PART 19

2.1K 233 1
                                        

Agam memijat pelipisnya kasar. Saat ini ia sangat ingin membantah perkataan Zayyan, namun ia sendiri tak sanggup. Ia tahu betul jika ucapan Zayyan tidak main-main ketika mengatakan semua hal yang diketahuinya mengenai Nero. Bahkan tiap kata yang diucapkan pria itu malah membuat Agam semakin berpikir jika tak ada dusta dalam penjelasan Zayyan.

"Tapi ini....sungguh tidak masuk akal. Kenapa paman Nero membuat obat itu? Jika benar begitu, kenapa dia menyelamatkanmu? Kenapa dia-" ujar Agam terbata, ia tak sanggup melanjutkan kalimatnya. Bahkan memikirkannya saja rasanya Agam tidak ingin.

Sebenarnya bukan hanya Zayyan yang terkejut, namun juga Agam. Bahkan Lias dan Gita yang tak mengenal Ayah Zayyan pun ikut tercengang oleh kenyataan bahwa Nero adalah orang yang membuat obat dan juga memulai eksperimen dengan manusia sebagai subjeknya. Entah apa tujuan dari eksperimen 'gila' itu, namun yang pasti eksperimen itu telah mengubah hidup Zayyan juga Agam secara drastis.

Dijual oleh orang tua mereka sendiri hingga dijadikan subjek percobaan ilegal merupakan kenangan terburuk yang pernah dilalui Zayyan dan Agam. Jadi tak heran jika Agam juga merasa dikhianati oleh seorang yang dipanggilnya 'paman' selama sembilan belas tahun belakangan ini saat mendengar semua ucapan Zayyan.

Zayyan menghela napas. Ia tak sampai hati menyampaikan semua kegilaan ini pada rekan yang sudah dianggap saudaranya sendiri.

Sungguh, Zayyan sebenarnya tak ingin, namun jika terus dipendam, masalah besar ini akan terus berlanjut dan banyak nyawa yang akan direnggut juga. Lagi pula ini bukanlah sebuah rahasia yang harus disembunyikan dari Agam.

Banyak nyawa akan meregang karena eksperimen ini. Kenapa? Hei, ini bukanlah eksperimen pada umumnya yang menggunakan hewan sebagai subjeknya percobaannya, melainkan manusia. MA-NU-SI-A. Itu bukanlah hal sepele yang bisa mereka biarkan begitu saja. Benar-benar di luar akal sehat mereka. Terlebih lagi ini bukan kasus biasa seperti seperti pembunuhan, perampokan atau penyelundupan obat-obatan.

"Kau tahu hal gila lainnya?" tanya Zayyan dengan suara beratnya. Perkataannya seakan mengisyaratkan pada Agam untuk jangan terlalu terkejut dulu.

Agam masih terdiam dengan tatapan sendu, ia menunggu perkataan selanjutnya dari Zayyan. Dalam hatinya ia berkata, 'Kegilaan macam apalagi yang diperbuat Paman Nero? Kumohon seseorang katakan padaku jika ini tidak benar.'

"Kenny. Dia ternyata adalah anak kandung Nero."

"APA?!" teriak Agam dan Gita bersamaan. Sedangkan Lias hanya menunjukkan raut terkejut tanpa mengatakan apapun.

Mereka seakan syok seketika mengetahui fakta yang tak pernah mereka duga. Lagi pula siapa yang akan menduga jika sebuah kasus menuntun mereka akan semua kejadian yang lebih besar lagi.

"Aku juga melihatnya memegang suatu obat lain yang disebutnya sebagai penawar atau apapun itu aku tidak paham. Jika aku tidak salah, obat itu bertuliskan kode 0C2." lanjut pria yang tangannya sedang diobati itu.

Lias yang baru saja menggunting sisa perban di tangan Zayyan mendadak menghentikkan aktivitasnya dan menatap Zayyan. Ia mengernyitkan dahi, rautnya mengatakan seolah pernah mendengar obat yang baru saja disebutkan pria di sampingnya.

"Obat dengan kode? 0C2?" tanyanya.

Zayyan menoleh dan mendapati raut Lias yang seolah mengetahui obat ini. "Kenapa? Kau juga tahu obat itu?"

Lias mengangkat tangannya di udara dengan telapak tangan menghadap Zayyan, seolah memberi tanda untuk memberinya waktu bicara.

"Tu-tunggu. Bukankah obat itu memang untuk penelitian?" ucapnya berusaha memastikan bahwa obat itu dibuat memang untuk penelitian atau eksperimen, bukan untuk hal lainnya.

BLACK CODETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang