Bagian 35

15.2K 905 19
                                    


🌼🌼🌼🌼🌼

Setelah melaksanakan liburan terakhirnya selama seminggu di Bali, kini pasangan suami istri itu kembali menuju Jakarta, tempat dimana mereka tinggal.

Pesawat sudah mendarat dengan sempurna, Mang Udin juga sudah menjemput, siap mengantarkan mereka menuju rumah.

Biru menyenderkan kepalanya di pundak sang sumi yang sejak tadi sibuk dengan gadgetnya. Entahlah, mungkin pekerjaan sudah menanti suaminya.

Biru mengernyit melihat jalan yang dilewati mobilnya bukan jalan menuju komplek perumahannya.

“Kita mau kemana?”

Alby menengok sebentar sembari tersenyum “pulang sayang,...

“Ini bukan jalan ke rumah kita.”

“Aku punya kejutan buat kamu, sekarang kamu tutup mata dulu,” Mang Udin menyerahkan penutup mata yang berada di dasbor mobil.

Dengan pasrah dan tanpa perlawanan Biru menurut.

Dirasa mobil masih berjalan, Biru hanya terdiam sembari menggenggam erat tangan suaminya.

“Masih jauh yaa mas?”

“Sabar sayang,..

Entah sudah berapa waktu yang ditempuh, kini perlahan mobil yang ditumpanginya berhenti.

Alby keluar terlebih dahulu, lalu membuka pintu mobil sebelahnya. Memegang tangan sang istri dengan erat, dan menuntunnya.

“Aku buka yaa,..” ucap Biru dirasa ia telah berhenti ditempat yang tepat. Biru juga merasa suaminya masih berada disebelahnya.

“Buka sayang,.. Bismilah yaa,” Biru mengangguk.

  "Bismillahirrahmanirrahim,..."dibukanya penutup mata itu dengan perlahan.

Matanya hazel itu masih menyipit, menyesuaikan dengan cahaya terang yang diterimanya secara langsung.

Lalu Biru membulatkan matanya ketika melihat rumah yang ada di hadapannya, lalu kepalanya menoleh kearah Alby yang masih Setia memandang keterkejutan istrinya itu.

“Ini rumah siapa?”

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


“Ini rumah siapa?”

“Rumah kita. Ralat, lebih tepatnya rumah kamu.”

“Aku engga ngerasa beli rumah,” bingung Biru.

“Hadiah dari aku, suami kamu,” Alby mendekap istrinya erat, sesekali ciuman ia berikan di kening wanitanya. “Suka?”

“Banget, makasih yaa mas,..”

Al menggandeng istrinya, berjalan menuju pintu utama yang berada di hadapannya.

Pintu perlahan terbuka.
Dann,...

Mencintaimu [END].Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang