PART 13

2.5K 263 12
                                        

"Baiklah, harus ku mulai dari mana semua ini? Hmm, jadi waktu itu...."

Lias memasang raut serius dan bersiap mendengarkan cerita Agam.

Flashback on

Agustus, 2017.
Dua tahun yang lalu.
Layanan Forensik Nasional.

Zayyan berjalan masuk ke gedung forensik untuk mengambil laporan autopsi korban pembunuhan yang ditanganinya.

"Saya Detektif dari Unit Penyelidikan Khusus. Di mana ruangan Dokter Banu?" tanya Zayyan dengan memperlihatkan tanda pengenal polisinya pada salah satu orang karyawan di forensik.

"Maaf Detektif, Dokter Banu sedang cuti tiga hari karena ada keperluan pribadi. Jika anda ingin menanyakan mengenai laporan autopsi, silahkan ke ruangan Dokter Gita. Ia yang membantu otopsi korban pembunuhan itu."

Zayyan mengernyitkan dahi, mendengar nama Gita membuat memori di otaknya seolah terpanggil.
"Dokter Gita?"

"Iya. Dokter Gita Leano. Beliau Dokter Forensik baru di sini."

Zayyan hanya mengangguk. Ia sempat berpikir sejenak, memorinya menggali informasi belasan tahun lalu tentang sebuah nama 'Gita L'. Nama yang terukir jelas di kepalanya sebagai ingatan masa lalu yang tak pernah pudar. Beberapa detik berlalu akhirnya Zayyan memutuskan untuk segera menemuinya. Ia berjalan cepat menuju ruangan yang dimaksud. Ia tersenyum tipis dengan raut penuh keyakinan yang seolah berkata 'aku berhasil menemukanmu.'

Tok tok tok..

Zayyan mengetuk pintu dan membukanya. "Dokter Gita Leano?"

Seorang wanita berjas putih yang sedang duduk dan menulis sesuatu langsung mendongak dan melihat Zayyan yang masih berdiri di ambang pintu.

"Ya saya sendiri. Ada yang bisa saya bantu?"

Zayyan masuk dan menanyakan tujuan utamanya ke sini, yaitu mengambil laporan autopsi korban. Dalam beberapa percakapan mereka berbicara dengan santai layaknya seorang teman, hal ini karena Dokter Gita ternyata seusia dengan Zayyan. Dan itu membuat mereka lebih nyaman untuk berbicara dengan santai daripada bahasa yang sangat formal.

Beberapa menit berlalu setelah ia berbincang mengenai laporan autopsi, Zayyan memulai pembicaraan yang selama ini ia tunggu-tunggu. Pembicaraan yang akhirnya dapat ia katakan setelah belasan tahun menunggu.

"Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan. Apakah tujuh belas tahun yang lalu, tepatnya bulan Juli tahun 2000, kau pernah tinggal di sebuah rumah putih di dekat hutan?"

Gita berpikir sejenak dan berusaha mengingat kejadian tujuh belas tahun lalu itu. Kemudian ia menangkap satu memori masa kecilnya.

"Ah villa putih itu, iya pernah. Tapi bagaimana bisa kau tahu?"

Zayyan tersenyum, ia merasa semakin yakin jika dokter forensik di depannya ini adalah gadis yang dulunya sempat bertemu dengannya.

"Apa kau masih mengingatku? Aku Zayyan, kau pernah menyelamatkanku waktu itu."

Zayyan menjelaskan bahwasannya ia dan Gita pernah bertemu sewaktu kecil. Namun sepertinya Gita melupakannya karena kejadian itu sudah lama sekali. Namun sejak itu, Zayyan dan Gita kembali dekat.

Beberapa kali mereka makan siang bersama atau hanya sekedar bertemu. Namun sebenarnya sebelum pertemuan Zayyan dengan Gita, Agam lah orang yang pertama kali mengenalnya. Agam dan Gita saling mengenal satu minggu sebelum Zayyan mendatangi LFN dan bertemu Gita.

Desember, 2018.

"Gam, kurasa aku harus menyatakan perasaanku pada Gita."

BLACK CODETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang