MIKASA. Wanita itu memilih Maldives untuk menghabiskan liburan musim panas. Tapi bukannya ia merasa gembira, kedatangannya malah membawa nasib sial.
"Cleopatra dan Mark Antony saja saling jatuh cinta pada pandangan pertama. Malah, saking dalamnya ci...
Dari mana datangnya Eros, sang pembawa cupid? . Misterius, Eren dan Mikasa berubah wibawa di mata mereka masing-masing.
🏝
Mikasa terbangun di pagi hari. Saat itu baskara sudah beranjak naik di ufuk timur. Hampir saja Mikasa terlambat untuk sarapan, semalam sesampainya di hotel. Dia terpekur sangat pulas, karna efek obat yang Eren berikan kemarin. Alhasil, pagi ini Mikasa semringah. Kantung matanya berangsur memudar.
Suasana hatinya juga ikut ceria, neurotransmiter Mikasa pulih seketika. Meniadakan dopamin, meningkatkan seratonin. Terlihat dari senyum tipis dari tila Mikasa. Dia nampak berjalan menuju lounge, sebelum ditutup dia bergegas ke sana.
Kala itu Mikasa mengenakan kaus putih over size, dan short ripped jeans. Rambutnya diikat asal, menjadikan anak-anak rambut berantakan. Wajahnya polos, tanpa make up. Boleh jadi, Mikasa hanya sempat membasuh muka dan sikat gigi tadi.
Wanita itu sepertinya lupa, jika dia sedang berada di hotel, bukan di rumah. Beberapa orang yang memandang aneh, Mikasa abai, tak peduli, toh tak ada yang dia dikenal.
Parahnya, Mikasa hanya memakai slipper hotel ke sana. Wanita itu terlalu santai, entah obat Mirtazapine berefek sampai mana. Dia terlihat seperti orang mabuk.
• • •
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Mikasa masuk, membuka pintu transparan berhias kayu. Dapat dilihat dari luar, buffet berbaris rapih. Lengkap dengan hidangan yang serba lengkap. Bau harum langsung menggoda alat pencernaannya. Mikasa terkesiap dalam diam, mau apa pun perasaannya, dia hanya bisa menciptakan satu ekspresi, datar.
Mikasa ambil satu piring ukuran cukup besar. Dia berjalan menuju buffet, memindai satu-satu kudapan. Mikasa menemukan telur mata sapi yang sudah ditaburi oregano. Mikasa hendak mengambil telur itu dua buah ke atas piringnya.
Saat mengambil alat pencapit, tiba-tiba saja tangan Mikasa bersentuhan oleh tangan seseorang, yang hendak mengambil telur juga secara bersamaan. Mikasa refleks menoleh ke samping kanannya. "Sorry ..."
Sekejap, bulu mata Mikasa mengepak beberapa detik. Seperti ada semburat cahaya menorobos matanya. Nampak sesosok pria berwajah familier, membuat Mikasa berkerut kening.
"Anda?"
Halis Eren naik, dia juga ikut terkejut. "Anda sedang apa di sini? Anda seorang stalker? Jangan-jangan anda mengikuti saya?" Langsung Mikasa menyerobot dengan banyak pertanyaan.
Oh my ...
Mata Eren berubah menyipit, kemudian memutar mata. Mood Eren merosot, padahal dia mau menyapa Mikasa bersama senyum hangat. Melihat sifat Mikasa barusan, Eren mengurungkan niat.