PART 26

1.9K 228 4
                                        

Ricky memajukan kursinya, posisinya sedikit lebih dekat pada Nero. Ricky menatapnya dengan senyum di sudut bibirnya, namun seketika memudar, seolah ia ingin menunjukkan sikap dinginnya. Perubahan rautnya yang spontan mampu membuat Nero berpikir jika Ricky mirip dengan seorang psikopat.

"Marah? Tentu saja." ucapnya singkat dengan raut dingin.

Nero mengangkat satu alisnya, ia merasa aneh dengan jawaban Ricky. Tak pernah sekalipun pria berusia 30 tahun itu melontarkan kata yang menurutnya sedikit ambigu. Saudara perempuan, lebih tepatnya kakak kandung Ricky adalah subjek dari eksperimen manusia sembilan belas tahun yang lalu. Yang berarti bahwa kakak Ricky merupakan korban sama seperti yang terjadi pada Zayyan dan Agam. Bahkan keluarga Ricky tinggal satu daerah yang sama dengan Zayyan.

Untuk memastikan perkataan Ricky, Nero memberikan pertanyaan yang berbeda.

"Jika kau marah padaku, kenapa kau berpihak padaku dan membantuku? Bukankah seharusnya kau membunuhku?"

Ricky kembali tersenyum miring. Ia menyenderkan tubuhnya di kursi, bersikap benar-benar santai namun tetap terlihat serius.

"Aku memang marah padamu, tapi itu dulu. Aku marah pada orang tuaku yang menjual kakakku untuk eksperimen dan mendapatkan uang yang kemudian mereka juga membuangku karena aku bodoh dan tak berguna bagi mereka. Jika dikatakan ingin membunuh, tentu saja aku ingin. Kau lupa? Aku sendiri lah yang membunuh Ayahku. Dan untuk membunuhmu.." ucap Ricky dengan akhir kalimat yang menggantung.

Nero meneguk ludahnya sendiri mendengar penjelasan pria di depannya. Selama dua tahun ia kenal Ricky, tak pernah sekalipun kalimat yang sangat serius didengar olehnya. Kalimat yang menyinggung tentang eksperimen manusia sembilan belas tahun yang lalu. Ia masih terdiam dan menunggu perkataan selanjutnya dari Ricky.

"Kurasa aku sudah tak mempunyai niatan itu lagi. Setelah kutahu bahwa kau lah yang menggagalkan rencana Arwan dan Abraham sembilan belas tahun yang lalu dengan membakar rumah sakit itu. Semenjak aku tahu jika kau bukan orang jahat seperti yang kupikirkan, kurasa berada di pihakmu adalah hal yang tepat."

'Bukan orang jahat seperti yang dipikirkannya? Apa maksudnya?' batin Nero. Ia merasa tak pernah membeberkan semua hal tentang dirinya. Entah kenapa pria itu berpikiran seperti itu.

"Apa maksudmu?" tanya Nero. Ia sungguh merasa tak paham dengan perkataan Ricky yang seolah tahu segalanya mengenai dirinya.

"Dokter Nero Hansel, aku tahu jika subjek percobaanmu awalnya bukanlah manusia, melainkan hewan dan mayat. Namun karena Arwan telah membuat project black code dengan mengubah subjeknya, mau tak mau kau harus setuju karena kau telah menandatangani perjanjian itu. Dan ya, penyebab kebakaran yang terjadi di rumah sakit itu, aku tahu jika itu ulahmu." jelasnya dengan menekankan tiap kata yang diucapkannya.

Deg.
Merasa semua rahasianya telah diketahui Ricky, tubuhnya mendadak berkeringat. Ia tak pernah mengira jika orang yang bekerja sebagai rekannya selama dua tahun itu akan mengetahui banyak hal tentang dirinya bahkan tanpa ia menceritakan apapun. Yang Nero tahu, Ricky hanyalah salah satu keluarga korban dari eksperimen manusia itu dan datang padanya untuk bekerja sama membalaskan dendam pada Arwan dan Abraham.

"Bagaimana bisa kau tahu semua fakta penting itu?"

"Apa kau pikir selama sembilan belas tahun ini aku diam saja? Tak ingin berada di pihak yang salah, aku menggali informasi mengenai kau, Arwan, dan Abraham."

Beberapa detik mereka terdiam, terhanyut dalam pikiran masing-masing. Hingga Ricky mulai mengatakan sesuatu.

"Yang jelas besok adalah saatnya kita mengetahui siapa sebenarnya Black Boss. Akan kulakukan yang terbaik." ucapnya yakin dengan tatapan serius.

BLACK CODETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang