biasa ke Merapi, bahkan akhir januari lalu pun aku baru saja dari Merapi. Tapi entah kenapa suasana kali ini berbeda. Ada satu tempat yang baru aku kunjungi kali ini, yaitu museum sisa hartaku. Sebuah bangunan rumah sederhana yang menyimpan banyak benda-benda sederhana bekas erupsi dahsyat beberapa tahun lalu. Menjadi saksi atas betapa pilunya kejadian pada masa itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Indigo Crystal 2
ParanormalDunia ini tidak seperti apa yang kita lihat. Terdapat banyak misteri dalam kehidupan ini Apa yang kau lihat, Apa yang kau saksikan, Apa yang kau rasakan, Apa yang kau ketahui, Masih tersimpan banyak misteri di dalamnya. Terlebih lagi tentang dua ala...
