Crescencia, seorang perempuan berparas rupawan, memiliki sifat keras kepala, dan introvert. Dia adalah salah satu perempuan yang sama sekali tidak percaya bahwa mahkluk mitologi itu benar-benar ada di dunia.
Namun semua itu berubah ketika dia bermi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Brylee menghempaskan semua orang berjubah hitam dengan sorot mata keji. Pusaran badai petir melilit tubuh mereka dan membanting ke tanah sampai menimbulkan bunyi patahan tulang. Bahkan yang paling parah beberapa di antara lawannya tewas dengan cara mengenaskan.
Mata yang tertancap ranting pohon, dada terkoyak sangat lebar—di mana hampir memperlihatkan jantungnya, dan leher yang tertusuk duri tanaman beracun. Gadis itu tersenyum sinis melihat kematian mereka yang membuatnya sedikit puas. Namun, itu baru setengah dari banyaknya orang-orang berjubah hitam di Kalopsia Park.
Memang jumlah mereka sangat banyak bahkan ribuan dan itu butuh waktu sedikit lama untuk mengantarkannya ke alam baka. Thunder Bird terus berusaha melepaskan dirinya dari kurungan rantai yang ternyata mengandung racun mematikan. Racun itu mampu membuat orang yang terkena atau menghirupnya akan mengalami gangguin sistem saraf. Ya, namanya adalah Hemlock.
Mantra hitam dan racun itu perlahan mulai bekerja seketika Thunder Bird sedikit demi sedikit mulai kehabisan energi. Bahkan jiwanya terasa dicabut paksa oleh dewa kematian. Brylee merasakan energinya ikut melemah—tak lama dia menghilang di kedalaman tubuh Crescencia.
Louie berlari menghampiri Crescencia sebelum tubuhnya menghantam tanah. Dia berhasil menangkap kekasihnya dengan gaya bridal style. Sayangnya, saat Tuan Agung ini memusnahkan orang-orang berjubah hitam itu. Mereka sudah lebih dulu menghilang dan membawa serta Thunder Bird bersamanya.
Perlahan-lahan kelereng indah Crescencia terbuka lalu memandang wajah tampan kekasihnya. Dia tersenyum miris setelah mengetahui semua yang telah terjadi. Bahkan gadis itu menyalahkan dirinya sendiri karena tidak bisa merawat Thunder Bird sebagaimana mestinya. Berbagai cobaan terus menghampirinya tanpa membuat Crescencia beristirahat sejenak.
"Maafkan aku, semua ini salahku yang tidak bisa memegang kepercayaan dari Tuan Agung," lirih Crescencia sambil membenamkan wajahnya di dada Louie. "Brylee dan Thunder Bird pun menghilang. Seharusnya bukan aku yang menjadi seseorang yang dipercayakan untuk menghancurkan kekuatan jahat."
Louie mengelus surai kecokelatan Crescencia sambil sesekali mengecup pucuk kepalanya. Dadanya ikut sakit menyaksikan betapa hancurnya gadis itu. Kenapa seakan Crescencia harus diberikan cobaan tanpa henti? Tak bisakah kekasihnya hidup dengan damai?
Tuan Agung dan lainnya berjalan mendekati Crescencia yang berusaha menahan isak tangisnya. Setegar apa pun dirinya pasti akan menyerah bila diterpa cobaan yang terus berdatangan. "Sudahlah, ini bukan salahmu. Tak perlu menyalahkan diri sendiri terus-menerus. Dengarkan aku, kamu itu kuat—hanya saja belum ketemu waktu yang tepat—untuk kamu menunjukkan semua kekuatan yang ada pada dirimu."
"Apa yang dikatakan Louie ada benarnya, Cres. Saya pun tidak menyalahkan kamu atas peristiwa yang terjadi barusan. Ini juga di luar dugaan kami, ternyata ada penyusup yang berani mengacaukan semuanya." Tuan Agung semakin membenci orang itu karena sudah berani mengambil Thunder Bird dan membuat Crescencia jadi seperti ini.