Dengan cepat Lias berlari menuju Zayyan, ia memeluknya dan memutar badan Zayyan. Posisi Lias membelakangi Abraham dan Zayyan dapat melihat Abraham yang berusaha menembaknya. Lias mencoba melindungi Zayyan dari tembakan Abraham, namun...
DORR!!
Darah segar mengalir dari tubuhnya. Satu peluru Abraham melesat tepat mengenai punggung kanan atas Lias. Tembakan yang seharusnya mengenai Zayyan, kini beralih pada Lias. Wanita itu melindungi Zayyan.
"Aku melindungimu Zay." ucap Lias lirih. Air mata menetes dari matanya, namun bibirnya tersenyum karena dapat melindungi Zayyan dari tembakan Abraham.
Lias merasakan rasa sakit begitu hebat menyerang punggungnya. Ia merasa tak dapat lagi menopang tubuhnya sendiri. Lias terjatuh namun tetap dalam pelukan pria di depannya itu. Zayyan masih tak bergeming, ia menatap Lias yang menahan sakitnya. Air mata Zayyan mengalir melihat Lias yang terluka. Ia tak tega melihat orang yang disayanginya terluka akibat melindunginya.
Lias tersenyum tipis, ia mengangkat tangannya dan mengarahkannya pada wajah Zayyan. "A-aku...tak ingin kau terluka." suara Lias terbata, ia masih berusaha kuat di depan Zayyan.
Zayyan mengeratkan pegangannya pada tubuh Lias yang kini terbaring dalam pelukannya. Zayyan terduduk dengan lutut sebagai tumpuan. Ia menahan tubuh Lias agar tak terjatuh di lantai.
"Kenapa kau melindungiku?! Sudah kubilang untuk tak melakukan apapun. Kenapa kau malah berlari dan melindungiku?!"
"Asalkan kau tidak terluka, a-aku baik-baik saja. Tapi jangan memarahiku, sejujurnya ini benar-benar...sakit." jujur Lias.
"Jangan bicara dulu, kau harus bertahan."
Lias masih tersenyum tipis dengan air mata menggenang dan memegang tangan Zayyan yang kini berada di pipinya. Ia dapat merasakan betapa khawatir nya pria itu padanya. Namun tubuhnya melemas dan akhirnya ia menutup matanya.
"LIAS !!!" teriak Zayyan. Hatinya sungguh sakit melihat Lias yang tak sadarkan diri karena melindunginya. Air matanya mengalir semakin deras.
Abraham yang terlihat panik berusaha untuk kabur sebelum Zayyan menghabisinya. Namun sebelum sempat melangkahkan kaki, Zayyan mendongak menatap Abraham. Sorot matanya seakan siap membunuh Abraham. Amarah nya yang sebelumnya sempat mereda kini kembali membara.
Zayyan mengangkat tangan kirinya dengan gerakan seolah mencekik Abraham namun tak menyentuhnya. Ia melakukannya dalam jarak yang agak jauh karena posisinya masih tetap bersama Lias yang sudah tak sadarkan diri.
Kaki Abraham sedikit demi sedikit terangkat. Kekuatan Zayyan mampu membuat Abraham tak menginjakkan kakinya dilantai, ia mencekiknya dengan tidak menyentuhnya.
"Le-lepaskan aku!" ujar Abraham. Ketakutan mulai terlihat dari wajahnya. Ia benar-benar takut jika Zayyan akan membunuhnya saat itu juga.
Hingga posisi Abraham sampai diatas, kepalanya tepat mengenai atap ruangan itu. Zayyan menggerakkan tangan kirinya dengan cepat ke arah kanan. Ia membanting tubuh Abraham dengan sangat keras. Dengan sekali hentakan kepala Abraham membentur tembok dan ia terjatuh di lantai. Dentuman keras terdengar akibat jatuhnya tubuh Abraham. Pria itu tak sadarkan diri tepat disamping Oscar.
Fokus Zayyan teralih kembali pada Lias. Ia berdiri untuk membawa wanita dalam gendongannya itu keluar dari ruangan itu. Namun karena lengah, Oscar masih dapat bangkit dengan mengarahkan pistolnya ke kepala Zayyan. Ia berdiri tepat di belakang Zayyan dengan tubuh yang sempoyongan dan pistol di tangan kanannya. Sedangkan Zayyan berdiri membelakanginya dan melangkahkan kakinya untuk pergi. Ia masih belum tahu dengan Oscar yang bermaksud menembaknya hingga pria itu mengatakan sesuatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLACK CODE
Misterio / SuspensoKasus pembunuhan satu keluarga menuntun tiga orang detektif yang bekerja sama dengan dua dokter forensik untuk menyelidiki suatu kasus besar yang melibatkan perdagangan manusia hingga serangkaian kasus lainnya. Di samping itu, sebuah project besar b...
