"Jun, lebih cepat lagi!" perintah Zayyan dengan meninggikan suaranya.
Juna menganggukan kepalanya mendengar perkataan pria di sampingnya itu. Bukan hal baru lagi jika Zayyan mengutamakan rasa penasarannya, apalagi jika hal tersebut benar-benar penting,--Oh bukan penting lagi menurutnya, namun di luar 'akal' yang bisa diterimanya. Kejadian demi kejadian dan satu persatu hal mulai ia ketahui.
Lias dan Gita yang duduk di kursi belakang hanya terdiam mendengarkan ocehan Zayyan yang menyuruh Juna untuk menyetir lebih cepat lagi.
Ruang IT Tim Dua Unit Penyelidikan Khusus.
BRAKK!!
Lagi dan lagi. Zayyan mendorong pintu ruangan Agam dengan keras.
"Haish, dia mulai lagi." gumam Agam saat melihat Zayyan.
"Apa yang kau temukan?! Katakan semuanya, jangan ada yang terlewat!"
Agam berdeham pelan dan menatap keempat orang di hadapannya secara bergantian. Ia sedikit heran oleh kehadiran Gita dan Lias. Kemudian ia menyalakan laptop dan menghubungkannya pada layar proyektor di sana.
Klik!
"Lihatlah ini. Sekitar 45 menit yang lalu, akun bernama Black Boss yang kita curigai sebagai dalang dibalik semua ini mengupload beberapa organ dalam manusia. Jantung, mata, hati, otak, dapat kita lihat secara jelas tanpa sensor apapun. Ia menuliskan keterangan di bawahnya,
"Organ fresh dengan tingkat kualitas tinggi. Belum ada seminggu. Silahkan pilih."
Lias mengernyit heran, "Silahkan pilih? Apa mereka pikir organ dalam seperti itu untuk dijual?! Itu ilegal dan-"
"Bagimu ilegal. Tapi bagi mereka itu adalah sebuah misi." timpal Zayyan tanpa menoleh sekalipun, pandangannya tetap mengarah pada layar berukuran cukup besar di hadapannya.
Emosinya seakan menyeruak, ia membayangkan betapa teganya seseorang membunuh tiga anak remaja dan kemudian organ dalamnya dijual. Apa mereka benar manusia? Mengapa begitu mudahnya menjual hal yang dapat dikategorikan tak masuk akal?
"Misi gila. Semua orang dalam situs segreto itu sudah gila!" marah Juna seraya menunjuk layar proyektor yang masih menampilkan gambar organ dalam itu.
"Semua organ dalam itu...." ucap Zayyan terhenti. Bahkan sejujurnya ia berat mengatakan hal ini. "Adalah milik ketiga korban pembunuhan dalam koper yang sedang aku dan Juna selidiki." lanjutnya.
"Apa kau yakin? Bisa saja hanya kebetu-"
Zayyan menoleh cepat ke arah Agam. Ia menatapnya sinis secara tiba-tiba.
"Apa menurutmu semua kejadian gila yang baru saja terjadi adalah kebetulan?! Kita menemukan situs segreto, lalu terjadi pembunuhan tiga anak remaja yang dimutilasi dengan organ dalam hilang. Kemudian kau menemukan bahwa ternyata Black Boss mengupload bahkan menjual organ dalam itu. Kau masih mau menyangkal bahwa ini semua hanya kebetulan?!"
Zayyan menghela napas dengan pandangan masih menatap Agam. Entah kenapa ia melontarkan perkataannya begitu saja seolah melampiaskannya pada Agam. Zayyan sadar betul oleh apa yang dikatakannya, Agam hanya berusaha berpikiran positif, namun ia sudah tidak bisa mengandalkan pikiran positif ketika menghadapi situasi yang sangat negatif seperti ini.
"Bahkan hilangnya Flado dan Kenny bukan tanpa alasan, terlebih mereka berdua saat ini berada di rumah-" ucapnya lagi tanpa sadar dan kemudian berhenti. Raut Zayyan seketika berubah.
"Rumah? Rumah siapa maksudmu?" tanya Gita dengan curiga.
"Ah tidak. Bukan siapa-"
"Rumah Zayyan. Dan Ayahnya memiliki akun untuk mengakses situs segreto." sahut Juna tiba-tiba.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLACK CODE
غموض / إثارةKasus pembunuhan satu keluarga menuntun tiga orang detektif yang bekerja sama dengan dua dokter forensik untuk menyelidiki suatu kasus besar yang melibatkan perdagangan manusia hingga serangkaian kasus lainnya. Di samping itu, sebuah project besar b...
