23. Jus Strawberry

752 61 10
                                    

NOW PLAYING
••••
Kurangnya Aku
By
Willy Anggawinata

Harus di play ya genk... Biar ngena di hati. Haseekkkk...
Itu lagu mewakili perasaan Firman ke Rizka.

Ketika ada yang bertanya kepadaku, "Apa kelemahanmu?"Aku menjawab, "Kamu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ketika ada yang bertanya kepadaku, "Apa kelemahanmu?"
Aku menjawab, "Kamu."


|||
Happy Reading

Nada memejamkan matanya rapat-rapat merasakan hembusan nafas Harsya yang hangat di kulitnya.

Debaran jantung Nada semakin jelas tidak beraturan. Harsya Haryaka, entah kenapa cowok itu selalu berhasil membuat perasaan Nada naik turun seperti permainan kora-kora yang ada di dufan.

Perlakuan manisnya. Tatapan teduh mata itu, bagaimana bisa Nada dengan sengaja mendiamkannya, hanya karena keegoisan dirinya yang ingin dibela oleh Harsya.

Perasaan canggung menguap begitu saja di antara mereka. Harsya memberikan batagor yang dibawanya.

"Makan, keburu bell masuk," Harsya meletakannya di pangkuan Nada.

Nada menoleh dan menatap Harsya, "Thanks."

"Ya udah makan, nglihatin gue nggak bakal bikin lo kenyang Sa," Harsya tersenyum seringai menaikan kedua alisnya.

Buggghhhh, buku yang Nada baca mendarat di pundak Harsya.

"Please dech pinggiran koreng jangan kepedean, siapa juga yang nglihatin situ, hah?!"

"Ya udah iya-iya, dimakan donk. Apa mau di suapin?"

"Nggak!"

"Mmmhhh, udah nggak ngediemin gue berarti udah nggak marah donk Sa?"

"Lagi nggak mau bahas itu." Nada menyeruput jus strawberry.

Nada tidak ingin mengungkit kejadian di rumah sakit. Sebenarnya Nada tidak benar-benar marah kepada Harsya. Hanya saja perasaan cemburu itu mengusik egonya. Apalagi dengan Ancaman Archilla yang terang-terangan bilang ingin menjauhkan Harsya darinya secara paksa. Nada takut kalau hal itu benar-benar terjadi.

"Gue tahu lo suka berry-berryan. Strawberry, blueberry, raspberry."

"Terus kenapa?" tanya Nada asal.

"Biar gue tebak, dari semua jenis berry-berryan yang gue sebut tadi, yang paling lo suka yaitu gue berry cinta tulus gue ke lo, iya kan?" Harsya menatap lekat Nada yang pandangannya lurus ke depan.

DECEMBERLYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang