Crescencia, seorang perempuan berparas rupawan, memiliki sifat keras kepala, dan introvert. Dia adalah salah satu perempuan yang sama sekali tidak percaya bahwa mahkluk mitologi itu benar-benar ada di dunia.
Namun semua itu berubah ketika dia bermi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jarak dari tempat Grizelle dengan tempat Crescencia berdiri sekitar lima meter. Crescencia cukup dekat jika berjalan menghampiri Grizelle, bahkan jika ia berjalan dengan santai. Crescencia bahkan belum tahu makhluk macam apa atau sejenis makhluk apa yang barusan dilihatnya. Ia kemudian duduk kembali untuk membaca buku yang dipinjamnya dari Grizelle. Kedua tangan Crescencia benar-benar gemetaran seiring membolak-balikan tiap halamannya.
Crescencia teringat semua mimpinya, seorang pria bilang Crescencia akan mengalami sesuatu yang tidak masuk akal sebelum menemukan makhluk tersebut. Suara langkah kaki terdengar memenuhi seluruh ruang tamu dari sebelah kiri Crescencia, tubuhnya mulai menegang.
"Tenanglah Cres, ini aku Grizelle. Kenapa kamu kelihatan ketakutan sekali?" tanya Grizelle sambil menjatuhkan bokongnya disofa.
"Aku baru saja melihat bayangan di mana ada sesosok makhluk yang besar sekali sedang tidur dipusaran angin, dan aku benar-benar takut kalau aku tidak bisa menyelamatkannya. Bahkan jantung aku berasa mau copot." Crescencia berusaha mengatakan sebisanya dengan tubuh yang masih gemetar hebat.
"Oke, sekarang aku mulai paham keadaan yang kamu bicarakan. Tenangkan dirimu dahulu nanti baru aku tunjukkan sesuatu padamu," kata Grizelle.
Crescencia menarik napas panjang, dan membuat tubuhnya sedikit lebih tenang. "Bagaimana? Kamu sudah mulai tenang?" Tanya Grizelle. Crescencia menganggukkan kepalanya. "Ya, sudah jauh lebih baik." Perlahan-lahan Grizelle menunjukkan sesuatu yang ada dibuku miliknya.
Crescencia mulai panik, sambil memeluk bantal yang ada di dekatnya tanpa bersuara sedikitpun. Apa maksud Grizelle menunjukkan makhluk itu lagi? Batin Crescencia. Rasanya Crescencia mau berlari menjauhi ruang tamu, tapi jika ia pergi berarti rasa penasarannya tentang makhluk itu tidak akan terjawab.
"Apa kamu melihat makhuk mitologi yang baru saja aku tunjukkin?" tanya Grizelle.
"Iya, aku melihatnya".
Grizelle menepuk bahu Crescencia. "Kamu tidak perlu takut, atau panik. Makhluk itu tidak akan menyakitimu tunggu sebentar lagi semua rasa penasaranmu akan terjawab sendirinya." Crescencia menoleh ke arah Grizelle. "Apa maksudmu? Bagaimana kamu tahu makhluk itu tidak akan melukaiku?" tanya Crescencia.
"Aku tidak bisa kasih tahu secara rinci," jawab Grizelle.
Mendengar jawaban Grizelle membuat Crescencia menghentakkan kakinya. Ia teramat kesal dengan sahabatnya, kenapa harus dibuat menunggu terlalu lama untuk tahu jawabannya. Kini Crescencia duduk bersandar pada sofa dengan kedua kaki yang dilipat. Mulutnya bungkam, sudah lelah dengan rasa penasaran yang menggerogoti jiwanya belum lagi dijawab dengan suara tawa Grizelle. Ingin rasanya Crescencia menenggelamkan Grizelle ke dasar lautan.
Saat sedang memohon dengan penuh harap, dibalas dengan suara tawa menyebalkan. Andai saja Crescencia bisa menyetrum Grizelle sekarang pasti ia sudah melakukannya dengan hasrat menggebu-gebu.