Flashback on
Selepas dari villa putih yang sempat disinggahi Yukhan, kini mereka berdua berusaha mencari tempat yang aman. Mereka berjalan cepat dan kemudian berlari dan terus berlari.
Akibat eksperimen yang mereka alami, Yukhan dan Agam sempat menderita 'amnesia disosiatif', di mana informasi dari memori otaknya akan hilang sementara akibat cedera otak. Namun hanya beberapa hari. Tepat ketika mereka berhasil kabur dari kebakaran rumah sakit itu, Yukhan dan Agam merasa jika sedang terancam, dikejar seseorang dan kabur dari insiden itu, tapi mereka tak bisa mengingat secara pasti mengapa dan oleh siapa mereka dikejar, karena amnesia disosiatif yang mereka alami.
Selain lethal dose atau dosis kematian, efek dari obat 0-R1 adalah dapat menjadikan subjeknya amnesia disosiatif. Amnesia tersebut tidaklah permanen, pasien akan dapat mengingat kembali kejadian yang terjadi setelah beberapa hari atau bahkan lebih.
BRUKK !!
Yukhan dan Agam tidak sengaja menabrak Nero saat berlari, mereka terjatuh tepat di hadapan Nero. Melihat hal itu, Nero langsung menolong keduanya tanpa sungkan.
"Kalian tidak apa? Kenapa kalian luka-luka begini?" tanyanya serius. Ia memperhatikan Yukhan dan Agam dari ujung kepala hingga ujung kaki. Penampilan kacau mereka mampu membuat Nero merasa iba.
Yukhan dan Agam saling berpandangan, mereka tidak ingat apa yang baru saja terjadi. Yang mereka ingat hanyalah kabur dari rumah sakit yang kebakaran dan entah kenapa mereka merasa takut akan ada seseorang yang mengikuti.
Melihat reaksi keduanya yang tampak kebingungan, Nero menawarkan bantuan.
"Lebih baik kalian ikut Paman ke rumah. Luka kalian akan paman obati. Jangan takut, Paman ini seorang dokter."
Yukhan dan Agam menurut dan mengikuti Nero hingga ke rumahnya. Mereka diobati oleh Nero. Sejak saat itu, kemampuan keduanya mulai terlihat. Eksperimen manusia itu berhasil pada keduanya.
Cairan 0-R1 bekerja dengan maksimal di tubuh mereka. Yukhan yang dapat mendeteksi kebohongan seseorang hanya dengan bersentuhan fisik dan Agam yang menjadi begitu jenius hingga dapat menjadi hacker yang handal.
Selang beberapa hari setelah mereka tinggal bersama, Agam memutuskan untuk pergi ke rumah neneknya. Ia masih dapat mengingat kejadian sebelum terjadinya eksperimen, karena amnesia disosiatif yang dialaminya terjadi hanya pada hari itu saja. Semua momen masa lalunya masih dapat ia ingat. Ayahnya yang telah tiada membuat ibunya kewalahan hingga stress dalam mengurusnya hingga akhirnya menjual Agam untuk eksperimen tersebut.
Namun Agam ingat jika masih ada satu orang yang menyayanginya dengan tulus, yaitu neneknya. Ia meninggalkan Yukhan karena Nero mengatakan jika ia akan mengurus Yukhan dengan baik selayaknya anak sendiri.
Beberapa hari kemudian.
"Yukhan, Paman ingin bicara serius padamu. Mengingat kau sudah tak punya keluarga lagi, bagaimana jika kau menjadi anak Paman?"
Yukhan masih terdiam, ia tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Namun di dalam hati kecilnya ia begitu bahagia karena masih ada orang yang mempedulikan dirinya.
Dalam otaknya, ia masih mengingat betul betapa kejam dan teganya Derlan ketika memarahinya, memukulnya dan menganggapnya seolah ia bukan anak kandungnya. Namun Nero, orang asing yang membantunya dan merawatnya dengan tulus membuat Yukhan merasakan kasih sayang seorang Ayah.
Yukhan masih belum memberikan jawaban, pikirannya terlalu fokus untuk membandingkan sosok Ayah kandungnya dengan Nero. Detik selanjutnya ia melirik sebuah foto yang menampakkan Nero bersama seorang wanita.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLACK CODE
Mystery / ThrillerKasus pembunuhan satu keluarga menuntun tiga orang detektif yang bekerja sama dengan dua dokter forensik untuk menyelidiki suatu kasus besar yang melibatkan perdagangan manusia hingga serangkaian kasus lainnya. Di samping itu, sebuah project besar b...
