Bagi kalian yang penasaran tentang masa lalu Zayyan dan Agam, part 20 ini khusus akan menceritakan kejadian sembilan belas tahun lalu yang pernah dilalui Zayyan dan Agam. So, happy reading!
*****
Flashback on
Sembilan belas tahun yang lalu.
Oktober, 2000.
"Aku pulang." ucapnya dengan melepas sepatu sekolahnya dan berjalan masuk ke dalam rumah dengan menggandeng tangan adiknya.
Yukhan menghela napas ketika melihat pemandangan di ruang tamunya. Botol minuman keras, rokok, dan beberapa makanan ringan yang berserakan di lantai membuat rumah mereka terlihat berantakan dan kacau. Bau tak sedap pun memenuhi ruangan akibat ulah Ayahnya yang seringkali membiarkan sisa makanan di meja.
Yukhan celingukan untuk mencari Ayahnya. Ia mencari Ayahnya di seluruh ruangan namun nihil, ia tak menemukannya. Meskipun merasa cemas karena Ayahnya yang seringkali hampir tak pernah pulang, namun tidak adanya Derlan cukup membuat Yukhan dan adiknya merasa aman dari segala bahaya yang biasa Derlan lakukan terhadap mereka.
"Gantilah baju, Kakak akan menyiapkan makanan untukmu." perintah Yukhan pada adiknya yang berusia dua tahun lebih muda darinya.
Yukhan menuju dapur untuk mencari apapun yang bisa ia dan adiknya makan. Entah mie instan atau telur yang biasa ia masak sendiri.
Satu tahun sejak Ibu mereka meninggal, hidup Yukhan dan adiknya menjadi kacau dan berubah drastis. Anak berusia delapan tahun itu terpaksa harus mandiri dalam mengurus kehidupan sehari-harinya dengan adiknya.
Derlan Neandro, Ayah Yukhan adalah pemabuk berat. Dulu saat istrinya masih ada, mereka adalah keluarga yang harmonis dan bahagia. Bahkan Derlan adalah Ayah yang baik dan perhatian terhadap keluarga kecilnya.
Namun tahun lalu, Ibu Yukhan mengalami kecelakaan tabrak lari mobil yang membuatnya harus kehilangan nyawanya dan meninggalkan keluarganya.
Derlan yang sangat mencintai istrinya begitu terpukul dan tidak sanggup menerima kenyataan hingga sekarang. Sejak saat itu, selama setahun belakangan ini Derlan mengalami perubahan sikap yang begitu drastis.
Pemabuk dan penjudi, ia juga sering memukul kedua anaknya hanya karena ia kesal atau bahkan masalah sepele yang seharusnya tidak perlu dipermasalahkan.
Kekesalan yang sering Derlan alami adalah akibat kalah judi, ia lampiaskan pada kedua anaknya yang tak tahu apa-apa. Bahkan saat ini keluarga mereka terlilit banyak hutang akibat Derlan yang sering berjudi. Yukhan yang masih berumur delapan tahun begitu terkejut dengan perubahan Ayahnya. Puluhan kali ia mencoba kabur bersama adiknya, namun tetap saja Derlan akan mencari dan menemukannya.
BRAKK !!
Derlan membuka pintu rumah dengan sangat kasar, ia berjalan sempoyongan akibat mabuk. Matanya sayu dengan bau alkohol yang membuat Yukhan semakin yakin jika kondisi Ayahnya sedang sangat kacau.
Anak lelaki delapan tahun itu mematikan kompor dan memundurkan langkahnya untuk menjauh dari kompor. Ia sangat tahu apa yang akan dilakukan Derlan saat ini.
'Kenapa di saat seperti ini Ayah pulang? Aku hanya ingin makan dengan tenang bersama adikku. Kacau, Ayah semakin mendekat!' batinnya. Keringat Yukhan mengucur dari pelipisnya, ia benar-benar takut saat ini.
"Sayang?! Istriku? Apa kau memasak sesuatu? Baunya...hmmm...begitu harum."
Deg.
Melihat Derlan kian membuat Yukhan ingin menangis. Ia takut akan menerima siksaan berupa pukulan, tamparan, bentakan, atau apapun yang membuatnya ingin kabur dari Ayahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
BLACK CODE
Детектив / ТриллерKasus pembunuhan satu keluarga menuntun tiga orang detektif yang bekerja sama dengan dua dokter forensik untuk menyelidiki suatu kasus besar yang melibatkan perdagangan manusia hingga serangkaian kasus lainnya. Di samping itu, sebuah project besar b...
