🍁🍁🍁“Ada perlu apa anda kemari?” Suara dingin Alby menggelegar didalam ruangan itu.
“Saya datang kemari ingin meminta maaf,” suasana hening seketika, ketika laki-laki itu menjawab.
“Mari bicara diluar.” Alby berjalan keluar diikuti laki-laki tadi dan Ayah.
Hampir setengah jam Biru dan ketiga adik iparnya menunggu di dalam, selang beberapa menit ayah masuk dengan wajah yang tidak bisa diartikan. Tak lama dari itu terdengar teriakan Alby murka. Biru dan ketiga adiknya kaget seketika mendengar teriakan itu.
“Kamu hampiri suamimu Biru dan tenangin dia.” Ayah menginterupsi dan Biru bergegas menurutinya.
Ketika kaki itu sampai keluar Biru di kejutkan dengan Alby yang sudah mencengkram kerah baju laki-laki tadi.
“Mas Al, udah-udah, tahan emosi, ini di rumah sakit, enggak enak mengganggu istirahat orang-orang.” Biru memegang tangan suaminya agar menurunkan tangannya dari kerah baju laki-laki itu.
“Belum puas lo ngambil kebahagiaan gua?.” Alby emosi.
“Gua tahu Al gua salah, gua udah jelasin semuanya secara detail tadi, ini ketidak sengajaan Al, gua bener-bener minta maaf,” laki-laki itu menunduk, lesu.
“Kalau sampai terjadi apa-apa sama Bunda, kali ini abis lo ditangan gua."
“Lo ngomong kayak gini, karena lo masih marahkan sama gua? Lo marah bukan cuma karena bunda doang kan?, lo marah tentang kejadian lima tahun silam kan Al, makannya lo se-emosi ini,” Alby mengepalkan tangannya kuat-kuat.
“Engga ada hubungannya sama sekali dengan kejadian lima tahun silam, itu semua engga penting.”
Biru sendiri bingung, apa yang dua laki-laki itu bicarakan.
“Perlu lo tahu Al, gua sama sekali engga tahu menahu tentang kejadian itu, gua..
“Gua udah engga butuh lagi penjelasan dari lo, lebih baik lo pergi dari sini” potong Al mengusir laki-laki itu.
Laki-laki yang Biru belum ketahui namanya itu pada akhirnya pergi, sesekali laki-laki itu melirik kearah Biru, entah apa yang laki-laki itu pikirkan, Biru juga bingung.
Alby duduk masih dengan amarahnya yang memuncak, sedangkan Biru hanya bisa diam saja, sebab dia juga tidak tahu menahu permasalahannya.
……
Biru terbangun dari tidurnya ketika jam didinding ruangan itu menunjukkan pukul satu malam. Ia bergegas pergi ke toilet dan membersihkan diri.
Wanita itu terbangun karena panggilan alam, tapi Biru berpikir untuk sekalian sholat Tahajud saja, lagian kalau ia kembali memejamkan matanya, sudah pasti mata itu takkan terpejam.Hampir dua jam Biru melaksanakan Sholat Sunnah Tahajud beserta dzikir nya. Sholat di iringi kesunyian yang Biru sangat sukai.
Malam ini ia dan suami menginap di rumah sakit menemani Bunda yang sudah sadar. Alby melarang Ayah dan ketiga adiknya untuk menginap, di karenakan Alby tidak mau membuat mereka kecapekan, sebenarnya Alby juga melarang istrinya itu, tetapi apa daya seorang Alby yang tidak bisa melawan keras kepala Biru yang mendadak muncul di diri wanita berhijab itu, dan pada akhirnya Biru diizinkan untuk menginap menemaninya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Mencintaimu [END].
Fanfiction[Cerita ketiga yang dipublikasikan] !DON'T COPY MY STORY! Welcome pembaca baru. Jangan lupa tinggalkan jejak di setiap cerita... REVISI ACAK!!! ___________ Hanya cerita rumah tangga pada umumnya. Perjodohan yang dilakukan secara paksa. Menika...